Penulis Novel Tere Liye (Foto:  Geotimes)
Penulis Novel Tere Liye (Foto: Geotimes)

MALANGTIMES - Publik baru saja dikejutkan dengan nama Tere Liye yang mendadak jadi trending topic di Twitter.  

Hal itu disebabkan salah satu novel karya Tere Liye menjadi barang bukti dalam kasus vandalisme atau ujaran kebencian.  

Berawal dari unggahan akun Twitter Humas Polda jabar yang merilis penangkapan tiga pelaku uajaran kebencian.  

"Jajaran Kepolisian Resor Banjar, Polda Jabar mengamankan empat orang pemuda yang melakukan vandalisme berisikan ujaran kebencian di empat lokasi berbeda di wilayah Kota Banjar, Jawa Barat. Dari keempat yang diamankan, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka," tulis akun Humas Polda Jabar di Twitter, Senin (13/4/2020).  

Image
Foto: Twitter Humas Polda Jabar



Dalam foto tersebut tampak polisi yang memegang beberapa buku salah satunya karya Tere Liye yang berjudul Negeri Para Bedebah.  

Tak ayal, unggahan Humas Polda Jabar itu langsung menjadi viral.  

Aksi polisi itu pun langsung dikecam banyak warganet.  

Pasalnya, waraganet seakan menganggap jika tidak mungkin buku karya Tere Liye bisa menjadi barang bukti kasus ujaran kebencian.  

@fchkautsar: "Bener-benar definisi "malas membaca jadi polisi" Astaga tuhan itu buku mark manson, syekh siti jenar, ampe sartre pun dijadiin barang bukti." 

@mengampus : "Bener bener masa Buku sejenis Tere Liye, Sebuah Seni untuk Bersikap Bodoamat, Syeikh Siti Jenar, dijadikan barang bukti?? jelas jelas isi bukunya jauh berbeda dari judul. Gini nih cuma baca dari cover doang, gimana minat baca indonesia mau maju". 

@Rizkyfarizaa: "Gue engga mau salahin polisinya yg males baca jadi nilai buku dr judulnya doang. TAPI ANARKO MANA YANG BACA TERE LIYE WOY! Kesenjangan rindu apa yang buat lo serapuh itu? yok cerita yok. 

Namun, dijelaskan oleh Kadivhumas Polda Jawa Barat Kombes Sapto Erlangga bahwa buku-buku itu tidak dijadikan barang bukti, melainkan sebagai barang-barang yang diamankan dari ketiga pelaku. 

Respon Tere Liye 

Mengetahui nama dan karya novelnya viral dibahas, Tere Liye pun memberikan tanggapan.  

Melalui akun Facebooknya, Tere Liye menyampaikan pesan kepada para penggemarnya.  

Ia meminta agar warganet santai dalam menanggapi berita yang tengah heboh itu.  

"Eh, kami tahu kalau novel Negeri Para Bedebah sedang jadi trending topic kecil2an. Jadi kalian tdk perlu nulis komen bertanya soal itu di kolom komentar postingan lain. 

Selow saja. Itu hanya salah paham. Nanti kapan2 kalau pakpol bukpolnya sempat baca buku itu, dia akan ngerti. Lantas besok2 semoga ikut berburu 40 judul lainnya. Habis seru bacanya :) 

*Tere Liye," tulis Tere Liye.

Image
Foto: facebook Tere Liye