Telan Dua Nyawa, Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu di Ciptomulyo Ditutup Permanen

Feb 28, 2020 13:21
Petugas PT KAI memasang palang permanen di perlintasan kereta di Jl Gadang Gg XIB No 42, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Petugas PT KAI memasang palang permanen di perlintasan kereta di Jl Gadang Gg XIB No 42, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Pengelola jalur lintasan kereta api, PT KAI Daops 8 Surabaya mengambil tindakan tegas. Jalur di atas lintasan kereta di Jl Gadang Gg XIB No 42, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang ditutup permanen, 26 Februari 2020. Itu menyusul adanya insiden kecelakaan motor yang terseret kereta hingga menyebabkan dua orang warga Sukun tewas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu tersebut. 

Pihak PT KAI Daop 8 hari ini (28/2/2020) memasang palang besi yang dilas pada kedua sisi secara permanen agar jalur tersebut tidak lagi bisa dilewati oleh masyarakat.

Manager Humas PT KAI Daops 8, Suprapto, Suprapto, melalui keterangan siaran persnya membenarkan jika penutupan tersebut dilakukan pascaterjadinya kecelakaan pada 26 Februari 2020 lalu.

Baca Juga : PSBB Jakarta, 5 Perjalanan KA Jarak Jauh Daop 8 Surabaya Dibatalkan

"Langkah ini diambil setelah sebelumnya pada tanggal 26 Februari 2020, di perlintasan liar ini telah terjadi kecelakaan lalu lintas, di mana KA 171 (KA Malioboro ekspress relasi Malang - Jogyakarta) telah tertemper pengendara Sepeda motor No N 2519 ABR dengan dua orang pengendaranya," beber Suprapto melalui rilisnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, perihal perlintasan kereta yang berada di wilayah PT Daop 8, yang meliputi Bojonegoro, Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo, Bangil dan Malang terdapat 563 titik perlintasan kereta.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 132 titik perlintasan kereta dijaga oleh petugas PT KAI. Kemudian 33 permintaan kereta dijaga oleh pihak Swasta, 368 titik perlintasan kereta tidak terjaga dan 30 telah dibuat flyover atau under pass.

Dengan masih banyaknya perlintasan kereta tanpa palang pintu, pihaknya mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan memperhatikan rambu-rambu lalu lintas ketika melintasi kawasan perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu.

Pihaknya juga menegaskan, yang menjadi alat utama keselamatan ketika melintas di pelintasan KA dan jalan raya adalah rambu lalu lintas dengan tanda stop. Ketika menyeberangi rel, masyarakat diharapkan berhenti menengok kanan kiri dan apabila aman, mereka bisa melanjutkan perjalanan sesuai tata cara melintas yang tertuang dalam UU No: 22 / tahun 2019  tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya.

Baca Juga : Sering Dilalui Tapi Kini Ditutup, Berikut Jalur Alternatif yang Disediakan Polres Malang

"Kita ingatkan, bahwa palang pintu dan penjaga pelintasan hanyalah alat bantu keamanan semata. Alat utama keselamatannya ada di rambu lalu lintas yang berada di perlintasan tersebut," ujar Suprapto, Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya.

Sementara itu, Budi Darso, warga Kedungkandang salah satu pengendara motor yang sempat berbalik arah untuk mencari jalan lain, akibat penutupan jalur tersebut mengaku, memang sedikit direpotkan dengan adanya penutupan jalur tersebut.

Sebeb, ketika mau berkunjung ke rumah saudaranya yang berada di sekitar kawasan perlintasan kereta tersebut, harus memakan waktu sedikit lebih lama. Sebab ia harus memutar mencari jalan lain.

"Ya jadi repot, kalau mau ke rumah saudara daerah sini, jadi lama. Harus putar dulu. Biasanya kan dari mergosono masuk jalan sebelah SPBU langsung melintas di sini sudah sampai. Tapi ya mau gimana lagi itu kan haknya PT KAI, ya mungkin supaya nggak kejadian lagi," pungkasnya.

Topik
MalangBerita Malangmalang hari iniPT KAI Daops 8 SurabayaDitutupnya perlintasan KA di Ciptomulyo MalangOrang Tewas Tertabrak KA Malioboro di Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru