Aplikasi Adem Membantu Orang Tua Agar Anak Disiplin Salat

Jul 24, 2019 19:27
Tim Adem. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Tim Adem. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Di tengah gempuran teknologi seperti ini, menghindarkan anak dengan gadget ialah hal yang hampir tidak mungkin bisa dilakukan. Padahal, gadget bisa berdampak negatif terhadap perkembangan anak. Membiarkan anak bermain gadget tanpa aturan bisa membuatnya jadi kecanduan.

Beragam hal dalam gadget seperti video Youtube, game, hingga berbagai media sosial bisa membuat anak ketagihan.

Baca Juga : Sistem Keamanan Rendah, Data Pribadi Rentan Bocor Saat Rapat Online Pakai Zoom

Dampak buruknya adalah anak yang kecanduan gadget cenderung menarik diri dari lingkungan dan lebih sibuk dengan gadgetnya. Mereka jadi malas melakukan kewajibannya, misal belajar atau beribadah. Saat orang tua meminta untuk berhenti, mereka bisa menolak, marah, dan mengamuk.

Bahkan, kecanduan gadget juga berpengaruh pada kesehatannya. Karena saat memainkan gadget, anak tidak akan peduli dengan jarak pandang, postur tubuh, dan juga pengaturan cahaya. Sehingga bisa menurunkan kesehatan mata, menyebabkan nyeri pada tubuh, bahkan membuat anak jadi tidak aktif.

Padahal, anak-anak seharusnya aktif bergerak, menjelajahi lingkungan, berinteraksi dengan teman seumurannya. Jika terus berlanjut, kemampuan anak untuk bersosialisasi bisa terganggu. Jadi, kecanduan gadget dapat memengaruhi kesehatan fisik dan juga jiwa anak.

Agar anak tidak sampai di level kecanduan, maka mau tidak mau orang tua harus melakukan pembatasan atau mengatur penggunaan gadget anak.

Untuk membantu orang tua dalam mengatur penggunaan gadget anak, tiga mahasiswa lintas fakultas Universitas Brawijaya (UB), yaitu Kirana Aisyah Larasati (FMIPA), Sayyidati Nurmuthi'ah (Fakultas Pertanian), dan Hilmi Aziz Bukhori (Filkom), menciptakan aplikasi pengunci smartphone otomatis, yaitu Adem.

Adem mempunyai arti membawa suasana dingin dan tenang. Aplikasi ini digunakan sebagai alarm pengingat waktu salat. Saat masuk waktu salat, smartphone akan otomatis mati (screen off) tanpa bisa digunakan hingga waktu menjalankan ibadah salat selesai, sebagaimana keinginan user.

"Saat azan, smartphone akan mati otomatis. Sehingga saat salat akan khusyuk tanpa ada gangguan telepon dan pesan masuk. Usai waktu sholat yang disetting, smartphone akan kembali aktif dengan sendirinya," jelas Kirana.

Selain fitur Shalat Lock tersebut, ada juga fitur Adem Challenge, Hijriatun Notif, Messanging app., Timeline (website), konten-konten informasi agama, dan akan ada fitur lain yang akan terus dikembangkan oleh tim ini.

Dalam perkembangannya, aplikasi ini juga menjadi screen lock dalam berbagai aktivitas lainnya. Seperti lock off waktu pelajaran sekolah, alarm saalat malam, dan lainnya.

Baca Juga : Butuh Bantuan Polisi, Download Saja Aplikasi Ini, Ada Infromasi DPO Juga di Dalamnya

"Biasanya saat salat malam, ketika dengar alarm kebanyakan orang hanya mematikan alarm dan tidur kembali. Namun dengan fitur Adem Challenge, user dipaksa bangun untuk mematikan nada dering dengan barcode yang ditempel di ruang lain, misal kamar mandi," bebernya.

"Jadi mau tidak mau, user akan ke kamar mandi untuk ambil wudu. Usai salat malam, ketika user ingin menghidupkan kembali smartphonenya, maka user harus barcode di ruangan lain yang telah ditentukan," papar Kirana yang mendapatkan ide ini saat duduk di bangku SMA bersama Sayyidati.

Aplikasi ini telah diujicobakan di MTsN 1 dan MAN 2 Kota Malang sebagai screen lock smartphone saat jam pelajaran.

Aplikasi ini juga akan dilombakan dalam kontes Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Perguruan Tinggi (PT) se-Indonesia, kategori desain aplikasi Al Qur'an, mewakili tim kafilah UB.

"Kita sudah kerjasama dengan MTsN 1 dan MAN 2 Kota Malang untuk percontohan penerapannya. Saya kira ini bisa menjadi solusi bagi sekolah-sekolah yang melarang penggunaan smartphone di sekolah. Dan juga mengantisipasi kekhawatiran para guru dan orang tua pada anak-anak yang cenderung kecanduan gawai. Akan kita luncurkan melalui google playstore," tukas Dosen Pembimbing, Herman Tolle Dr Eng ST MT.

 

Topik
MalangBerita Malangdampak negatif gadget terhadap perkembangan anakmahasiswa lintas fakultas Universitas Brawijayakontes Musabaqah Tilawatil Quran

Berita Lainnya

Berita

Terbaru