Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin saat menyapa masyarakat di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Rabu (12/2/2020).
Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin saat menyapa masyarakat di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Rabu (12/2/2020).

MALANGTIMES - Pemerintah Jawa Timur tenga gencar menekan angka stunting. Melalui Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jawa Timur, Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin melakukan Monitoring Evaluasi (Monev) Stunting dan Kematian Ibu dan Bayi (KIB) di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Rabu (12/2/2020).

Baca Juga : Hari Ini Pasien Positif Covid-19 Capai 4.839 Kasus, Ada 139.137 Orang Dalam Pantauan

Hal itu dilakukan oleh Arumi sebagai langkah-langkah antisipatif dalam menangani kasus stunting. Arumi hadir di tengah masyarakat di sana lantaran angka stunting di sana dirasa tinggi.

“Saya hadir di Desa Pujon Kidul ini untuk monev, melihat di sini angka stunting agak tinggi ya. Baik itu stunting atau KB,” ungkap istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak ini.

Ia menjelaskan jika ciri-ciri stunting dilihat dari kasat mata adalah perkembangan anak yang tidak produktif. “Bagi kami penting sekali dalam penanganan stunting ini untuk mendukung program pemerintah,” katanya.

Ia meminta kepada ibu-ibu agar setiap anak untuk biasakan sarapan pagi yang teratur. “Harapannya kami bagi ibu-ibu agar memperhatikan pola asuh anak dan gizi yang seimbang,” ujar ibu dua anak ini.

Untuk menekan angka stunting ada banyak upaya yang bisa ditempuh. Salah satunya dengan memaksimalkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Baca Juga : Kabar Baik, Satu Pasien Positif Covid19 Tulungagung Dinyatakan Sembuh

“Upaya yang bisa dilakukan itu banyak, mulai dari KRPL-nya, pastinya di sini banyak banget, Melihat banyak lahan yang bisa digunakan untuk KRPL. Banyak potensi untuk menekan di sini,” imbuhnya.

Tidak hanya saja untuk menekan angka stunting lanjut Arumi, perlu juga adanya perubahan pola hidup masyarakat. “Sesuatu yang kurang baik perlu diubah,” jelas Arumi.

Selain juga terkait penekanan angka kematian ibu dan bayi, menurutnya Kader PKK harus terus melakukan pendampingan bagi ibu hamil terutama yang berisiko tinggi.