Ilustrasi Joker (Ist)
Ilustrasi Joker (Ist)

MALANGTIMES - Para aktor Hollywood turun ke jalan bersama para demonstran. Bak adegan film Joker di ujung cerita, orang-orang menyuarakan kegelisahannya atas berbagai kebijakan yang merusak tatanan kehidupan. 

Mengusung tema Fire Drill Friday, para aktor kawakan Hollywood, seperti Joaquin "Joker" Phoenix, Jane Fonda, Martin Sheen, Maggie Gyllenhaal dan Susan Sarandon, larut bersama para demonstran menyuarakan keprihatinan atas perubahan iklim saat ini.

Baca Juga : Kisah Mbah Ginten, Nenek Renta yang Hidup Sebatang Kara di Pelosok Kabupaten Malang

Tak hanya sekedar pencitraan, mereka tercatat sebagai para aktivis lingkungan hidup yang vokal. Pembangkangan sipil mereka tak hanya berumur jagung dalam menyuarakan kepeduliannya atas semakin rusaknya bumi, akibat kebijakan segelintir manusia di dunia.

Berkali pula mereka ditangkap polisi bersama para pendemo lainnya akibat pembangkangan sipil tersebut. Seperti dalam Fire Drill Friday yang digelar di Washiton DC, sang Joker pun ikut ditangkap setelah berorasi terkait perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan. Bersama sekitar 147 pendemo lainnya oleh United States Capitol Police.

"Terkadang kita bertanya-tanya apa yang bisa kita lakukan dalam perang melawan perubahan iklim, dan ada sesuatu yang bisa kamu lakukan hari ini dan besok, dengan mengubah apa yang kamu konsumsi," ucap  Phoenix seperti dikutip Indie Wire.

"Ada beberapa hal yang nggak bisa aku hindari. Aku terbang mengendarai pesawat (untuk) ke sini hari ini, atau semalam, tapi satu hal yang bisa aku lakukan adalah mengubah kebiasaan makanku," lanjut pemenang Best Actor di ajang Golden Globe. 

Orasi Phoenix yang dikenal sebagai penyayang binatang dan lingkungan hidup. Bukan sekedar lipstik seorang aktor layar lebar saja. Dirinya mampu mempengaruhi gelaran bergengsi Golden Global, ajang setara Oscar, yang tak menghadirkan menu daging. Hanya menu sayuran yang jadi hidangan serta tak ada lagi dalam Golden Globe ke-77 penggunaan plastik sekali pakai dan minuman botolan.

Tak heran pula dalam Fire Drill Friday, Phoenix menyuarakan terkait merubah pola konsumsi masyarakat dalam memerangi perubahan iklim saat ini.

Lantas apa hubungan daging sebagai menu makanan favorit manusia abad ini dengan perubahan iklim yang dicemaskan Joker dan para aktor Hollywood lainnya itu. Sehingga mereka pun rela ditangkap dan disebut melakukan pembangkangan sipil?

Dari berbagai studi seperti yang pernah diterbitkan jurnal Nature, konsumsi daging di dunia telah menghasilkan gas rumah kaca sebagai penyumbang utama perubahan iklim.

Konsumsi daging pun membuat bumi semakin rusak, apalagi dengan prediksi meningkatnya populasi, pendapatan dan urbanisasi dilaporkan akan mendorong peningkatan 78 persen dalam permintaan daging dan makanan laut dari 2017 hingga 2050.

Kondisi itulah yang dicegah oleh para aktivis, baik dari aktor, warga dunia sampai para ilmuwan selama ini. Dimana, dari penelitian pula disebutkan, dunia perlu memangkas asupan dagingnya hingga 90 persen.

Baca Juga : Ketua Banteng Moncong Putih Kabupaten Malang Menangis, Ada Apa?

Asian One menuliskan, hal itu untuk menghindari lumpuhnya kemampuan planet biru yang ditempati manusia dalam mempertahankan produksi pasokan pangan untuk 10 miliar orang di tahun 2050 mendatang.

Kondisi inilah yang membuat para pecinta lingkungan menyerukan adanya pergeseran global dalam mengkonsumsi makanan berupa daging ke nabati. Memotong limbah makanan, dan memperbaiki praktik pertanian dengan bantuan teknologi. Tanpa adanya gerakan besar itu, manusia di dunia akan berhadapan dengan rumitnya ketahanan pangan, kesehatan, dan masalah keanekaragaman hayati. 

PBB melalui Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) juga telah memberikan sinyalemen mengkhawatirkan dengan  pola konsumsi manusia saat ini. Melalui laporannya, 2019 lalu, pertumbuhan populasi global dan perubahan pola konsumsi telah menyebabkan tingkat penggunaan lahan dan air yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kondisi ini perlu dirubah secara masif, khususnya dalam perubahan besar pada kebiasaan bertani dan makan. Anjuran Joker untuk berhenti mengkonsumsi daging pun, jadi bagian dalam laporan IPCC. Dimana, perubahan pola makan dari daging ke nabati atau makanan yang berasal dari hewan yang berkelanjutan dapat membebaskan jutaan kilometer persegi tanah pada 2050.

Dave Reay Profesor Manajemen Karbon di Universitas Edinburgh, juga menyampaikan perubahan iklim terlihat dari suhu udara permukaan tanah yang baik dua kali lipat dari suhu rata-rata global, yaitu 0,87 derajat Celcius. Hal itu menyebabkan  lebih banyak gelombang panas, kekeringan, hujan lebat, degradasi tanah, dan penggurunan.

“Ini masalah besar yang sempurna. Lahan terbatas, populasi manusia yang bertambah, dan semuanya terbungkus selimut darurat iklim yang mencekik,” ujarnya yang juga menyampaikan, bahwa akan ada lebih banyak gangguan pada rantai makanan global ke depannya dikarenakan cuaca ekstrem dari perubahan iklim.

Maka, Phoniex pun rela ditangkap kepolisian hanya untuk menyuarakan terkait perubahan pola konsumsi makanan daging ke makanan nabati. 

"Terkadang kita bertanya-tanya apa yang bisa kita lakukan dalam perang melawan perubahan iklim, dan ada sesuatu yang bisa kamu lakukan hari ini dan besok, dengan mengubah apa yang kamu konsumsi," sabda Joker.