Reynhard Sinaga. (Foto: Greater Manchester Police)
Reynhard Sinaga. (Foto: Greater Manchester Police)

MALANGTIMES - Pemberitaan Inggris kini sedang ramai membahas soal Reynhard Sinaga, seorang pria asal Indonesia yang melakukan perkosaan berantai terhadap 48 pria. Mahasiswa S3 di Inggris ini dijatuhi hukuman seumur hidup oleh Pengadilan Manchester.

Berikut ini 10 fakta mengerikan soal Reynhard Sinaga yang dihimpun oleh MalangTIMES.

1. Melakukan Aksi Bejatnya ke 190 Orang

Selama rentang waktu dua setengah tahun (1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017), Reynhard terlibat dalam 159 kasus perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban pria. Di antara 159 kasus tersebut terdapat 136 perkosaan, di mana sejumlah korban diperkosa berkali-kali.

Pejabat dari unit kejahatan khusus, Kepolisian Manchester Raya, Mabs Hussain, mengatakan bukti menunjukkan kemungkinan korban dapat mencapai 190 orang, termasuk 48 orang yang kasusnya telah disidangkan melalui empat persidangan terpisah mulai Juni 2018 sampai Desember 2019.

2. Tidak Menunjukkan Penyesalan

Hakim Suzanne Goddard dalam putusannya (Senin, 6/1/2020) menggambarkan Reynhard sebagai "predator seksual setan" yang tidak menunjukkan penyesalan.

Sejak awal persidangan, Reynhard selalu mengatakan hubungan seksual itu dilakukan atas dasar suka sama suka.

Dilansir dari BBC, usai mendengar putusan hukuman, Reynhard terlihat tidak bereaksi. Bahkan, pada saat pemutaran video aksi bejatnya di beberapa komputer, Reynhard tidak menunjukkan ekspresi apa pun. Sesekali ia tampak sedikit menunduk untuk mencatat dan sering menyisir rambutnya yang sebahu dengan jari-jarinya sambil memiringkan kepala ke sisi kiri.

Pejabat konsuler KBRI, Gulfan Alfero, menyampaikan bahwa Reynard tidak terlihat dalam kondisi stres.

"Saya tiga kali bertemu [di penjara], Reynhard tak terlihat dalam kondisi stres. Dia happy , sehat, tenang, dia tahu kasus yang dihadapi. Dia tidak menyampaikan penyesalan karena dia menyatakan tidak bersalah dan tidak merasa terbebani atas kasusnya. Dia terlihat biasa biasa saja," kata Gulfan dikutip dari BBC.

3. Memfilmkan Semua Aksinya hingga 3,29 Terabyte

Reynhard Sinaga memfilmkan semua aksinya dengan ponsel miliknya. Dilansir dari laman The Crown Prosecution Service is responsible for criminal prosecutions, saat polisi Greater Manchester memeriksa beberapa perangkat Reynhard Sinaga mereka menemukan 3,29 terabyte materi video yang ia rekam saat melakukan aksinya.

Menurut polisi hal ini setara dengan 250 DVD atau 300.000 foto yang semuanya menggambarkan serangan seksual yang berlangsung dalam satu kasus.

Dalam persidangan terungkap, rekaman tindak perkosaan yang dipertontonkan ke para juri, berdurasi mulai dari sekitar satu jam sampai lebih dari enam jam.

Kepala unit kejahatan khusus, Kepolisian Manchester Raya, Mabs Hussain mengatakan bukti video yang direkam melalui dua telepon genggam Reynhard seperti halnya menyaksikan "1.500 film DVD".

6. Membius Korban dengan Obat GHB

Reynhard Sinaga melakukan tindak perkosaan di apartemennya di pusat kota Manchester. Ia mengajak korban ke tempat tinggalnya dan membius mereka dengan obat yang dicampur minuman beralkohol.

Reynhard memasukkan obat yang dicurigai adalah GHB (gamma hydroxybutyrate), obat bius yang menyerang sistem syaraf.

Semua kecuali dua korban Sinaga, tidak menyadari bahwa mereka telah dilecehkan secara seksual. Jaksa mengatakan bahwa itu karena ia menggunakan obat GHB 'chemsex' tersebut yang bisa membius korbannya sampai koma.

7. Mengambil Barang Korban untuk Kenang-kenangan

Kata polisi, Reynhard juga disebutkan mengambil barang-barang milik korban, termasuk jam, kartu identitas, dan mengambil gambar profil akun Facebook dari sebagian besar korban sebagai trofi (kenang-kenangan).

9. Mengaku Melakukan Hubungan Seks dengan Kurang Lebih 200 Orang

Gulfan Afero, koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI London, sempat berbicara "dari hati ke hati" dengan Reynhard di penjara. Ia mengakui dirinya gay. Dan menyatakan kepada Gulfan dirinya melakukan hubungan seks dengan kurang lebih 200 orang dalam kasus ini. Jumlah ini, dalam pengamatan hampir klop dengan yang didata polisi berdasarkan bukti rekaman video 193 orang.

10. Berpendidikan dan Rajin Beribadah

Keterangan polisi menyebutkan ia adalah seorang homoseksual. Tiba di Inggris pada Juni 2007 dengan visa pelajar dan mengambil S2 sosiologi di Universitas Manchester dengan disertasi tentang "Gay Asia Selatan, pria biseksual di Manchester".

Dikutip dari Telegraph dan The Guardian, Reynhard tiba di Inggris pada 2007 lalu untuk belajar pascasarjana di Manchester University. Setelah lulus, ia mengambil S3 di Universitas Leeds.

Dikutip dari BBC, Reynhard digambarkan (pihak keluarga) sebagai anak yang baik, rajin beribadah, rajin ke gereja. Di sisi lain, Reynhard cerdas, lulusan arsitektur, dua magister di Universitas Manchester dan S3 di Universitas Leeds.