Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Mengeluh Masuk Angin, Personel SAR Pencarian Balita Diduga Hanyut Meninggal

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

15 - Feb - 2020, 01:10

Placeholder
Jenazah salah satu anggota tim SAR saat dievakuasi ke RSSA Malang.

MALANGTIMES - Kabar duka menyelimuti petugas gabungan pencari bocah 3,5 tahun Moh Rafa Alfaris yang diduga hanyut terbawa arus Sungai Bodo di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Salah satu anggota tim SAR pencari bocah tersebut meninggal dunia.

Petugas tersebut bernama Buana Desembriardi Hidajat, warga Jagir, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya. Dia  meninggal dunia akibat riwayat penyakitnya kambuh, Jumat (14/2/2020) siang.

Baca Juga : Sehari 9 Korban Covid-19 di Surabaya Meninggal, Gubernur Minta Contoh Magetan Tekan Kasus

”Informasinya memang ada salah satu anggota SAR meninggal dunia. Jenazah sudah dibawa ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang). Rencananya akan dikebumikan di Surabaya,” kata Kapolsek Karangploso AKP Effendi Budi Wibowo. Dia menambahkan  bahwa almarhum meninggal diduga karena riwayat penyakit jantung.

Terpisah, Koordinator Lapangan Basarnas Surabaya Ainul Makhdin menjelaskan bahwa Buana ditemukan meninggal dunia di kamar mandi basecamp Gimbal Alas di Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkadang, Kota Malang.

”Almarhum ditemukan dalam kondisi tengkurap di kamar mandi. Korban memang sudah tua dan kabarnya punya penyakit jantung,” ucap Ainul.

Sesaat sebelum ditemukan meninggal dunia, pria 53 tahun itu terlibat dalam pencarian Rafa. ”Iya, kemarin memang sempat ikut penyisiran. Mungkin karena kelelahan, akhirnya jantungnya kambuh,” ujar Ainul.

Sebelum dikabarkan meninggal,  personel SAR dari tim Gimbal Alas itu pulang ke basecamp usai melakukan pemantauan dan pencarian di kawasan sungai di Karangploso, Kamis (13/2/2020).

Keesokan paginya, Jumat (14/2/2020) Buana mengeluh sakit. Dia mengeluh  masuk angin. Tidak lama setelah itu, Buana pergi ke kamar mandi. Namun hingga beberapa jam kemudian, korban tak kunjung keluar dari kamar mandi.

Khawatir, rekan korban yang ada di basecamp akhirnya berinisiatif  mendobrak pintu kamar mandi. Saat terbuka, barulah diketahui korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi terkapar di lantai kamar mandi.

Baca Juga : Pasien Positif Covid-19 Meningkat, Polres Malang Ancam Warga yang Tolak Pemakamannya

Kejadian ini akhirnya dilaporkan ke kepolisian. Dengan menggunakan ambulans, jenazah dibawa ke RSSA Malang sebelum  dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

”Saya mewakili relawan dan tim SAR mengucapkan turut berbela sungkawa sekaligus terima kasih atas dedikasinya selama ini,” tutup Ainul.

 


Topik

Peristiwa malang berita-malang Mengeluh-Masuk-Angin Personel-SAR Pencarian-Balita-Diduga-Hanyut-Meninggal Kabar-duka-menyelimuti-petugas-gabungan hanyut-terbawa-arus-Sungai Desa-Ngijo Kecamatan-Karangploso Kabupaten-Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

Sri Kurnia Mahiruni