Klarifikasi dari CyberPolri di Twitter 2018 silam. (Foto: istimewa)
Klarifikasi dari CyberPolri di Twitter 2018 silam. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Video bullying atau perundungan siswa yang viral dan menjadi perbincangan di aplikasi pesan WhatsApp baru-baru ini tidak terjadi di Indonesia, melainkan di Malaysia. Bahkan, aksi kekerasan tersebut terjadi tahun 2013 silam.

Saat itu, sebuah akun Twitter @YCH7168 mengunggah video ini pada  4 Februari 2018 lalu. Unggahan tersebut mendapat 2.336 retweets dan 742 likes.

"Mohon @Kemdikbud_RI menelusuri di sekolah mana ini terjadi. Sebengis inikah siswa sekarang?" ucapnya.

Mengklarifikasi video tersebut, akun resmi Dittipidsiber Bareskrim Polri @CCICPolri mengatakan bahwa aksi tersebut terjadi bukan di Indonesia. "Kejadian sepertinya bukan di Indonesia. Menurut info ada di Malaysia dan kejadian tahun 2013 yang lalu," kata Polri.

CCICPolri juga menyematkan link yang  berisi informasi lengkap akan aksi tersebut. Link-nya bertuliskan "https://www.melvister.com/2013/04/punca-sebenar-kes-buli-ketua-kelas-smk-tun-hussein-onn.html."

Jadi, kejadian itu terjadi pada jenjang SMK di Malaysia. Namun, ketika link dibuka, informasi yang dimaksud sudah tidak tersedia.

Tak hanya akun @CCICPolri. Bahkan akun resmi TNI Angkatan Udara pun mengklarifikasinya. "Maaf, sepertinya ini kasus bullying di Malaysia tahun 2013," ujar akun @_TNIAU beserta link tersebut.

Video tersebut menampakkan seorang siswa yang badannya ditendang dan kepalanya dipukul bertubi-tubi oleh teman-temannya. Si korban tampak hanya pasrah. Sementara para pelaku malah tertawa di hadapan kamera.

Pada awalnya, korban dirangkul oleh seorang pelaku (memakai seragam putih lengan panjang tanpa dasi) dan diarahkan ke pojokan ruang kelas. Sementara dua siswa lain yang juga pelaku tertawa sambil menghadap ke kamera.

Korban tampak memakai seragam lengkap (termasuk dasi) dan mengenakan tas punggung.

Setelah itu, pelaku yang berseragam lengan panjang tadi melepas seragamnya. Kini, ia hanya memakai kaus, seragam celana panjang, dan sepatu.

Pelaku tampak berkacak pinggang sambil menghadap ke kamera. Korban diam saja. Sementara yang lain, yakni siswa berkacamata, berpose di depan kamera, diikuti oleh satu siswa yang lain.

Pada detik ke 0,40, pelaku berkaos menendang perut korban dengan lututnya. Lalu ia memukul bagian kepala korban dengan siku. Layaknya orang yang jago bela diri, si pelaku menendang wajah pelaku dengan lututnya dua kali.

Selanjutnya, kepala bagian kanan (telinga) korban ditonjok tiga kali. Korban tak berdaya dan berusaha melindungi kepalanya, namun si pelaku menendang dadanya dua kali.

Dengan keras, kepala bagian kanannya ditonjok lagi dua kali. Lalu, kepala bagian belakang dipukul lagi dengan siku tiga kali. Sambil melompat, pelaku menendang kepala pelaku dengan lutut dua kali.

Tak puas dengan kekerasan yang diarahkan kepala, bagian belakang kepala korban kembali dipukul dengan siku lalu ditonjok. Tonjokan itu dilakukan berkali-kali. Terlihat, korban tak berdaya di pojokan. Punggungnya juga ditendang. Kakinya pun tak lepas dari sasaran.

Pelaku lain pun berdatangan. Badannya agak besar dan memakai tas. Ia memukul punggung korban yang menghadap pojokan ruangan. Saat itu, pelaku pertama terus memukul korban bertubi-tubi. Ia bahkan sampai melayangkan tempat sampah ke korban.

Satu lagi pelaku bertambah, yakni siswa bercelana pendek. Ia memukul korban berkali-kali. Kaki korban juga menjadi sasaran.

Di akhir video, pelaku pertama yang berkaus sempat tersenyum lebar ke kamera.