Ketahui Kualitas Air dengan Android Melalui Teknologi Simokular

Dec 09, 2019 06:57
Tampilan aplikasi Simokular. (Foto istimewa)
Tampilan aplikasi Simokular. (Foto istimewa)

MALANGTIMES - Mengetahui kualitas air ternyata sangatlah penting sebelum memanfaatkannya untuk berbagai hal. Sebab, air yang ada di permukaan bumi memiliki kualitas yang berbeda-beda dan masing-masing dapat digunakan untuk keperluan yang berbeda-beda pula. 

Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 1990 mengelompokkan kualitas air menjadi beberapa golongan menurut peruntukannya. Golongan A untuk air minum tanpa diolah terlebih dahulu. Golongan B sebagai bahan baku air minum. Lalu, Golongan C untuk keperluan perikanan dan peternakan. Terakhir yakni Golongan D untuk keperluan pertanian, usaha di perkotaan, industri dan pembangkit listrik tenaga air.

Baca Juga : Butuh Bantuan Polisi, Download Saja Aplikasi Ini, Ada Infromasi DPO Juga di Dalamnya

Permasalahannya, saat ini metode yang digunakan untuk mengukur kualitas perairan sangatlah rumit dan mahal. Selain itu, masyarakat umum juga tidak memahami prosedur pengukuran kualitas air sehingga rawan adanya kesalahan dalam pemanfaatan air.

Masyarakat umum biasanya hanya mengetahui kualitas air baik dan buruk saja. Padahal air yang dianggap baik oleh masyarakat belum tentu layak untuk dikonsumsi.

Oleh karena itu, sekelompok mahasiswa UB membuat SIMOKULAR. SIMOKULAR adalah teknologi yang dapat digunakan sebagai solusi praktis dan memudahkan masyarakat umum untuk mengukur kualitas perairan.

Sekelompok mahasiswa tersebut adalah Axel Elcana Duncan (Teknik Komputer/2016), Muhammad Hafid Khoirul (Teknik Komputer/2016), Anggraeni Budi Pratiwi (Manajemen Sumberdaya Perairan/2017), dan Dhiza Wahyu Firmansyah (Teknik Komputer/2016).

Dijelaskan oleh Axel, Simokular terdiri atas dua sistem, yaitu hardware berbentuk perahu kecil dan software berupa aplikasi smartphone berbasis Android. Dalam proses bekerjanya, hardware diletakkan di atas permukaan air.

"Hardware tersebut memiliki lima sensor yang berfungsi mengukur berbagai parameter kualitas air, meliputi sensor suhu, kecerahan, PH atau derajat keasaman, kedalaman perairan, dan oksigen," terangnya.

Hasil pengukuran oleh hardware tersebut kemudian dikirimkan ke cloud server dan diolah menggunakan teknologi machine learning agar bisa menghasilkan informasi yang mudah dipahami oleh masyarakat awam.

"Setelah itu, pengguna dapat membuka aplikasi smartphone yang telah terinstal dan informasi hasil pengukuran akan ditampilkan secara realtime pada interface aplikasi android," imbuhnya.

Baca Juga : Riliv, Aplikasi Konseling dan Meditasi Online untuk Kamu yang Depresi

Ia menyatakan, sistem pada SIMOKULAR dirancang mampu mengklasifikan kualitas air dalam tiga kategori, yaitu baik, sedang, dan buruk.

"SIMOKULAR mampu mengklasifikan jenis air tersebut dengan terlebih dahulu memasukkan 36 data air dengan kualitas berbeda-beda. Nah, dari jumlah tersebut terdapat 10 data kualitas air baik, 14 data kualitas air sedang, dan 12 data kualitas air buruk," katanya.

Data tersebut didapatkan melalui hasil sensing masing-masing sensor pada jenis perairan yang berbeda. Hasil sensing sensor tersebut lalu dicatat dan dikategorikan pada masing-masing class.

Untuk diketahui, SIMOKULAR berhasil mendapat penghargaan dalam beberapa kompetisi tingkat nasional dan internasional. Di antaranya lomba Science Project INVASI 2019 di Bali (02/11/2019), lomba Internation Invention & Innovative Competition (InIIC) Series 2 2019 di Selangor, Malaysia (02/11/2019), dan lomba Internet of Things ELINATION 2019 di Yogyakarta (10/10/2019).

Axel menyampaikan, dalam masing-masing kompetisi dirinya dan tim juga dibantu oleh beberapa mahasiswa UB untuk mendapatkan hasil yang optimal. Mereka adalah Kezia Amelia Putri (Teknik Komputer/2017), Ammar Waliyuddin Jannah (Teknik Komputer/2016), Yohanna Fransiska Aladina (Teknik Informatika/2017), Izzah Linatul Khariroh (Budidaya Perairan/2017), Indri Wahyu Maylisa (Budidaya Perairan/2017) dan Aruma Hamida (Budidaya Perairan/2016).

Topik
Teknologi SimokularMengetahui kualitas airMahasiswa UB

Berita Lainnya

Berita

Terbaru