MALANGTIMES - Dalam kurun waktu dua hari (Kamis-Jumat, 19-20/12/2019), dua mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) tewas tenggelam saat berwisata.
Mahasiswa pertama yakni Frans Sihar Aditya Nababan (18 tahun) dari program studi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dan berasal dari Bogor.
Baca Juga : Beredar Proposal Skripsi "Hak Istimewa Luhut Binsar Pandjaitan", Ini Klarifikasi Unsoed
Frans Nababan terseret ombak di Pantai Watu Leter, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Kamis (19/12/19).
Jumat (20/12/2019) malam sekitar pukul 21.15 WIB, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Warga asal Bogor, Jawa Barat, itu ditemukan dalam kondisi mengambang tak bernyawa di sekitar titik koordinat S 8°26'36" dan E112°38'50, tempat pertama korban terseret arus.
Mahasiswa kedua juga dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UB yakni Jibril Muhammad.
Jibril tenggelam saat berwisata di pemandian Sumber Jenon, Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jumat (20/12/2019).
Salah satu pengunjung menemukan Jibril tergeletak tak berdaya di dasar perairan Sumber Jenon. Kondisinya belum meninggal saat diselamatkan lalu semakin kritis dan akhirnya meninggal saat dirawat di RSUD Kota Malang, Jumat (20/12/2019) tengah malam).
Kebenaran akan identitas Jibril sebagai mahasiswa FPIK UB dibenarkan oleh Kepala Humas UB Kotok Gurito.
"Iya betul, mahasiswa Jibril Muhammad maba (mahasiswa baru) FPIK 2019," katanya kepada MalangTIMES saat dihubungi melalui WhatsApp, Sabtu (21/12/2019).
Kotok menambahkan, Jibril pergi ke Sumber Jenon bersama teman-temannya dalam rangka liburan. Bukan kegiatan kampus.
Baca Juga : Kilas Balik Jejak Covid-19 di Kota Malang Hingga Pengajuan Status PSBB
Sama halnya dengan Jibril, Frans pun pergi ke Pantai Watu Leter bersama teman-temannya dalam rangka liburan.
Hal ini sempat disampaikan oleh Staf Ahli Wakil Dekan 3 bidang Kemahasiswaan FPIK UB, Angga Wira Perdana, Jumat (20/12/2019).
"Pribadi (bukan acara kampus). Info yang kami dapat karena ini sudah selesai UAS jadi mungkin mereka sepertinya refreshing, rekreasi," katanya.
Menanggapi dua kejadian ini, mewakili universitas Kotok menyampaikan agar mahasiswa lebih berhati-hati jika pergi ke pantai selatan, pegunungan, atau tempat wisata lainnya.
"Saya sudah komunikasi dengan Mas Dhira (Humas FPIK) untuk memberikan sosialisasi kepada mahasiswa agar berhati-hati jika pergi ke pantai selatan, pegunungan, atau tempat wisata lainnya. Apalagi sekarang musim hujan," tuturnya.
Sementara itu, hingga saat ini belum ada tanggapan dari pihak fakultas.
MalangTIMES sudah menghubungi Dhira selaku Humas FPIK sejak pukul 14.11 WIB, namun hingga berita ini ditulis masih belum ada respons.
