Hantu Genderuwo. (Foto istimewa)
Hantu Genderuwo. (Foto istimewa)

MALANGTIMES - Indonesia merupakan negara yang kaya. Indonesia kaya akan berbagai macam etnis, suku, ras, budaya, bahasa, adat istiadat, agama, dan tak terkecuali hantu.

Ya, hantu!

Hantu khas Indonesia tak kalah menakutkan dibandingkan hantu-hantu negara lain. Indonesia memiliki keanekaragaman hantu di tiap daerahnya. Salah satu daerah yang memiliki beragam jenis hantu adalah Jawa.

Ada banyak jenis hantu memedi di Jawa. Di antaranya genderuwo, wewe, banaspati, dan lampor. Mau tahu selengkapnya? Ini dia 14 jenis hantu memedi Jawa sebagaimana dilansir dari buku Dunia Hantu Orang Jawa karya Suwardi Endraswara.

1. Genderuwo

Genderuwo memiliki postur tubuh yang amat besar, berwarna hitam kemerah-merahan. Di kalangan masyarakat Jawa, ia dikenal sebagai "hantu mesum" atau "hantu hidung belang". Disebut demikian karena kegemarannya menggoda perempuan. Terutama ibu-ibu rumah tangga yang kesepian.

Kegemaran genderuwo adalah berkeliaran malam hari. Tempat sepi, pohon besar, batu yang berair adalah kesukaannya.

2. Wewe

Wewe tergolong hantu tua. Ia merupakan istri genderuwo. Dia sering menggendong anak kecil dan menempati suasana sepi dan gelap. Biasanya ia gemar memakai pakaian serba putih. Wewe akan menyambar anak-anak yang berjalan sendirian di waktu sore. Wewe semacam ini dinamakan wewe putih atau wewe gombel.

3. Kemamang

Kemamang adalah hantu yang berupa pijaran api banyak sekali pada suatu tempat. Api akan tampak pada kejauhan, kira-kira 1 km. Namun ketika didekati, api tersebut berpindah-pindah tempat. Kadang-kadang di belakang orang yang melihat, kadang di depannya, di samping, dan seterusnya. Hantu ini akan hilang dengan sendirinya ketika yang melihat sampai di rumah atau tujuan.

4. Banaspati

Banaspati adalah hantu berkepala api yang menyala terus-menerus. Wujudnya raksasa besar. Dia berjalan menggunakan kedua tangan, posisi kepala terbalik, kaki di atas. Yang melihat akan segera takut dan menghindari api.

5. Thethekan

Thethekan adalah hantu berwujud raksasa kecil berkepala kera. Sesuai namanya, dia sering memanjat pohon-pohon dan menabuh tambur serta kentongan di malam hari. Tabuh-tabuhan itu digunakan untuk menakut-nakuti orang lewat. Sesekali, ia juga melemparkan potongan-potongan kayu ke belakang atau ke depan orang lewat.

6. Ongklek-Ongklek

Ongklek-ongklek, hantu malam hari yang juga menempati pohon dekat kuburan. Hantu ini sering mengayun-ayunkan pohon untuk menakut-takuti orang lewat. Ayunan tadi sampai bersuara: "klek-klek-klek". Bahkan, kalau yang diayunkan pohon bambu, akan dirobohkan ke tanah, lalu dikembalikan lagi. Begitu seterusnya.

7. Welwok

Welwok adalah hantu dari perubahan roh ibu hamil yang meninggal secara tak wajar. Kalau ada ibu hamil yang tercebur ke sungai, minum racun tikus, dan dibunuh orang lain, akan menjadi hantu ini. Hantu ini sangat berbahaya karena akan berusaha balas dendam. Wujudnya wanita yang hanya mengenakan pakaian setengah badan dan agak kotor.

8. Jerangkong

Jerangkong adalah hantu yang berupa tengkorak dan tulang. Ia berjalan-jalan di kegelapan. Hantu ini merupakan bentuk perubahan wujud dari orang tua yang dibunuh anaknya. Jerangkong akan menampakan diri kepada anak cucu. Dia hanya tampak sekejap. Tugasnya melulu menakut-nakuti anggota keluarganya, terlebih si pembunuh. Yang unik, dia mau membangunkan orang tidur dan menggoda. Bahkan, hantu ini bisa memadamkan listrik dan berjalan di kegelapan.

9. Glundhung Pringis

Glundhung Pringis adalah hantu berkepala, tanpa perut, dan berekor usus. Kepala botak itu menggelinding seperti buah kelapa. orang yang melihat hantu ini akan terperanjat dan menjerit. Jika kejiwaan seseorang tak tahan, akan jatuh sakit. Hantu ini sebenarnya tak akan menyakiti, melainkan hanya menakut-nakuti.

10. Umbel Molor

Umbel Molor adalah hantu malam hari yang menakut-nakuti anak-anak. Hantu ini sekadar mempertontonkan kotoran dari hidung saja. Kadang-kadang kalau diganggu juga balik mengejar.

11. Lelepah

Lelepah adalah hantu kurus dan agak tinggi. Dia gemar makan ikan mentah. Karena itu sering dijuluki dengan ungkapan, "Lelepah pakanane iwak mentah." Itulah sebabnya kita dilarang memakan daging mentah. Sebab, daging mentah itu menjadi kesukaan lelepah. Dia juga gemar di dapur. Karena itu, kalau ada orang Jawa yang mempunyai hajat (ewuh), biasanya dibuatkan sesaji klacen yang di dalamnya harus dilengkapi irisan daging mentah.

12. Lampor

Lampor adalah hantu yang keluar pada malam hari. Hantu ini terus berjalan dan amat banyak. Dari kejauhan tampak seperti barisan orang membawa lampu (oncor). Nyala lampu itu hilang sesaat kemudian muncul lagi. Begitu seterusnya.

Hantu ini memang tampak di kejauhan. Jika didekati, hampir tak ada apa-apa. Biasanya hantu lampor merupakan prajurit hantu.

13. Citnonong

Citnonong adalah hantu semacam tuyul. Kepalanya nonong. Dia sering mengganggu orang yang bekerja apa saja. Wataknya usil.

14. Thongthongsot

Thongthongsot adalah hantu berbadan manusia berkepala hewan. Hantu ini akan menggoda orang-orang yang menduduki jabatan, tetapi hatinya tidak bersih. Itulah sebabnya, suatu saat hantu ini bisa mengganggu kursi yang diduduki pejabat kotor. Kalau pejabat tadi melembur pekerjaan dan ternyata seorang koruptor besar, kursinya akan digoyang-goyangkan. Kursi tadi dapat juga diberi sebaran duri hingga menyebabkan luka yang duduk.