MALANGTIMES - Sat Brimob Polda Jatim, saat ini menjalankan Operasi Aman Nusa II. Operasi tersebut digelar karena adanya kontijensi dalam penanganan bencana, baik sesudah bencana maupun pada saat terjadinya bencana.
Untuk itu, atas instruksi dari Dansat Brimob Polda Jatim, Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmika SIK, Sat Brimob menggembleng kesiapan maupun kemampuan para personel Brimob dalam Operasi Aman Nusa II, salah satunya adalah kemampuan penyiapan logistik makanan. Upaya tersebut dilakukan Sat Brimob Polda Jatim dengan perlombaan masak.
Baca Juga : Ditemukan Sepatu, Kaus Kaki, Topi di Dekat Hilangnya Pendaki Gunung di Kota Batu
Seperti halnya yang terlihat di markas Mako Ki 2 Yon B Pelopor. Bukan biasanya para personel memegang persenjataan, pisau sangkur maupun berjibaku dengan bom, hari ini beberapa personel Brimob harus berjibaku dengan bahan makanan dan peralatan masak memasak.

Hal ini bukan tanpa alasan. Sebab, selain harus lincah dalam strategi bertempur ataupun melakukan penjinakan bom serta hal lainnya, para personel Brimob juga dilatih kesiapan atau kemampuan dalam penyiapan logistik, khususnya makanan.
Dalam situasi darurat misalnya kondisi bencana, makanan menjadi hal penting yang harus disiapkan dalam posko siaga bencana. Di situ harus terdapat orang-orang atau personel yang harus mampu menyajikan makanan yang sehat dan bersih untuk para korban bencana maupun relawan penolong.
"Di sini kita kan juga sudah punya mobil dapur umum dan selaras dengan Operasi Aman Nusa II mengenai kesiapsiagaan bencana alam, salah satunya kita persiapkan melalui lomba memasak ini agar para personel yang bertugas pada dapur umum bisa menyiapkan makanan untuk para korban maupun para relawan," ungkap Danyon B Pelopor AKBP Tedy Purnanto SIK melalui Wadanki 4B Pelopor Satbrimobda Jatim, Iptu Nono Sugiono (17/2/2020).
Sementara itu, lebih detail pada teknis lomba memasak, ia menjelaskan jika terdapat beberapa jenis makanan yang diperlombakan. Yakni makanan seperti rujak, rawon, lodeh, lodo, sate dan soto.

Nantinya setiap peserta akan secara acak mendapatkan jenis menu makanan yang akan dimasak. Sehingga mereka tidak bisa menentukan makanan apa yang mereka masak karena sudah ditentukan.
Baca Juga : Polisi Obrak Balap Liar di GOR Ken Arok, 207 Remaja Disanksi Senam Malam
"Jadi nanti diacak. Mereka tidak bisa milih. Misalkan mereka dapat masak soto di situ sudah siap dengan segala bumbu," jelasnya.
Dalam perlombaan tersebut, 14 tim terdiri dari Team Kompi Khusus, Team Den Gegana dan Satbrimob Polda Jatim ikut dalam perlombaan memasak.
"Kriteria penilaiannya adalah kehigienisan, kreativitas, cita rasa, tampilan, keterampilan masak dan ketepatan waktu," pungkasnya.
