Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto (Ist)
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto (Ist)

MALANGTIMES - Tubuh tinggi besarnya bergetar. Menahan air mata yang meminta untuk ditumpahkan. Suaranya yang biasa menggelegar bergetar oleh isak. Walau sekuat tenaga ditahannya, akhirnya tumpah juga air mata itu.

Begitulah pemandangan yang terpampang di sebuah Minggu (5/4/2020). Saat sosok yang familiar di masyarakat itu tak kuasa menahan tangisnya. Dia adalah Didik Gatot Subroto, ketua DPRD Kabupaten Malang yang juga calon wakil bupati Malang pada pilkada serentak dari PDI Perjuangan.

Baca Juga : Ringankan Beban Masyarakat, Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Malang Relakan Gaji Pokok

Peristiwa yang tak biasa itu dipicu saat pria yang juga menjabat ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang itu beserta rombongan mengunjungi Rumah Asuh Anak dan Lansia (RAAL) Griya Asih di Desa Ngamarto, Kecamatan Lawang.

Kunjungan dalam agenda penyerahan bantuan sosial yang diinisiasi partai banteng moncong putih itu merupakan wujud kepedulian di tengah pandemi virus covid-19 yang dampaknya melumpuhkan perekonomian masyarakat. 
Bantuan  kini menjadi sangat penting bagi sebagian masyarakat yang secara ekonomi benar-benar dibuat babak belur oleh covid-19 ini.

Pada momen itu pula, Didik Gatot dalam sambutannya terisak dan menangis melihat 20 orang lansia dan 13 anak-anak di RAAL Griya Asih. Melihat para penghuni RAAL yang kehidupannya 'kurang beruntung' di tengah-tengah gemerlapnya kehidupan di luar yang serba kecukupan bahkan berlebihan.

“Di saat kami bisa makan, saudara-saudara kami ternyata ada yang harus kami perhatikan. Ini termasuk menjadi kewajiban saya," ucapnya terbata-bata, menahan Isak.

Bantuan yang dibawa berupa setengah ton beras dan beberapa dus mi instan. Menurut Didik, hanya bantuan yang tentunya tak berlimpah.
"Hati kami sebenarnya ingin memberikan lebih dari ini. Semoga bantuan yang sedikit ini bisa membantu. Semoga bisa membantu paling tidak untuk satu bulan ini,” ujarnya.

Dia melanjutkan bahwa pihaknya ingin berbuat lebih banyak dengan kondisi di tengah pandemi covid-19 ke masyarakat. "Dampaknya luar biasa dalam keseharian kita. Kami bersama-sama pengurus partai ingin berbuat. Walau tak bisa memberi banyak,  semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkannya," imbuh Didik Gatot.

Seperti diketahui, PDI Perjuangan melakukan berbagai inisiasi di tengah pandemi covid-19 di Kabupaten Malang dengan aksi sosial yang digalangnya. Mengajak segenap unsur lain di masyarakat, partai besutan Megawati Soekarnoputri -yang melabuhkan pilihannya dalam kontestasi 5 tahunan yang jadwalnya diundur karena corona ke Sanusi-Didik Gatot-berbuat bersama membantu sesama.
Hasil dari penggalangan itu pun telah menghasilkan 45 ton beras yang didistribusikan ke elemen masyarakat yang membutuhkan. RAAL Griya Asih, Lawang, menjadi salah satu sasaran bantuannya.

Baca Juga : Penerawangan Wirang Birawa, Pulau Jawa Diselimuti Kabut Putih

Terpisah, Suprawoto, bendahara RAAL Griya Asih, benar-benar merasakan keharuan atas sentuhan itu. Dirinya menyampaikan bahwa penghuni RAAL yang berusia 7 tahun hingga ada yang 102 tahun, sangat berterimakasih dengan kedatangan rombongan dari PDI Perjuangan itu.

"Ini sangat membantu kami meringankan beban. Tuhan mengutus mereka, termasuk Pak Didik. Tuhan menunjukkan masih ada orang-orang baik," ujarnya dengan rasa terima kasih atas bantuan yang menurut Didik Gatot belum bisa berlebih itu.

Suprawoto pun melanjutkan, dengan bantuan itu pihaknya tak khawatir lagi tak makan.  "Kami jadi tidak khawatir lagi tidak makan. Kami sangat berterimakasih,” tandasnya.