Tersangka Saiful Muminin alias Ipul beserta barang bukti hasil curian saat diamankan polisi (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Tersangka Saiful Muminin alias Ipul beserta barang bukti hasil curian saat diamankan polisi (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Apa yang dilakukan Saiful Muminin alias Ipul warga Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir ini sungguh keterlaluan. 

Bagaimana tidak, jika kebanyakan orang pergi ke masjid untuk beribadah, pria 20 tahun itu justru mendatangi masjid untuk melancarkan aksi pencurian.

”Tersangka Ipul yang baru saja diamankan jajaran kepolisian Polsek Wagir ini, memang seorang pelaku spesialis pencurian. Selain menyasar tempat ibadah, tersangka juga pernah melancarkan aksi pencurian di beberapa rumah warga, toko, dan sekolahan,” kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, Minggu (22/9/2019).

Berdasarkan data dan hasil penyidikan yang dihimpun polisi, lanjut Ainun, tersangka Ipul ini sudah pernah melancarkan aksi pencurian di belasan lokasi yang berbeda. 

Dimana 6 TKP pencurian diantaranya, dilakukan tersangka di beberapa Mushola dan Masjid yang ada di wilayah Kecamatan Wagir.

”Ketika beraksi di masjid dan mushola tersebut, tersangka mengaku mencuri uang yang ada di dalam kota amal dengan cara merusak gembok. Enam aksi pencurian uang di kotak amal tersebut, terjadi disepanjang tahun 2018,” terang perwira polisi dengan pangkat tiga balok dibahu ini.

Ainun menambahkan, selain gemar mencuri uang didalam kotak amal. 

Tersangka Ipul juga pernah melancarkan aksi pencurian di rumah warga yang belokasi di sekitar masjid Al Hidayah, Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir.

Dalam aksi pencurian yang terjadi pada tahun 2018 ini, tersangka kedapatan mencuri handphone di tiga rumah warga yang berada di sekitar masjid Al Hidayah. 

”Hasil dari menyatroni tiga rumah warga yang ada di kawasan masjid ini, tersangka mengaku mendapatkan satu unit handphone di masing-masing rumah,” imbuh Ainun.

Selain menyasar rumah yang ada di sekitar bangunan masjid, Rumah Dinas Puskesmas Wagir yang berlokasi di Desa Parangargo, Kecamatan Wagir juga pernah dijadikan lokasi sasaran pencurian. 

Di sana pelaku mengaku mencuri sejumlah uang dan perhiasan.

Hal serupa juga dilakukan tersangka di sebuah rumah yang beralamat di Gang Mawar Dusun Tenggulungan, Desa Mendalanwangi Kecamatan Wagir. 

Saat melancarkan aksinya, pelaku berhasil membawa kabur satu unit handphone dan uang senilai Rp 400 ribu.

Tidak hanya di rumah dan tempat ibadah saja yang dijadikan sasaran pencurian. 

Beberapa waktu lalu, pelaku juga mengaku jika pernah melancarkan aksi pencurian uang dan tabung gas elpiji di salah satu sekolah TK (Taman Kanak-kanak) yang berlokasi di Jalan Raya Sitirejo, Dusun Sari Asri, Kecamatan Wagir.

Selain itu, pelaku juga sering melancarkan aksi pencurian di sebuah toko kelontong. 

Kejadian pertama terjadi pada pertengahan tahun 2018 lalu. 

Saat itu tersangka kedapatan mencuri 20 bungkus rokok berbagai merk, dari sebuah toko yang ada di Perumahan Sarimadu, Desa Parangargo, Kecamatan Wagir.

Bergeser setahun kemudian, pelaku juga mengaku jika pernah mencuri 30 bungkus rokok berbagai merk di sebuah toko yang beralamat di Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir. 

”Hingga kini petugas masih melakukan pengembangan, diduga kuat pelaku sudah melancarkan aksi pencurian lebih dari 20 kali,” ungkap Ainun.

Terakhir, aksi pencurian yang dilakukan tersangka Ipul ini terjadi pada Kamis (12/9/2019) tengah malam. Tepatnya sekitar pukul 00.30 WIB, saat kondisi sedang sepi. 

Tersangka nekat masuk kedalam rumah Okta Silvia Vizani Choirunisa warga Jalan Raya Sitirejo, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir.

Saat melancarkan aksinya, korban saat itu diketahui sedang tidur terlelap di depan televisi yang ada di dalam kamarnya. 

Namun karena ada suara bising, Silvia akhirnya terbangun dari tidurnya.

Disaat bersamaan, wanita 31 tahun itu melihat ada seorang pria yang mengenakan jaket, masker, serta topi sedang melintas didepan kamarnya.

Semula korban sempat mengira jika pria tersebut merupakan anaknya. 

Namun saat dipanggil beberapa kali, seorang pria misterius tersebut tidak menjawab panggilan korban.

Merasa ada yang janggal, wanita yang kesehariannya bekerja sebagai guru agama islam itu, akhirnya bergegas keluar kamar dan memeriksa seisi rumah. 

Saat itu beberapa barang berharga milik korban, yakni tiga unit handphone dan uang senilai Rp 300 ribu sudah hilang dicuri pelaku.

Menyadari jika dirinya baru saja menjadi korban pencurian, kasus ini akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian. 

Unit Reskrim Polsek Wagir yang mendapat laporan adanya pencurian, langsung diterjunkan ke lokasi kejadian guna melakukan penyelidikan.

Dari hasil olah TKP dan keterangan beberapa saksi yang dihimpun polisi. 

Pelakunya mengarah kepada Saiful Muminin alias Ipul. 

Hingga akhirnya, petugas yang mendapat informasi jika pelaku sedang berada di sebuah Warnet yang ada di Jalan Raya Kebonagung, Kecamatan Pakisaji langsung dikerahkan ke lokasi guna meringkus yang bersangkutan, pada Jumat (20/9/2019) malam.

Saat diamankan petugas, pria 20 tahun itu mengakui segala perbuatannya dan hanya bisa pasrah saat digelandang petugas ke Mapolsek Wagir. 

”Akibat perbuatannya, tersangka kami jerat dengan pasal 363 KUHP, tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat),” tegas Ainun.

Dari hasil pengembangan saat menggeledah rumah tersangka, polisi juga menyita satu unit handphone hasil curian dan beberapa pakaian yang dikenakan pelaku saat melancarkan aksinya. 

Selain itu, satu unit sepeda motor Mio nopol N-3601-DR yang digunakan sebagai sarana mencuri, juga turut disita polisi sebagai barang bukti.

”Kasusnya masih kami dalami lagi, diduga kuat selain terbukti melancarkan aksi pencurian. Tersangka Ipul ini juga terlibat jaringan peredaran narkoba, sebab saat dilakukan penggeledahan petugas juga menemukan 19 butir pil double L yang disimpan tersangka dirumahnya,” ujar anggota polisi yang juga pernah menjabat sebagai Kasat Binmas Polres Malang ini.

Di hadapan penyidik, Ipul mengaku jika melancarkan aksi pencurian sendirian. 

Dimana sebelum melancarkan aksinya, pria 20 tahun itu mengendarai sepeda motornya dan berkeliling di beberapa wilayah guna mencari lokasi yang bisa dijadikan sasaran pencurian.

Jika situasi dirasa aman, pelaku langsung bergegas melakukan pencurian di rumah warga, tempat ibadah, dan toko kelontong. 

”Biasanya saya mencuri saat malam hari, sedangkan barang hasil curian langsung saya jual dan uangnya saya gunakan untuk jajan dan main game di warnet,” pungkasnya.