Pohon Makadamia yang disebut tanaman masa depan dan di-posting oleh Gubernur Jatim (Ist)
Pohon Makadamia yang disebut tanaman masa depan dan di-posting oleh Gubernur Jatim (Ist)

MALANGTIMES - Masyarakat kembali diramaikan dengan adanya postingan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawangsa melalui instagram pribadinya @khofifah.ip. Tapi, keramaian itu bukan terkait persoalan pemerintahan secara langsung, tetapi soal kacang. 

Dalam unggahan tersebut, Khofifah mengulas tentang peluang besar bagi masyarakat dengan budidaya tanaman kacang. Bukan kacang tanah atau kacang hijau yang banyak ditanam petani-petani di Indonesia, melainkan kacang makadamia. 

Baca Juga : Teori Baru Bermunculan di Tengah Pandemi Corona: Media Tebar Propaganda, Ciptakan Panik, Ending-nya Krisis Ekonomi

Harga kacang makadamia saat ini relatif mahal. Pasalnya, jenis kacang tersebut dibanderol hingga Rp 450 ribu per kilogram. Harga yang nyaris sama dengan harga per gram emas muda ini, membuat banyak masyarakat terperangah.

Kacang yang asalnya dari Australia dan baru ditanam di Indonesia tahun 1971 ini menjadi yang termahal di dunia. Dengan harga mencapai Rp 450 ribu sampai setengah juta per kilogramnya, kacang makadamia memang sulit ditemukan dengan mudah di pasaran.

Kacang Makadamia

Selain itu, budidaya kacang makadamia memang membutuhkan waktu lama hingga bisa panen, yakni mencapai 7-10 tahun sebelum menghasilkan kacang. Kacang makadamia juga memiliki kulit yang sangat keras, membuatnya berbeda dari kacang pada umumnya.

Dilansir dari Flora of Australia : Macadamia, serta diteruskan melalui laman Wikipedia, nama kacang ini diambil dari nama sang penemu yaitu John Macadam. Rekan kerja Ferdinand von Mueller yang pertama menemukan kacang ini pada tahun 1857. 

Terdapat dua jenis kacang macadamia yang bisa dikonsumsi, yaitu Macadamia Integrifolia dan Macadamia tetraphylla. Sedangkan spesies kacang makadamia lainnya tidak dapat dinikmati karena mempunyai biji yang beracun.

Kacang Almond

Mahalnya harga kacang inilah yang membuat Khofifah pun menyebarluaskannya kepada masyarakat. Sehingga, diharapkan bisa dibudidayakan dan menjadi mata pencaharian. Pasalnya, kacang Makadamia ini telah lama juga ditanam di Bondowoso, Jatim maupun di Kota Batu. 

"Tanaman makadamia ini  bisa menghasilkan keuntungan sekitar Rp 1 miliar - Rp 1,2 miliar di luas lahan satu hektar," tulisnya.

Selain kacang makadamia yang kini ramai diperbincangkan masyarakat, ada dua jenis kacang lain yang masuk sebagai termahal dalam famili Proteaceae dan genus Macadamia F Muell. Yakni kacang almond yang berasal dari tanaman Prunus Dulcis dan hidup di daerah Timur Tengah.

Baca Juga : 'April Fools Day Canceled', Seruan Tak Bikin Lelucon di Tanggal 1 April Karena Virus Corona

Dihargai Rp 200-250 ribu per kg-nya, kacang almond atau juga disebut buah badam ini ternyata juga memiliki sejarah menarik. Selain rasanya yang memang telah dikenal enak di dunia. 

Kacang almond menurut beberapa sumber muncul pada zaman perunggu. Dalam sebuah penelitian, ditemukan buah almond dalam makam Tutankhamun di Mesir yang telah diimpor dari Levant. 

Kacang Pistachio

Hal ini menunjukkan bahwa almond sudah dikonsumsi sejak zaman sebelum masehi dan masih mendapat tempatnya hingga saat ini.

Kacang termahal lainnya adalah pistachio yang dikenal kaya akan protein tapi rendah kalori. Dihargai sampai Rp 500 ribu per kg-nya, kacang pistachio yang bentuknya mirip kacang almond dan kulit keras menyerupai makadamia, tentunya tak mengecewakan secara rasa dan manfaatnya bagi kesehatan.

Dinamakan Pistachio yang diambil dari bahasa Persia yakni Pisteh atau diartikan makanan terpandang, memperlihatkan asal kacang ini yaitu di daerah Timur Tengah. Sehingga banyak juga yang menamakannya kacang Arab. Kacang ini juga dikabarkan menjadi makanan kesukaan Ratu Shena atau Ratu Bilqis di zamannya.