Tiga lembar surat wasiat yang ditemukan pada saku celana dan genggaman tangan pasutri di Kecamatan Wagir yang meninggal diduga karena bunuh diri
Tiga lembar surat wasiat yang ditemukan pada saku celana dan genggaman tangan pasutri di Kecamatan Wagir yang meninggal diduga karena bunuh diri

MALANGTIMES - Sebelum mengakhiri hidupnya, pasutri (Pasangan Suami Istri) asal Dusun/Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang sempat menuliskan surat wasiat untuk keluarganya, Selasa (10/3/2020).

Berdasarkan penelusuran wartawan, ada tiga surat wasiat ditulis oleh korban yang diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri tersebut.

Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf

Dua lembar surat wasiat di antaranya ditemukan di saku celana sang suami yang bernama Joko Waluyo (43). Sedangkan satu surat wasiat lainnya, ditemukan di genggaman tangan sang istri yang bernama Yuli Irawati (38).

Dalam surat wasiat pertamanya, sang suami yang bernama Joko ini berpesan kepada ketiga anaknya agar jasad kedua orang tuanya tidak usah diautopsi.

”OJO OLEH di OTOPSI, IBUK IKLAS BPK.E IKLAS (Tidak usah diotopsi, ibu iklas bapak iklas),” tulisnya.

Diakhir surat wasiat pertamanya tersebut, korban juga berpesan kepada ketiga anaknya untuk rukun satu dengan yang lainnya. ”Anak”u seng pinter Feri, Yoga, Vega Kabeh sak darah daging, seng rukun nganti tuek. Nek genok salah siji digolek,i, ojo tukaran rukun x100 (Anak-anakku yang pintar, Feri, Yoga, Vega semua sedarah daging, yang rukun sampai tua. Kalau tidak ada salah satu dicari, jangan bertengkar rukun x100),” timpal Joko dalam akhir paragraf di surat wasiat pertamanya tersebut.

Sedangkan pada surat wasiat kedua yang ditemukan di saku celananya, Joko juga berpesan kepada putra keduanya yang bernama Yoga untuk mengambil uang di dompetnya. Belakangan diketahui, uang yang ditinggalkan Joko tersebut untuk proses pemakaman pasutri tersebut.

”Yoga Nok Dompet e Bapak Ono Duit Kanggo Kepentingan Dino Iki (Yoga di dompetnya bapak ada uang untuk kepentingan hari ini)," tulis Joko.

Di paragraf selanjutnya pada surat wasiat kedua ini, pria yang berusia lebih dari kepala empat itu juga meminta maaf kepada kedua orang tuanya. ”Bapak Sepurane. Mak Yah aku sepurane (Bapak maaf, ibu maaf),” sambung Joko dalam surat wasiat keduanya tersebut.

Kalimat permintaan maaf kepada kedua orang tuanya itu, juga ditimpali pesan yang diduga diperuntukkan kepada saudaranya. “Agus tolong jogo mak yah aku sepurane dorong iso mbales banyu susune (Agus tolong jaga ibu, saya minta maaf belum bisa membalas air susunya),” ungkap Joko sembari menuliskan agar Agus juga merawat adik-adiknya.

”Sepurane le yo titip adik.e, Tolong jagakno apik” yo le (Maaf dik, tolong jaga adik-adik kita, tolong dijaga dengan baik-baik ya dik),” pinta Joko.

Di akhir surat wasiat keduanya tersebut, Joko juga menutup pesan jika keputusan bunuh diri itu diambil karena sudah kesepakatan dengan istrinya, yakni Yuli Irawati.

”Bapak ibuk wes sepakat, Nok tangane ibuk ono surat (Bapak dan Ibu sudah sepakat, di tangannya ibu ada surat),” tutup Joko dalam surat wasiat keduanya itu, yang tertulis dalam lembaran kertas yang berukuran paling besar jika dibandingkan dengan kedua surat wasiat lainnya.

Terakhir, dalam surat wasiat ketiga yang ada digenggaman tangan Yuli Irawati. Tertulis pesan yang paling singkat, yakni meminta agar sepasang suami istri ini dimakamkan dalam satu lubang pemakaman.

Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19

”JADIKAN KAMI SATU LIANG LAHAT,” begitulah pesan yang tertulis dalam surat wasiat yang ada digenggaman tangan sang istri.

Sebagai informasi, ketiga surat wasiat ini ditulis dengan menggunakan pulpen. Dimana, dalam penulisannya, tinta bolpoinnya terkesan kurang bagus. Pasalnya, tinta penulisan ada yang tertulis jelas dan ada yang warnanya sudah pudar.

Diduga kuat pudarnya warna tulisan tersebut lantaran sesaat setelah ditulis langsung dilipat dan dimasukkan ke dalam saku celana dan genggaman tangan si istri. Hal itu terlihat dari goresan bercak tinta warna hitam, yang mengikuti alur lipatan. Ada yang dilipat sekitar dua sisi, dan ada yang dilipat hanya satu sisi saja.

Secara keseluruhan, ketiga surat wasiat tersebut ditulis pada tiga potongan kertas. Sedangkan ukurannya juga bervariasi. Di mana pada kertas buram yang diduga bekas foto copyan itu, surat wasiat kedua ditulis pada lembar kertas paling besar.

Sedangkan surat wasiat pertama ditulis pada kertas berukuran sedang. Kemudian surat wasiat yang ada di gengaman si istri, ditulis dalam potongan kertas terkecil. Tulisannya juga terkesan acak-acakan, ada yang mengunakan huruf capital dan ada yang campuran antara abjad besar dan kecil.

Seperti yang sudah diberitakan, Joko Waluyo (43) ditemukan meninggal dunia lantaran bunuh diri dengan cara mengikat lehernya menggunakan seutas tali tampar.

Sedangkan sang istri yang bernama Yuli Irawati (38), ditemukan pertama kali dengan kondisi mulut mengeluarkan busa dan tergeletak di atas kasur.

Polisi menduga, motif bunuh diri pasutri asal Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang ini lantaran hubungan keluarga Joko dan Yuli berjalan tidak harmonis. Pertikaian keluarga ini, bermula saat Joko memutuskan untuk nikah lagi. Dari istri sirinya, Joko dikaruniai seorang anak yang masih berusia balita.

Motif itu dikuatkan dengan adanya keterangan mudin desa setempat, yang menyatakan jika hari ini (Selasa 10/3/2020) keduanya akan menjalani sidang putusan dari gugatan cerai yang dilayangkan Yuli.

”Kasusnya masih dalam penyidikan, anggota sedang mendalami di lapangan untuk memastikan apakah benar si istri (Yuli) ini, meninggal karena bunuh diri dengan cara meminum racun,” tutup Kapolsek Wagir, AKP Sri Widya Ningsih, saat ditemui media online ini di ruangannya, Selasa (10/3/2020).