Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Peneliti UMM Temukan Pakan Ternak Aman Bebas Residu Kimia dengan Produk Biofarm 5 in 1

Penulis : Imarotul Izzah - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

24 - Feb - 2020, 20:37

Placeholder
Prof Dr Ir Indah Prihartini MP memegang produk temuannya. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Pakan merupakan salah satu hal terpenting dalam suatu usaha peternakan. Namun,  pakan merupakan biaya tertinggi dalam kegiatan budidaya ternak sapi atau kerbau, hampir 70 persen. 

Untuk mengurangi biaya pakan, pemanfaatan limbah pertanian merupakan salah satu langkah jitu untuk mengurangi biaya budidaya. Tetapi, limbah pertanian yang biasa digunakan sebagai sumber pakan ternak belum menjamin nutrisi dan kecernaan yang tinggi. Terlebih, terdapat residu pestisida yang tidak menjamin keamanan pangan dari hasil peternakan.

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

Guru besar bidang nutrisi dan ternak organik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Ir Indah Prihartini MP mencatat, dalam salah satu risetnya terdapat 12 residu organoklorin paling berbahaya pada hasil peternakan. Dalam pengembangannya, ia menemukan bakteri yang dapat mendegradasikan senyawa kompleks bahkan senyawa berbahaya.

Untuk menindaklanjuti riset tersebut, Prof Indah membuat produk bioteknologi. Dia berinovasi dalam produk biofarm 5+1, yang dapat menjawab permasalahan pakan hewan ternak.

"Jadi, dalam satu kemasan biofarm terdapat lima manfaat sekaligus. Yaitu sebagai bionutrisi, imunobiotik, biofermentasi, probiotik dan prebiotik. Bakteri probotik yang saya gunakan juga sudah terkenal dapat mendegradasi residu-residu kimia," urai pengajar mata kuliah ilmu dan teknologi pangan tersebut.

Dalam riset yang dilakukan untuk memformulasikan produk, dia menemukan bahwa terdapat mineral makro dan mikro yang diserap oleh hewan ternak. Hal tersebut dapat meningkatkan ketersediaan mineral yang berasal dari protein mikroba. Selanjutnya terdapat senyawa aktif sebagai anti-infeksi untuk menjaga kesehatan ternak.

Jika digunakan dalam starter fermentasi pakan, lanjut Indah, dapat dilakukan dengan mudah, tidak mudah terkontaminasi dan dapat hidup dalam kondisi aerob serta anaerob.

"Jadi peternak tidak lagi harus menutup pakannya dengan sangat rapat. Pakan akan awet, tetap kuning dan bagus. Akan tetapi jika dimakan, akan rapuh dan mudah dikunyah. Sehingga perut cepat kosong dan konsumsi semakin tinggi," papar dosen peternakan ini.

Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi

Fungsi lain yang menjadi pembeda dengan produk yang dijual di pasaran adalah probiotik. Bakteri hidup yang digunakan dapat hidup pada alat pencernaan sapi meskipun dalam keadaan anaerob. Gunanya, lanjut Indah, untuk membantu memperbaiki kondisi rumen. Prebiotik yang digunakan juga dapat menutrisi bakteri hidup di dalam alat pencernaan.

"Sudah 5.000 produk yang terdistribusikan ke peternak dan perusahaan-perusahaan. Yang terlihat adalah konsumsinya tinggi, ternak lebih sehat, dagingnya merah, produksi meningkat baik susu, bobot badan, produksi telur, dan juga tidak bau. Cukup efisien juga, karena 1 liter biofarm dapat mengolah 1 ton pakan atau bisa untuk 1.000 liter air," bebernya.

Tidak berhenti dalam produk ini. Saat ini Prof Indah beserta 12 mahasiswanya sedang mengoptimasikan dan uji produksi untuk simbiotik powder. Banyaknya permintaan dari perusahaan dan peternak untuk memformulasikan dalam bentuk powder membuat mereka  ingin memproduksinya dalam 2 tahun yang akan datang. Hal ini dikarenakan dalam bentuk powder dapat mempermudah perlakuan, pengiriman dan penyimpanan bagi peternak. 

 


Topik

Pendidikan malang berita-malang malang-hari-ini Pakan-Ternak-Bebas-Residu-Kimia-di-Malang Universitas-Muhammadiyah-Malang Peneliti-UMM-Prof-Dr-Ir-Indah-Prihartini-MP



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Imarotul Izzah

Editor

Sri Kurnia Mahiruni