Ilustrasi Hantu Thuyul. (Foto istimewa)
Ilustrasi Hantu Thuyul. (Foto istimewa)

MALANGTIMES - Hantu perewangan adalah hantu peliharaan. Hantu ini ada bermacam-macam. Biasanya berasal dari makhluk halus orang yang meninggal tak wajar. 

Perewangan dapat diminta melalui perantara seorang dukun. Dukun yang dapat mengundang perewangan adalah dukun perantara (nglantarake). 

Namun, perewangan juga dapat hadir sendiri. Perewangan yang hadir sendiri biasanya lebih tulus dan tak terikat kontrak apapun. Dia akan membantu manusia dan setelah selesai akan menghilang.

Hantu perewangan hanya diketahui oleh pemiliknya. Hantu itu dapat dimintai tolong dalam berbagai hal. Biasanya, hantu perewangan ditugasi untuk menjadi pembantu dalam bidang pengobatan dan pesugihan. 

Di bawah ini akan ditampilkan beberapa hantu perewangan yang dipelihara orang Jawa dilansir dari buku Dunia Hantu Orang Jawa karya Suwardi Endraswara.

1. Dhenok Dheblong

Dhenok Dheblong adalah hantu anak kecil yang membantu sebagai juru sembuh. Alkisah di wilayah Kartasura ada seorang dukun perewangan. 

Perewangannya berupa anak kecil yang masih menyusu pada ibunya. Konon, perewangan itu berasal dari anaknya sendiri yang menghilang waktu masih bayi.

Tiba-tiba, pada malam Selasa Kliwon bayi itu datang ingin membantu ibunya. Sang Ibu lalu menjadi dukun dan sampai saat ini tidak mempunyai anak. 

Dukun itu dapat menyembuhkan penyakit apa saja. Bahkan dapat melakukan bedah perut tanpa mengeluarkan darah. Dukun itu akan bertindak kerasukan, yaitu bersuara seperti anak kecil. Seusai pengobatan, dukun itu baru normal lagi sebagai orang biasa.

2. Setan Gundhul

Setan Gundhul adalah hantu yang berbentuk manusia kerdil dan kepalanya botak. Warna kulitnya kemerah-merahan. Pandangan matanya bersinar mengerikan. 

Dia bertugas tak jauh beda dengan Thuyul maupun Buta Ijo, yakni mengambil uang. Namun, setan Gundhul kalau mengambil uang tak tanggung-tanggung. 

Seluruh uang milik tetangga akan diambil semuanya. Meski uang dimasukkan ke dalam amplop, tabungan kendi, atau kain juga akan dibawa dengan wadahnya.

3. Thuyul

Thuyul adalah hantu yang berasal dari anak kecil cebol. Untuk itu postur tubuhnya menyerupai anak kecil. Ia ada yang berjenis laki-laki dan perempuan. Ukuran tubuhnya sekitar 50-80 cm, kepalanya gundul, kulitnya coklat kemerahan seperti anak balita.

Thuyul bertugas mengambil uang milik orang lain sedikit demi sedikit tanpa membekas. Tahu-tahu yang mempunyai uang telah kehabisan. Uang itu dikumpulkan pada tempat khusus. Biasanya sebuah kantong yang diberi mori putih dan bunga.

Thuyul sering dipelihara manusia. Maka dalam perilakunya selalu dikomando oleh manusia. Tugas utama tuyul adalah mencari uang, barang, dan surat-surat berharga. 

Kegiatannya dari rumah ke rumah. Pemrograman Thuyul dilakukan oleh orang Jawa yang gila akan kekayaan. Setiap hari Thuyul akan ditarget pemiliknya dalam mencuri.

Dibanding dengan hantu yang lain Thuyul termasuk hantu yang jinak. Dia juga takut pada manusia, terutama yang tahu rahasia Thuyul.

4. Buta Ijo

Buta Ijo adalah hantu untuk pesugihan. Dia berbentuk raksasa berwarna hijau. Figurnya jelas menakutkan. Tugas utamanya adalah mengambil uang dalam jumlah besar. Dia juga dipelihara oleh orang Jawa yang gemar kekayaan duniawi.

Seperti halnya beberapa hantu perewangan lain, Buta Ijo juga membutuhkan sesaji. Hantu ini juga didapat melalui tirakat. Dan orang yang memelihara Buta Ijo memang bisa kaya tiba-tiba. Untuk diketahui, pemeliharaan Buta Ijo biasanya menggunakan wadal atau tumbal berupa nyawa seseorang.

5. Menthek

Menthek adalah hantu sejenis anak kecil yang biasa menghuni area persawahan. Dia gemar memakan belalang. Biasanya ia muncul menjelang matahari tenggelam.

Dia dapat memindahkan biji padi ke tempat sawah orang lain. Padi-padi yang dipindahkan akan kosong. Itu sebabnya, pada saat orang Jawa panen selalu membuat tradisi wiwit. 

Tradisi wiwit berupa sesaji yang diletakkan di sawah kemudian diperebutkan. Sesaji ini diperuntukkan bagi pencegahan hantu Menthek dan sekaligus untuk memuja dewi pertanian, Dewi Sri.