Screenshots dari video penuturan dari dr. Tjatur Prijambodo , M.Kes selaku Ketua Divisi Penelitian dan Kesmas MPKU PW Muhammadiyah Jawa Timur mengenai ikhtiar dalam menyikapi wabah pandemi Covid-19. (Foto: Facebook MPKU PW Muhammadiyah Jawa Timur)
Screenshots dari video penuturan dari dr. Tjatur Prijambodo , M.Kes selaku Ketua Divisi Penelitian dan Kesmas MPKU PW Muhammadiyah Jawa Timur mengenai ikhtiar dalam menyikapi wabah pandemi Covid-19. (Foto: Facebook MPKU PW Muhammadiyah Jawa Timur)

MALANGTIMES - Persebaran Covid-19 di Indonesia kian hari semakin menunjukkan penambahan jumlah korban kasus positif Covid-19 yang peningkatannya cukup signifikan dari hari ke hari.

Beragam upaya pemutusan rantai persebaran Covid-19 telah dilakukan oleh Pemerintah dengan memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar mematuhi dan menjalankan himbauan tersebut.

Tak terkecuali yang dilakukan oleh Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur. Melalui Tjatur Prijambodo selaku Ketua Divisi Penelitian dan Kesmas MPKU (Majelis Pembinan Kesehatan Umum) PW Muhammadiyah Jawa Timur menuturkan bahwa terdapat dua ikhtiar penting yakni ikhtiar medis dan ikhtiar teologis.

"Berikhtiar semaksimal mungkin terkait dengan tataran medis yang sudah sangat kita fahami bersama. Sesungguhnya semua aspek terkait dengan ikhtiar yang dilakukan secara medis bisa juga dikombinasikan dengan ikhtiar-ikhtiar secara teologis," ucap Tjatur dalam video pernyataan yang dibagikan oleh akun facebook MPKU Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Kamis (9/4/2020).

Tjatur merinci kembali mengenai ikhtiar medis yang sudah seharusnya dilakukan oleh seluruh masyarakat Indonesia salah satunya tentang penggunaan masker.

"Karena penularannya melalui droplet itu maka yang bisa dilakukan adalah dengan memakai masker. Bagi yang sakit maupun yang tidak sakit untuk kondisi saat ini di Indonesia harus menggunakan masker," jelasnya.

Langkah yang kedua adalah dengan sering mencuci tangan agar selalu terhindar dari virus atau bakteri yang bersarang di tangan masyarakat.

"Sering-seringlah mencuci tangan karena ada potensi benda yang kita pegang disitu ada virus Coronanya sehingga bisa menular ke diri kita melalui jaringan mata, hidung dan mulut kita," ujar Tjatur.

Selanjutnya Tjatur juga mengatakan bahwa terdapat teori dalam bidang ilmu kesehatan yang menyebutkan bahwa membutuhkan jarak tertentu untuk mencegah penyebaran sebuah virus dalam hal ini Covid-19.

"Maka dilakulanlah social distancing atau physical distancing menjaga jarak antara satu orang dengan orang yang lainnya," tandasnya. 

Tjatur memberikan rasionalisasi, apabila terdapat salah satu dari beberapa orang yang mengidap, tidak dapat menularkan virus tersebut. Karena virus yang ikut di cairan tubuh yang dikeluarkan melalui hidung atau mulut itu tidak sampai menempel ke orang lain.

Selain hal itu Tjatur juga menyarankan agar semua masyarakat untuk mulai membiasakan diri lagi untuk menghindari kerumunan. Karena dalam kerumunan tersebut, seseorang tidak akan tahu siapa saja yang berpotensi untuk menularkan Covid-19.

Sedangkan untuk ikhtiar teologis, Tjatur menyebutkan bahwa ikhtiar teologis dapat membantu meningkatkan imunitas dalam tubuh seorang manusia, salah satunya mengingat Allah dengan cara berdzikir.

"Di Ar-Ra'du 28 dikatakan bahwa alaa bidzikrillaahi tathma-innul quluub (pada saat kita mengingat Allah hati kita menjadi tenang). Pada saat hati kita tenang, muncul hormon terkait ketenangan, hormon dopamin, hormon oksitosin, hormon edorfin, yang kesemuanya itu dalam perjalanannya akan mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh kita," paparnya dalam video tersebut.

Selain itu juga terdapat ikhtiar teologis dengan cara-cara spiritual yang dapat meningkatkan imunitas pada tubuh manusia.

"Dengan bersedekah, dengan banyak istighfar, dengan menjadi bagian dari orang yang bertakwa, satu ayat yang menjadi kunci dari ini semua adalah, At-Thalaq ayat dua akhir dan ayat tiga awal," jelas Tjatur.

Tjatur juga menyebutkan ayat dari Surat At-Thalaq tersebut beserta maksud dan pengertiannya.

"Mang kaana yu`minu billaahi wal-yaumil-aakhir, wa may yattaqillaaha yaj'al lahụ makhrajaa. wa yarzuq-hu min ḥaiṡu laa yaḥtasib, (Barang siapa yang percaya kepada Allah dan hari akhir, jadilah bagian orang-orang yang bertakwa itu maka Allah akan selesaika, akan beri jalan dari permasalahan yang ada. Dan Allah akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka)," sebutnya. 

Dengan adanya persebaran Covid-19 ini, Tjatur juga menyebutkan terdapat dua golongan besar terkait datangnya wabah pandemi Covid-19, khususnya di Indonesia.

"Virus ini begitu masif persebarannya, karena tidak ada keserentakan dalam menyikapi virus ini. Disisi lain ada sekelompok orang yang begitu takut dengan virus ini, disisi yang berseberangan ada orang yang terkesan meremehkan virus ini," sebutnya. 

Seharusnya dua golongan ini bersatu padu untuk melakukan ikhtiar yang dikombinasi yakni ikhtiar medis dan ikhtiar teologis. Tujuan untuk memutus rantai persebaran Covid-19 serta memohon pertolongan Allah untuk selalu memberikan rezeki yang barokah, berupa kesehatan.