App Riliv. (Foto: istimewa)
App Riliv. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Kesehatan bukan hanya soal fisik atau jasmani saja. Kesehatan mental juga tidak kalah penting dibanding kesehatan fisik.

Statisik menunjukkan, kurang lebih 14 juta penduduk Indonesia mengalami depresi. Banyaknya penderita ini tidak sebanding dengan jumlah psikolog yang tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan.

Baca Juga : Keren! Ini Robot untuk Sterilisasi dan Disinfeksi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Keadaan ini juga masih diperparah dengan buruknya pandangan masyarakat terhadap masalah kejiwaan yang berakibat pada keenganan untuk berobat dan berakibat pada depresi maupun masalah mental lainnya yang semakin parah.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan kesehatan mental ini, Audy Cristopher Herli bersama Audrey Maximilian Herli, merilis sebuah aplikasi yang fokus pada pemulihan mental bernama Riliv.

Audy adalah salah satu alumni jurusan Teknik Industri angkatan 2009, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya. Sedangkan Maxy merupakan alumni Prodi Sistem Informasi, Universitas Airlangga.

Riliv adalah sebuah perusahaan start-up yang meluncurkan aplikasi dengan nama yang sama. Riliv adalah aplikasi meditasi dan konseling secara daring dengan psikolog profesional untuk kesehatan mental yang lebih baik.

Melalui Riliv, duo pendiri ini berupaya memberikan alternatif perawatan kesehatan mental, yang digabung dengan teknologi agar mudah dijangkau oleh banyak orang.

"Tujuannya agar semua orang Indonesia bisa sehat mental. Masalah yang terjadi adalah persebaran tenaga psikolog yang terbatas dan jumlahnya kurang merata, harga perawatan yang belum terjangkau bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, dan stigma yang masih ada bahwa orang ke psikolog itu aneh, dibuat bahan bercandaan, atau merasa terintimidasi. Maka dari itu kami membuat 2 solusi yaitu mindful meditation dan online konseling", jelas Audy.

Mindful meditation adalah fitur yang dapat digunakan pengguna untuk meditasi dan menenangkan diri, mengatur kecemasan, amarah, stress dan lainnya.

Sedangkan konseling adalah fitur kuratif untuk membantu pengguna bercerita lewat pesan singkat ke psikolog profesional yang berpengalaman dan berlisensi dari Himpunan Psikologi Indonesia.

Aplikasi ini bisa diunduh melalui Google PlayStore atau melalui situs Riliv.co.

Baca Juga : Keren! Ini Robot untuk Sterilisasi dan Disinfeksi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Untuk semakin mengampanyekan kesehatan mental, Riliv melakukan berbagai kampanye secara online melalui sosial media, bekerja sama dengan Visinema Pictures, influencer serta mengadakan berbagai acara.

"Tahun ini, kami akan fokus untuk membantu 270 juta warga Indonesia mendapatkan akses kesehatan mental yang efektif, terjangkau dan bebas stigma. Saat ini penggunanya sudah ratusan ribu dan data dijamin anonim", katanya.

Mendatang, baik Audy dan Maxy akan mengembangkan potensi dari aplikasi ini.

"Kami ingin membuat bisnis yang bukan sekedar fokus di ekonomi, tapi benar-benar membuat solusi yang belum ada di sini dan bisa menyelesaikan masalah yang masih dianggap tabu atau sulit diselesaikan yaitu kesehatan mental," imbuh dia.

Melalui Riliv, Audy dan Maxy masuk dalam jajaran daftar nama Forbes Asia 30 Under 30. 30 under 30 Asia adalah daftar nama 30 pemuda berprestasi di bawah umur 30 tahun. Untuk berada dalam daftar ini, ada berbagai kriteria yang harus dipenuhi, salah satunya mampu membawa perubahan bagi dunia melalui inovasi atau prestasi.

Melalui Riliv, Audy dan Maxy masuk dalam kelompok 30 Under 30 Asia untuk kategori Socioentrepreneur and Philantrophy. 30 nama ini telah melalui proses seleksi oleh reporter dan dewan juri dari negara se-Asia Pasifik.