Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Kiprah Muhammad Bin Abdul Karim Al-Issa dalam Penyebaran Pesan Perdamaian Dunia Islam dan Moderasi Agama

Penulis : Imarotul Izzah - Editor : Lazuardi Firdaus

25 - Feb - 2020, 23:25

Placeholder
Sekjen Rabithah Al-‘Alam Al-Islamy (RAI) Dr Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa. (Foto: Yogi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki/UIN Malang) memberikan gelar doktor kehormatan (Dr. Honoris Causa) kepada Sekretaris Jenderal Rabithah Al-‘Alam Al-Islamy (RAI) Dr Muhammad Bin Abdul Karim Al-Issa di Bidang Ilmu Peradaban Islam.

Pemberian gelar diselenggarakan melalui Rapat Terbuka Senat Universitas di  
lantai 5 Hall Rektorat Kampus I UIN Malang, Selasa (25/02/2020).

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

Dr. Muhammad Bin Abdul Karim Al-Issa merupakan Dr HC yang ke lima di UIN Malang. Salah satu Promotor Alwi Sihab dalam orasinya menyampaikan bahwa promovendus (Dr. Muhammad Abdul Karim Al-Issa) merupakan salah satu tokoh berpengaruh dunia yang tekun memperjuangkan Islam wasathi atau Islam yang rahmatan lil alamin.

"Selama ini Dr. Muhammad Bin Abdul Karim Al-Issa terus berupaya menghadirkan ajaran Islam yang moderat yang jauh dari ekstrimisme," katanya.

Dikatakan Alwi, Muhammad Abdul Karim secara masif telah memberikan banyak kontribusinya terhadap perkembangan baik di sektor ekonomi, pendidikan, dakwah, maupun persoalan sosial budaya.

Kiprah promovendus dalam menyebarkan pesan perdamaian dunia Islam dan moderasi agama memang tidak diragukan lagi. Karya ilmiah Dr Muhammad bin Abdul Karim Al Issa telah menjadi referensi penting di beberapa lembaga pendidikan.

"Beliau juga sering mengikuti short course di berbagai negara. Beliau tokoh yang ramah dan berjuang mengembangkan pendidikan Islam di dunia," ucap Alwi.

Muhammad bin Abdul Karim menjabat sebagai Sekjen RAI (Rabithah Al-Alam Al Islami) atau Liga Dunia Muslim. Liga Islam Dunia kata Prof Alwi adalah lembaga Islam yang paling berpengaruh di dunia. RAI adalah lembaga kerjasama negara-negara Islam non pemerintah yang berperan banyak hal di berbagai sektor.

"Sebagai Sekjen RAI, Beliau menekankan pentingnya keluwesan dan kasih sayang, Islam rahmatan lil alamin. Membangun Islam di era kontemporer tidak mudah, tantangannya dinamis," papar mantan Menteri Luar Negeri itu.

Alwi Sihab menegaskan, Muhammad bin Abdul Karim layak mendapatkan penganugerahan doktor kehormatan dari UIN Malang.

"Saya selaku promotor sepenuhnya mendukung keputusan senat UIN Maliki Malang mengukuhkan beliau sebagai Dr. HC di bidang Ilmu Peradaban Islam," tegasnya.

Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi

Rekomendasi ini, kata Alwi Sihab, berdasarkan pada konstribusi promovendus dalam hal mengukuhkan ajaran Islam yang benar yaitu ajaran yang rahmatan lil alamin guna menangkal pemikiran ekstrim yang menyebarkan kebencian di tengah masyarakat.

Keluasan dan kasih sayang merupakan prinsip ajaran Islam dan dasar ajaran Islam tersebut diperjuangkan oleh Dr. Muhammad Bin Abdul Karim Al-Issa melalui pendidikan Islam yang rahmatan lil alamin sesuai dengan ajaran Alquran dan yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah.

"Promovendus patut menerima gelar kehormatan atas dasar akademik, dengan kiprah beliau dalam menebarkan Islam yang moderat," pungkasnya.

 


Topik

Pendidikan Muhammad-Bin-Abdul-Karim-Al-Issa Universitas-Islam-Negeri-Maulana-Malik-Ibrahim-Malang uin-maliki-malang gelar-doktor-kehormatan Sekretaris-Jenderal-Rabithah-Al-‘Alam-Al-Islamy



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Imarotul Izzah

Editor

Lazuardi Firdaus