Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah terkait persebaran Covid-19 di Indonesia dengan mimbar konferensi bertuliskan #TidakMudik, Selasa (14/4/2020). (Foto: BNPB)
Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah terkait persebaran Covid-19 di Indonesia dengan mimbar konferensi bertuliskan #TidakMudik, Selasa (14/4/2020). (Foto: BNPB)

MALANGTIMES - Persebaran Covid-19 di Indonesia nampaknya terus mengalami peningkatan, jumlahnya selalu mengalami fluktuatif yang besaran angkanya masih terbilang tinggi. 

Seperti perkembangan kasus pasien positif Covid-19, per hari ini (14/4/2020) saja terjadi penambahan jumlah pasien yang angkanya menurun dibanding dengan hari kemarin. 

Achmad Yurianto selaku Juru Bicara Pemerintah mengenai Covid-19 menuturkan, bahwa terjadi penambahan kasus pasien positif Covid-19 yang tersebar di 13 provinsi yang ada di Indonesia.

"Ada penambahan kasus baru sebanyak 282, sehingga total menjadi 4.839," ucap Achmad Yurianto saat Konferensi Pers di Kantor BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Jakarta, Selasa (14/4/2020) sekitar pukul 15.45 WIB.

Sebaran 13 provinsi tersebut yakni DKI Jakarta (130), Jawa Tengah (75), Jawa Timur (35), Sulawesi Selatan (9), Bali (6), DI Yogyakarta (5), Kepulauan Riau (5), Sumatera Utara (5), Banten (4), Kalimantan Selatan (3), Sumatera Barat (3), Jambi (1) dan Sumatera Selatan (1). 

Provinsi Jawa Timur masih sama dengan hari kemarin, yakni tetap menduduki peringkat ketiga setelah Jawa Tengah dan DKI Jakarta. 

Achmad Yurianto menyebutkan bahwa pengujian antigen berbasis PCR (Polymerase Chain Reaction) juga telah dilakukan di lebih dari 32 laboratorium. Terkait spesimen yang telah diperiksa dengan metode ini berjumlah puluhan ribu terlaporkan. 

Baca Juga : Kabar Baik, Satu Pasien Positif Covid19 Tulungagung Dinyatakan Sembuh

Pada hari ini untuk pengujian antigen berbasis real time PCR dilaksanakan di lebih dari 32 laboratorium.

"33.678 spesimen yang sudah kita periksa. Ada 31.628 orang dan hasil positif 4.839 orang, hasil negatif adalah 26.789 orang. Sementara kelompok yang termasuk dalam kategori orang dalam pemantauan sampai saat ini, sudah tercatat 139.137 orang," paparnya. 

Sementara itu untuk perkembangan kasus pasien yang berhasil sembuh jumlahnya meningkat dua kali lipat dari hari kemarin, yakni total per hari ini 426 orang berhasil sembuh.

"Ada kasus sembuh 46 orang, kalau kita lihat distribusi terbesar DKI sudah sembuh 163 orang, kemudian di Jawa Timur 76 orang sembuh, kemudian di Jawa Barat ada 23 pasien sembuh, kemudian Sulawesi Selatan 33 pasien sembuh demikian juga di provinsi yang lainnya," ucap Achmad Yurianto.

Untuk persebarannya sendiri meliputi sembilan provinsi di Indonesia yakni, DKI Jakarta (21), DI Yogyakarta (12), Jawa Timur (3), Kalimantan Selatan (3), Kalimantan Barat (2), Sulawesi Selatan (2), Sumatera Utara (1), Jawa Barat (1) dan Bali (1). 

Sedangkan untuk kasus pasien yang meninggal akibat Covid-19, jumlahnya meningkat hampir tiga kali lipat dari jumlah kemarin yakni dengan 60 kasus meninggal per hari ini (14/4/2020). 

"Angka kematian bertambah dengan 60 orang pada hari ini, sehingga totalnya menjadi 459," ungkap Achmad Yurianto.

Sebarannya terdapat di delapan provinsi di Indonesia yakni DKI Jakarta (37), Jawa Timur (11), Kepulauan Riau (4), Sumatera Barat (2), Jawa Tengah (1), Sulawesi Tengah (1) dan Lampung (1). Terlihat Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat kedua setelah DKI Jakarta dalam jumlah angka kematian per hari ini.

Achmad Yurianto menambahkan bahwa setelah didalami mengenai perkembangan kasus pasien yang meninggal dunia terdapat penyakit komorbid yang menjadi dasar kasus meninggal dunia.

"Diantaranya kita melihat bahwa faktor penyakit hipertensi, penyakit sesak nafas karena ada kelainan pada paru-paru, bisa disebabkan karena asma, bisa disebabkan karena TBC, ini juga menjadi penyebab meninggalnya kasus-kasus Covid-19. Termasuk diantaranya adalah diabetes," bebernya. 

Lebih lanjut, Achmad Yurianto menegaskan bahwa dengan tidak bepergian merupakan pilihan yang paling bijaksana, bagus dan tepat di saat wabah pandemi Covid-19 sedang menyerang Indonesia.

"Tidak bepergian kemanapun, baik ke rumah saudara apalagi ke desa. Karena saudara-saudara kita, orang tua kita di desa adalah kelompok-kelompok yang rentan, yang apabila terinfeksi penyakit ini akan mengalami keburukan yang cepat dan kemudian akan berakibat fatal," tegasnya. 

Masyarakat terus diimbau agar terus melawan Covid-19 dengan meningkatkan imunitas, makan makanan yang bergizi, sabar, tenang, istirahat yang cukup dan teratur, tidak panik dan memunculkan perasaan yang gembira. 

Serta tidak lupa agar selalu menerapkan anjuran Pemerintah yakni dengan jaga jarak, pakai masker, jangan sentuh mata hidung mulut sebelum mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir sampai bersih.