Museum Sejarah Bentoel Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Museum Sejarah Bentoel Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menyeruaknya kabar dijualnya Museum Sejarah Bentoel di kawasan Jl Wiromargo 32, Sukoharjo, Kecamatan Klojen Kota Malang ditindaklanjuti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang.

Usai bertemu dengan perwakilan PT Bentoel Kota Malang, pagi ini (Selasa, 10/9) di Kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), didapatkan hasil jika museum tersebut dijual untuk pengembangan bisnis.

"Perusahaan terus melakukan kajian terhadap setiap lini usaha dan aset-aset Perusahaan agar dapat memperoleh manfaat sebesar-besarnya dan untuk mendukung pencapaian strategi bisnis Perusahaan. Berdasarkan hasil kajian tersebut, Perusahaan memutuskan untuk melepaskan semua aset yang sebelumnya digunakan untuk Museum Bentoel agar dapat lebih fokus kepada prioritas Perusahaan dalam menumbuhkan bisnis," ungkap Mercy Francisca Hutahaean, Director of Legal & External Affairs dalam keterangan tertulisnya.

Kepala Disbudpar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menjelaskan dari pertemuan dengan perwakilan Museum Bentoel, penjualan tersebut memang untuk kepentingan bisnis perusahaan.

Dan bangunan yang akan dijual ini bukanlah kategori bagunan cagar budaya.

"Bangunan ini memang ikon, tetapi bukan merupakan bangunan cagar budaya," ujar dia. 

Menurutnya, untuk menjadikan sebuah bangunan itu masuk dalam kategori Cagar Budaya maka salah satu syaratnya harus melampaui usia minimal 50 tahun. 

"Ternyata, bangunan itu masuk kategori baru, dibangunnya sekitar tahun 1994, jadi belum memenuhi cagar budaya," imbuh dia.

Wanita yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dispora Kota Malang ini menjelaskan, terkait menyebarnya surat di media sosial facebook tentang dirintisnya museum sejak tahun 1900-an dan dianggap sebagai cagar budaya, pihaknya akan mencari sumber informasi tersebut.

Menurut dia, dari sisi Pemerintah Kota ketika ada masyarakat menginginkan untuk menjual barang milik pribadinya diperbolehkan. 

Jika memang bangunan yang dijual merupakan cagar budaya, pembelinya tetap harus menjaga keutuhan bangunan.

"Kita cari dulu sumber yang menulis itu siapa. Tapi kalau dari sisi pendapat pemerintah, boleh saja ketika ada masyarakat yang mau menjual barangnya. Kalaupun yang dijual masuk cagar budaya, boleh juga dijual sepanjang pembelinya itu harus betul-betul memanfaatkan cagar budaya itu, tidak merubah bentuk tetapi mengubah fungsi boleh," pungkas nya.

Diketahui, Museum Sejarah Bentoel sendiri merupakan sejarah bisnis industri rokok Bentoel.

Di dalamnya berisi beragam koleksi dari alat-alat pembuatan rokok secara manual, alat perajang tembakau, alat linting dan yang lainnya.

Kemudian ada juga galeri foto produk rokok yang pernah dibuat hingga sejarah perjalanan hidup pendirinya Ong Hok Liong. 

Bahkan, sejak didirikan museum ini telah menjadi media pembelajaran perjalanan industri rokok Indonesia hingga dunia dan menjadi salah satu ikon wisata edukasi di Kota Malang.