Dua orang siswa SD Islam Sabilillah praktik menyalakan lampu. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Dua orang siswa SD Islam Sabilillah praktik menyalakan lampu. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Masalah lingkungan yang dihadapi dunia kini tidak main-main. Kondisi lingkungan kian memprihatinkan. Dan dari waktu ke waktu terus mengalami penurunan. Gejala-gejala alam juga menunjukkan hal itu telah nampak semakin jelas.

Beberapa yang dirasakan di Indonesia di antaranya suhu bumi semakin tinggi, musim sulit diprediksi, bencana banjir silih berganti, kerusakan habitat alam, kepunahan tumbuhan dan hewan, dan lain-lain.

Apabila manusia tidak ingin memperparahnya, pendidikan lingkungan sejak dini mutlak dilakukan. Terlebih ke generasi muda.

Penerapan pendidikan lingkungan sejak dini inilah yang juga dilakukan oleh PT Sharp Electronics Indonesia dengan SD Islam Sabilillah Malang dalam CSR bertajuk Sharp Mobile Learning Station (SMLS).

Sejumlah 130 siswa kelas 4 menerima materi terkait pendidikan lingkungan, Sabtu (16/11/2019). Materi pendidikan lingkungan tersebut juga dihubungkan dengan teknologi. Misalnya terkait bahaya listrik, penghematan listrik, bahkan cara pembuatan surya panel.

"Kita pengen anak-anak Indonesia tidak gagap teknologi. Namun selain mengenal teknologi, mereka juga bisa mengimbanginya dengan kegiatan pelestarian lingkungan," ucap Senior PR & Brand Communications Manager PT Sharp Electronics Indonesia, Pandu Setio.

Diberikannya materi soal pelestarian lingkungan dan teknologi ini sebab teknologi yang semakin berkembang dinilai akan berakibat fatal apabila tidak diimbangi dengan lingkungan yang baik.

"Kalau teknologi semakin berkembang tidak ditunjang dengan lingkungan yang baik pasti akan berakibat fatal terhadap lingkungan dan terhadap keberadaan manusia di bumi juga," terangnya.

Atas dasar itulah maka para siswa yang notabene generasi muda diberikan pemahaman soal teknologi dan lingkungan.

"Kita juga ingin memberi pemahaman bahwa elektronik tidak selalu bisa memberikan dampak negatif. Ada banyak hal positif selama kita melakukannya dengan benar," imbuhnya.

Diadakan dengan fun, sistem belajar mengajar yang diberikan berkonsep interaktif. Mereka mendapatkan materi seputar lingkungan dan listrik lewat kuis berhadiah permainan hingga praktik langsung. Selingan berupa tarian juga dihadirkan untuk mengembalikan fokus siswa dan siswi.

Selain itu, anak-anak juga diberi fasilitas perpustakaan keliling. Buku-buku yang disediakan tak jauh dari seputar pengetahuan alam, lingkungan, dan beberapa bacaan hiburan.

"Ada juga perpustakaan keliling di mana kita ingin meningkatkan minat baca terhadap anak-anak karena kita tahu anak-anak sekarang sudah mulai melupakan budaya membaca buku. Mereka lebih banyak main game," paparnya.

Diharapkan Pandu, dengan adanya kegiatan ini maka awareness atau kesadaran anak-anak terhadap lingkungan dan teknologi semakin tinggi. Jadi, mereka bisa lebih mengetahui bagaimana cara melindungi bumi dan melestarikan lingkungan sesuai dengan usia mereka.

"Mungkin dampaknya tidak berlangsung instan hari ini. Tapi mereka akan terus mengingatnya hingga dewasa kelak," tandasnya.

Siswa kelas 4 SD itupun sebenarnya sudah memperoleh materi soal teknologi dan lingkungan. Namun, kegiatan ini tentu makin memperkuat pengetahuan mereka.

"Materinya ini sangat diperlukan untuk anak-anak SD dan ini sehubungan dengan program yang ada di sekolah yaitu Semerbak, Sekolah Menyenangkan, Bersih, Rapi, dan Berkarakter," ungkap Kepala SD Islam Sabilillah, Nunik S Hariarti.

Harapan Nunik, dengan adanya kegiatan ini nantinya siswa siswi makin mempunyai kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya.

Di SD Islam Sabilillah sendiri, pendidikan lingkungan dilakukan berbasis pembiasaan dengan program Semerbak tersebut.

"Jadi anak-anak punya karakter untuk menjaga lingkungan sekolah sejak dini. Dari mulai buang sampah, kemudian merapikan dan menata alat-alat sekolahnya di kelas, kemudian merapikan alat-alat belajarnya di kelas, sampai pada bakti bakti sosial ke luar sekolah," bebernya.

Soal penerapan pendidikan lingkungan dalam teknologi, siswa SD Islam Sabilillah melakukannya melalui ekstrakurikuler robotika.

"Di sana teknologi-teknologi yang dipelajari anak-anak dikembangkan ke arah untuk menjaga lingkungan juga. Mereka pernah belajar sikat pembersih otomatis," ungkapnya.

Disinggung soal mengapa Sharp juga memilih Kota Malang untuk memberikan pendidikan lingkungan terhadap anak-anak, SPV Sharp Surabaya Aditya Oktavianto mengungkapkan, sebab kontribusi Malang untuk Jawa Timur cukup besar.

"Ini adalah salah satu apresiasi kami terhadap loyalitas konsumen di Malang. Kontribusi Malang untuk Jawa Timur cukup besar yakni 30 persen," tukasnya.