Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Eskrima menjadi salah satu seni bela diri yang kini tengah banyak digandrungi. Anak-anak hingga dewasa sangat dimungkinkan untuk mempelajari seni bela diri yang berasal dari Filipina ini. Pasalnya, gerakan dasar menggunakan tongkat yang diajarkan akan dapat menstimulus seseorang untuk lebih cekatan dan tanggap menghadapi situasi, terutama sebuah kejahatan.

Guru Muda Eskrima Nusantara Jawa Timur, Kiky Rizky Lubis menyampaikan, ada banyak trik yang harus dikuasai oleh siapa saja yang hendak belajar eskrima. Salah satu yang paling mendasar adalah gerakan perlawanan dalam kondisi yang mendesak. Khususnya bagi perempuan, agar melakukan gerakan membentengi diri sebelum akhirnya membuat perlawanan.

Dia menjelaskan, ada tiga trik mendasar yang dia sarankan untuk dipraktikkan dalam kondisi berbahaya. Pertama adalah menyakiti lawan terlebih dahulu kemudian tangkap lawan, dan hajar. Langkah selanjutnya adalah disarankan agar melarikan diri dan tak lakukan perlawanan lebih jauh.

"Sakiti, tangkap, hajar, lalu melarikan diri. Khusunya perempuan harus perhatikan kekuatan fisik," katanya pada MalangTIMES di sela kelas berlatih Eskrima belum lama ini.

Saat kondisi terdesak, dia menyarankan agar melakukan perlawanan dengan menyakiti pelaku kejahatan. Cara menyakiti salah satunya adalah melakukan tangkisan pada bagian dalam tangan yang juga berfungsi sebagai sebuah tangkisan. Karena dalam kondisi itu, pelaku akan merasa terkejut.

Ketika lawan merasa terkejut, maka akan ada waktu melakukan pembelaan diri dengan menghajar atau memukul lawan. Dia menyarankan untuk memukul area vital yang akan membuat lawan merasa kesakitan. Diantaranya adalah bagian pelipis, leher atau tenggorokan, perut, hingga paha dalam dan urat nadi.

"Sekali lagi yang harus diingat, saat lawan lengah maka kita harus lari," imbuh Kiky.

Dia menjelaskan, seni bela diri eskrima ini mengajarkan agar tak hanya fokus pada senjata lawan. Melainkan lebih menyerang fisik seseorang. Sebab bela diri eskrima ini juga memiliki trik khusus yang menguntungkan seseorang dengan fisik kecil. Itu sebabnya, eskrima saat ini mulai banyak digandrungi oleh kalangan perempuan.

Sebab ada beberapa keuntungan yang akan dimiliki oleh perempuan saat berlatih eskrima. Diantaranya seperti mampu mengetahui karakter senjata saat melawan penjahat. Perlawanan dengan senjata tak hanya terbatas pada benda besar seperti tongkat, melainkan beberapa hal yang biasa di bawa di dalam tas.

"Seperti bulpoin, senter, payung, dan binder bisa dijadikan senjata. Ketika dibekali latihan menggunakan senjata, maka akan dilatih kelenturan tangan menggunakan senjata jenis apapu. Termasuk bulpoin dan payung tadi, bahkan smartphone juga bisa," jelasnya.

Dalam kondisi tertekan, dia menyarankan agar perempuan tak teriak. Melainkan berfikir jernih dengan memanfaatkan senjata seadanya yang ia pegang saat itu. Saat diserang, maka langkah utama adalah membentengi diri dengan menyakiti lawan dan dilanjutkan dengan menangkap lalu menghajar lawan, dan terakhir melarikan diri.

"Sakiti, tangkap, hajar, dan melarikan diri," pungkasnya.