Aktivitas penumpang saat akan menaiki Kereta Api di Stasiun Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Aktivitas penumpang saat akan menaiki Kereta Api di Stasiun Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sebagai langkah menekan jumlah penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta mulai berlaku hari ini (Jumat, 10/4/2020). Hal tersebut rupanya berimbas pada perjalanan transportasi kereta api.

PT KAI Daop 8 Surabaya misalnya, harus membatalkan atau tidak mengoperasikan lima kereta api (KA) jarak jauh ke arah Jakarta. Pembatalan perjalanan itu nerlaku pada tanggal 10-23 April 2020. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan penerapan PSBB di DKI Jakarta.

"Selain mendukung PSBB, pembatalan ini akibat penurunan jumlah penumpang yang sangat signifikan," ujar Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto melalui keterangan tertulisnya belum lama ini.

Dijelaskannya, dari pembatalan perjalanan KA Jarak Jauh atau menengah tersebut maka jumlah total kereta yang tidak beroperasi pada bulan April 2020 ini sebanyak 27 KA.

"Sementara, total perjalanan KA Jarak Menengah/Jauh di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya yang masih beroperasi di bulan April 2020 hanya berjumlah 14 KA," jelasnya.

Lebih lanjut, terkait dengan jadwal pembatalan KA-KA tujuan Jakarta tersebut menyesuaikan dengan pembatasan jam operasi transportasi umum di DKI Jakarta pada masa PSBB yaitu dari pukul 06.00 WIB s.d 18.00 WIB.

"Di samping itu, pembatalan juga mempertimbangkan penurunan okupansi dari KA yang sebelumnya dioperasikan," imbuhnya.

Artinya dari pembatalan tersebut, maka semua perjalanan KA di semua stasiun di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya termasuk dari Kota Malang juga terimbas.

Plt Kepala Stasiun Kota Malang, Mochammad Nur Ghozuli mengatakan meski saat ini masyarakat tengah libur cukup panjang akibat Covid-19, tidak ada kenaikan jumlah penumpang dari Stasiun Malang. Bahkan, tiket mudik lebaran yang telah terjual banyak yang akhirnya dibatalkan.

"Saat ini masih sepi untuk penumpang naik maupun turun dari Stasiun Malang. Karena ini banyak KA yang dibatalkan, pemudik juga banyak yang membatalkan tiket. Tapi, kita tetap standby seperti biasa untuk antisipasi arus mudik tahun ini," ungkapnya.