Rencana Pemanfaatan Lintas Rel Terpadu, Wali Kota Malang Pilih Investor Lokal

Sep 17, 2019 07:56
Wali Kota Malang Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Rencana pemanfaatan transportasi massal Lintas Rel Terpadu atau disingkat LRT terus dipertegas Pemerintah Kota Malang. Sederet rencana mulai disusun, salah satunya uji kelayakan yang rencananya dilakukan pada 2020 mendatang. Selain itu, pilihan pendanaan pun mengerucut pada investor lokal.

Baca Juga : Bakal Ditutup Setiap Hari, Ini Jalur Yang Terapkan Physical Distancing di Kabupaten Malang

Wali Kota Malang Sutiaji menjelaskan, pilihan awal untuk merealisasikan transportasi massal itu adalah investor asing. Namun kemudian dipilih investor lokal. Karena selain meningkatkan kepercayaan publik terhadap kemampuan pengusaha dalam negeri, harga yang ditawarkan untuk proyek tersebut relatif jauh lebih murah.

Menurutnya, biaya yang dikeluarkan untuk pembiayaan pemanfaatan LRT berkisar Rp 450 Miliar per kilometer jika menggunakan investor asing. Sedangkan ketika menggunakan investor dalam negeri harga per kilometer yang dibebankan adalah Rp 200 Miliar.

"Jauh lebih murah ketika kita percayakan ke investor lokal. Dan sudah ada yang tertarik dengan itu. Karena ini angkutan publik, maka kami juga masih harus konsultasi dengan OJK," jelasnya.

Politisi Demokrat itu menyampaikan, rencana skema pembiayaan LRT nantinya adalah 60 persen investor dan sisanya APBD. Sebagai transportasi publik, keberadaan LRT ditargetkan mampu segera direalisasikan sesuai dengan target yang ditetapkan. Sehingga, masyarakat bisa memanfaatkan angkutan umum dan tidak lagi tergantung pada kendaraan pribadi.

Dia menjelaskan, keberadaan transportasi massal yang mumpuni akan memudahkan masyarakat. Selain itu akan lebih efisien dan mampu mengurangi kemacetan yang padat. Secara perlahan, dia berharap kebiasaan masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi bergeser seiring dengan perbaikan transportasi massal.

Baca Juga : Tanggapan Resmi Gojek dan Grab soal Fitur Ojek Online yang Hilang dari Aplikasi

Pria berkacamata itu menyampaikan, LRT yang digunakan nantinya juga akan menjangkau kampus ke kampus. Selain itu juga terintegrasi dengan wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu. Rencana tersebut menurutnya sudah beberapa kali disampaikan untuk bisa dimanfaatkan di daerah Malang Raya.

"Angkutan massal akan lebih efisian dan memudahkan untuk bepergian," pungkasnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
pemanfaatan transportasi massalLintas Rel TerpaduLRT di kota malangPemerintah Kota MalangWali Kota MalangSutiaji

Berita Lainnya

Berita

Terbaru