TPU Sukun Nasrani yang akan segera dibuatkan buku. (doc MalangTIMES)
TPU Sukun Nasrani yang akan segera dibuatkan buku. (doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sebentar lagi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pemakaman Umum (UPT PPU) akan segera memiliki sebuah buku yang mengulik sejuta kisah tentang Kuburan Londo atau yang lebih dikenal TPU Sukun Nasrani.

Nantinya buku yang berjudul "Membedah Koeboeran Londo Soekoen" tersebut bakal mengulas seputar sejarah adanya TPU Sukun Nasrani. Termasuk siapa saja para tokoh yang dimakamkam di situ.

"Nantinya dalam buku tersebut juga akan diulas tokoh-tokohnya, kapan meninggalnya, kemudian apa peranannya dalam pembangunan peradaban di Kota Malang," ungkap Takroni Akbar, kepala UPT PPU melalui staf UPT PPU Hariani.

Lebih lanjut Hariani menjelaskan, dalam proses penyusunan buku tersebut, saat ini data-data tokoh yang diperlukan telah berhasil dikumpulkan tim penulis. Tokoh-tokoh yang masuk di buku merupakan tokoh-tokoh yang memang dimakamkan di TPU Sukun Nasrani dan juga tokoh yang mempunyai peran penting dalam pembangunan peradaban Kota Malang.

"Saat ini telah terkumpul 200 data tokoh-tokoh untuk nantinya dimasukkan ke dalam buku. Sudah lengkap dan saat ini tinggal melakukan pengetikan buku. Kami sudah kerja sama dengan beberapa komunitas untuk penyusunan ini," jelas dia.

Mengenai mekanisme dalam pencetakan buku, rencananya  nanti akan dibuat secara berseri atau berjilid. Dan dalam setiap jilidnya, paling tidak terdapat 15 tokoh yang akan diulas secara gamblang dan detail.

"Sehingga kami targetkan per tahun bisa mencetak buku untuk keberlanjutan edisi selanjutnya. Kalau sementara pencetakan direncanakan sekitar 100 buku. Untuk  kapan pengetikan hingga pencetakan, saat ini masih kami koordinasikan lagi bersama tim, menunggu waktu yang tepat," beber Hariani.

Setelah tercetak, nantinya buku-buku tersebut akan didistribusikan kepada instansi-instansi pemerintah maupun instansi pendidikan.

"Semoga adanya buku tersebut bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya pemahaman tentang sejarah makam. Selain itu, kami harapkan bisa bermanfaat bagi dunia pendidikan guna menambah wawasan mengenai sejarah makam di Kota Malang beserta tokoh-tokoh yang dimakamkan di Kota Malang," pungkas Hariani.