Penanganan Kebakaran Gunung Arjuno Lewat Udara, Helikopter Sudah Mendarat di Lanud Abd Saleh

Aug 02, 2019 20:00
Tim saat mengecek kesiapan Helikopter RA-2274 di Lanud Abd Saleh, Jumat (2/8/2019).
Tim saat mengecek kesiapan Helikopter RA-2274 di Lanud Abd Saleh, Jumat (2/8/2019).

MALANGTIMES - Helikopter RA-2274 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah berada di Landasan Udara Abd Saleh Kabupaten Malang, Jumat (2/8/2019). Helikopter ini didatangkan untuk mengatasi kebakaran api di Gunung Arjuna yang masih menyisakan bara api.

"Di LANUD Abd. Saleh tim BNPB, BPBP, dan Tahura Raden Soerjo telah dilakukan koordinasi terkait penanganan darurat kebakaran hutan Gunung Arjuna," ungkap Achmad Choirur Rochim Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu.

Baca Juga : Akhir Kisah Sahabat Rasulullah yang Mengatakan Zakat Adalah Pungli

Koordinasi yang dilakukan itu ada beberapa titik api yang akan dipadamkan. Terpantau masih ada 7 titik bara api, titik ke pertama dengan koordinat S -7°45’49,41” E -112°35’07,73”. Titik ke dua Koordinat : S -7°45’52,55” E -112°35’06,68”

Lalu titik ke tiga dengan koordinat : S -7°45’51,97” E -112°35’05,31”. Titik ke empat  Koordinat : S -7°45’54,14” E -112°35’01,08”. Titik Ke 5. Dengan Koordinat S -7°45’55,20” E -112°34’56,90”. Titik ke enam dengan Koordinat S -7°46’01,45” E -112°34’52,22”. Dan titik Ke tujuh dengan Koordinat S -7°45’57,08” E -112°34’39,43”.

Lalu juga titik pengambilan air yang akan dibawa oleh helikopter dan rencana rute penerbangan. Untuk titik pengambilan air,  dari beberapa pilihan yang disepakati yakni di bendungan selorejo. "Namun jika tidak memungkinkan di bendungan Selorejo itu, pilihan lainnya di bendungan Karangkates dan Sengguruh," imbuhnya.

Hasil dari koordinasi ini itu bakal dilakukan Sabtu (3/8/2018) pukul 08.00 WIB direncanakan pesawat take off dari bandara Abdul Rahman Saleh. Lalu menuju titik api dan titik pengambilan air untuk melaksanakan observasi atau kaji cepat dari udara. "Jika hasil observasi/kaji cepat memungkinkan untuk water bombing maka operasi water bombing akan langsung dilaksanakan," jelas Rochim.

Baca Juga : Pengantin 'Masker', Anak Kapolsek Beji Menyambut Hari Bahagia di Tengah Pandemi Covid-19

Untuk saat ini dalam rangka pengamanan pelaksanaan operasi pemadaman udara,  pelaksanaan operasi pemadaman darat dihentikan. Seluruh personel yang masih melaksanakan aktivitas pemantauan pemadaman ditarik kembali ke posko. "Terhitung Jumat pukul 16.00 WIB. Area lokasi yang menjadi target operasi pemadaman udara harus steril dari petugas pemadaman darat,  pendaki, dan masyarakat," tambahnya.

Sedang lahan terbakar di Gunung Arjuna ini hingga Kamis (1/8/2019) sudah seluas 300 hektar sejak api itu muncul pada Minggu (28/7/2019). Sejauh ini upaya yang telah dilakukan dengan melakukan secara manual oleh 30 personel.

Topik
Malang Berita Malang Penanganan Kebakaran Gunung Arjuno kebakaran di Gunung Arjuna Kebakaran hutan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Helikopter RA 2274 water bombing

Berita Lainnya

Berita

Terbaru