Tak Kalah dari Starbucks, Coffee Times Puaskan Dahaga Penikmat Kopi

Sep 07, 2019 15:46
Beberapa sajian kopi yang ditunjukkan oleh pengelola Coffee Times, A. Yahya (foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES)
Beberapa sajian kopi yang ditunjukkan oleh pengelola Coffee Times, A. Yahya (foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Era milenial saat ini meminum kopi di kedai kopi di negara Republik Indonesia sudah menjadi bagian dari gaya hidup yang tidak bisa dipisahkan. Hal tersebut tidak mengherankan jika membuat jumlah kafe terus bertumbuh bak jamur di musim hujan.

Baca Juga : Nongkrong Suasana Asri, Sejuk, dan Tenang Tak Jauh dari Pusat Kota Malang

Khususnya di Kota Malang, kini mulai banyak bermunculan dari kafe yang kelas menengah hingga papan atas sesuai segmen pasar yang dibidik. Salah satunya yakni Coffee Times yang berada di Terminal Kopi Malang, Lantai 1 Pasar Terpadu Dinoyo.

Kafe dengan suasana tradisional tapi penyajian modern bisa dibilang bisa membuat pengunjung akan betah untuk berlama-lama. Karena meski tempatnya di lingkungan pasar terpadu, tapi sangat bersih, sejuk dan nyaman untuk segala kegiatan, misalnya seperti diskusi, main bareng (mabar) game, mengerjakan tugas sekolah ataupun kuliah dan lain sebagainya.

Bisa dibayangkan, di dalam pasar terpadu tersebut Coffee Times menjadi kafe yang paling diminati. Karena pengelola benar-benar menggambarkan suasana tradisional dengan terdapat bambu-bambu untuk pagar dan atap-atap yang terbuat dari anyaman bambu.

Jika datang beramai-ramai jangan khawatir kehabisan tempat, karena Coffee Times menyediakan 12 meja dan 48 kursi untuk pengunjung. Jika tempat tersebut sudah penuh, tenang saja karena masih bisa duduk lesehan dengan alas karpet, dengan begitu suasana akan semakin akrab.

Untuk semakin membuat betah pengunjung, Coffee Times juga dilengkapi dengan akses Wifi. Tapi tidak akan seru jika hanya bermain gadget. Akan lebih seru jika pengunjung bisa mengadu otaknya di atas papan catur bersama temannya.

Pengelola Coffee Times, A.Yahya menjelaskan bahwa awal mula berdirinya kafe milik MalangTIMES ini karena ingin memuaskan para penikmat kopi yang ingin ngopi dan biasa kental disebut 'cete'. Dan biasanya orang-orang penikmat kopi juga tidak akan asyik kalau tidak 'nyete'.

"Sesuai dengan branding pemilik kafe yaitu MalangTIMES, maka berdirilah Coffee Times atau bisa disebut wayahe ngopi (waktunya ngopi)," ucap A.Yahya.

Di dalam Coffee Times, ada beberapa menu yang tentunya bisa membuat rasa penasaran anda terpuaskan. Dan bukan hanya kopi, tapi racikan minuman dingin, snack dan makanan juga ada di kafe ini.

Coffee Times menyajikan beberapa kopi yang kopinya asli dari tanah Malang berkelas internasional, antara lain yakni kopi lereng Gunung Bromo, Kawi, Ijen hingga Semeru. Selain dari Malang, juga ada kopi dari daerah lain di Indonesia seperti Tulungagung, Lamongan dan lain sebagainya.

Baca Juga : Punya Rasa Manis, Pahit dan Legit, Ciri Khas Durian Kunir dan Bajol Desa Jombok

"Beragam kopi nusantara ada di sini, dan sajian kami selalu fresh dari biji kopi yang diproses giling hingga diseduh," katanya.

Cara penyajiannya sendiri di Coffee Times ada beberapa, yaitu yang biasa dengan diseduh dan diaduk, lalu ada Vietnam Drip, V 60 dan Espresso. "Pengunjung tinggal memilih menginginkan kopi yang seperti apa," imbuhnya.

Sementara bicara masalah makanan, Coffee Times menyediakan aneka lalapan seperti lele goreng, ayam goreng, fillet crispy berbahan lele, jamur crispy dan lain sebagainya.

Dan yang terbaru, akan ada sajian cara lain menikmati kopi, yakni dengan roti bakar dengan selai kopi. "Untuk makanan kami juga selalu fresh, karena bahannya kami langsung ambil dari petani dan peternaknya. Dan yang baru ini yaitu roti bakar dengan selai kopi, jadi untuk penikmat kopi bisa merasakan bagaimana cara menikmati kopi dengan cara berbeda," ungkapnya.

Coffee Times sendiri buka mulai pukul 09.00 hingga 00.00 WIB, waktu yang tepat untuk menyediakan orang untuk sarapan pagi sebelum berangkat kerja atau kuliah, lalu siang bisa untuk bersantai sembari istirahat, waktu sore untuk bertemu klien sampai sepulang kerja, atau malam hari untuk berkumpul bersama teman-teman.

Jika bertanya-tanya masalah harga, Coffee Times bukanlah kafe yang menghabiskan isi dompet, karena untuk menikmati kopi fresh dengan penyajian modern seperti itu hanya berkisar mulai Rp 4 ribu hingga Rp 20 ribu paling mahal.

"Kafe kami bisa masuk dari berbagai macam kalangan, mulai pekerja, kalangan profesional hingga kalangan mahasiswa. Karena tempat kami dekat dengan kampus jadi tentu harapan besar kami banyak dari mahasiswa, tapi masyarakat umum menjadi segmen kami," papar A. Yahya. 
 

 

Topik
MalangBerita MalangStarbucksCoffee TIMESgaya hidupkedai kopiKedai Kopi di MalangTerminal Kopi Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru