MALANGTIMES - Arab Saudi yang sementara waktu menghentikan menerima jamaah umrah karena mencegah masuknya virus Corona, membuat Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) tidak begitu khawatir.
Hal itu disebabkan karena masih ada alternatif negara lain untuk menyalurkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau yang dulu disebut Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Baca Juga : Peduli Covid-19, Hawai Grup Sumbang Ratusan APD ke Pemkot Malang
Salah satu PJTKI yakni PT. Fortunatama Insani yang menaungi para PMI menyebut di Arab Saudi sebelumnya sudah dimoratorium sejak 2015, dan telah menghentikan TKI dari Indonesia itu untuk penggunaan perorangan. Baru dibuka kembali 1 Oktober 2019 kemarin, itu pun satu kanal.
Satu kanal sendiri dalam arti hanya satu agency yang boleh merekrut dan tidak sembarangan, kemudian tidak boleh melalui sponsor karena harus melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan itu ditunjuk langsung oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).
"Jadi sekarang di desa-desa itu ada penyeleksi dari P3MI, setelah diseleksi nanti akan dikirim ke BLK dan kemudian baru didistribusikan ke PJTKI yang ada. Sebenarnya tidak ada masalah, apalagi baru dibuka kembali, karena permintaan Arab Saudi sendiri ke Indonesia itu sangat banyak ya, di sisi lain orang Indonesia sendiri sangat ramah dan luwes kalau bekerja dan mereka senang," ungkap Direktur PT. Fortunatama Insani, Moch Ula.
Dengan adanya isu tersebut, Ula mengatakan sebenarnya juga hak prerogatifnya dalam negeri Arab Saudi. Meski begitu, pihaknya juga mempunyai alternatif negara lain jika memang di Arab Saudi masih memberlakukan keputusan tersebut.
"Dan saya kira masih ada banyak solusi di balik itu, karena di tempat kami juga banyak permintaan ke Taiwan, Hongkong, Malaysia dan Singapura, jadi masih ada alternatif. Tapi kalaupun memang benar sementara ini belum diperbolehkan, kami akan berikan wawasan kepada PMI misal dengan memberikan alternatif lain dan kami akan bantu oper proses ke negara lain. Tapi jika mereka masih tetap ingin ke Arab Saudi terpaksa juga masih menunggu kebijakan baru," paparnya.
Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf
Untuk diketahui, peminat PMI ke Arab Saudi di Kota Malang tergolong masih rendah. Ula menyebut bahwa peminat ke Arab Saudi masih didominasi oleh masyarakat di daerah tapal kuda seperti Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo dan lain sebagainya.
"Kalau di tempat kami ini jika ke Arab Saudi sementara masih penjajakan karena baru dibuka Oktober 2019, yang kedua peminat ke Arab Saudi ini kebanyakan dari (daerah) tapal kuda atau daerah yang agamis tinggi," jelasnya.
