Sejarawan dan Jurnalis MalangTIMES, Pipit Anggraeni (kiri) bersama para sejarawan. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Sejarawan dan Jurnalis MalangTIMES, Pipit Anggraeni (kiri) bersama para sejarawan. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Telah lahir buku biografi Mayor Jenderal Imam Soedja'i, tokoh perjuangan Malang dan Lumajang yang mempertahankan kemerdekaan dari serangan bangsa asing.

Buku tersebut ditulis oleh Sejarawan dan Kepala Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Cabang PDI Perjuangan Lumajang, Mansur Hidayat.

Bertempat di Museum Mpu Purwa (Sabtu, 22/2/2020), sejumlah sejarawan melakukan bincang buku biografi tersebut bertajuk Sinau Sejarah "Mengawal Malang Sedari Pendudukan Jepang hingga Revolusi".

Salah satu sejarawan dan jurnalis MalangTIMES Pipit Anggraeni menjadi salah satu narasumbernya.

Tak sendiri, sejumlah sejarawan ternama juga menjadi narasumber bincang tersebut. Yakni Mansur Hidayat itu sendiri, Ketua Umum YAPETA (Yayasan PETA) Tinton Soeprapto, dan Dosen Pascasarjana FEB Universitas Brawijaya dan Ketua Yayasan Rumah Peneleh Dr Aji Dedi Mulawarman.

Dalam paparannya Pipit menyampaikan, meski sumbangsihnya untuk pergerakan rakyat dari revolusi Indonesia begitu besar, nama Imam Soedja'i tak banyak dikenal masyarakat luas.

"Sementara literasi di buku juga masih belum banyak," katanya.

Pipit sendiri mengaku menggali tentang Imam Soedja'i melalui senior-seniornya.

"Beliau adalah sosok yang low profile, semangat juangnya besar. Dan banyak menginspirasi kami anak muda," ucapnya.

Pipit mengungkapkan, dirinya salut dengan perjuangan Mansur dalam menulis buku tentang tokoh sebesar itu.

"Menggali data sampai 1,5 tahun. Saya sendiri kalau disuruh penelitian selama itu angkat tangan," candanya.

Lantaran sulit, literasi soal Imam Soedja'i banyak data didapat dari lisan. Maka dari itu, kata Pipit, buku ini masih harus dikritisi lagi.

"Intinya buku ini masih harus dikritisi lagi karena ada beberapa unsur yang perlu dikuatkan. Terlebih kebanyakan sumber dari lisan meskipun ada banyak dokumen sangat kuat," paparnya.

"Tapi sudah bisa dipastikan Imam Soedja'i adalah tokoh yang berpengaruh," tegasnya.

Lebih lanjut Pipit menjelaskan, tidak ada penjelasan mengapa tokoh Imam ini seakan tak tercatut dalam sejarah. Barangkali, kata dia, tertutup oleh peristiwa besar.

"Tapi ini jadi PR besar dan tamparan bagi para sejarawan. Mungkin ada beberapa yang tahu tapi sulit menyampaikan," terangnya.

Pipit berharap, melalui buku ini, tokoh Imam Soedja'i ke depan bisa dikenal khalayak yang lebih luas.

"Terutama oleh pelajar, mahasiswa, dan secara umum anak muda," tandasnya.