Ilustrasi pengunaan aplikasi Zoom, yang ternyata memiliki sistem keamanan yang lemah (Ist)
Ilustrasi pengunaan aplikasi Zoom, yang ternyata memiliki sistem keamanan yang lemah (Ist)

MALANGTIMES - Tahukah kamu aplikasi video confrence?

Tentunya masyarakat untuk masa saat ini, terlebih lagi selama Pandemi Covid 19, sudah akrab dan tak asing lagi dengan aplikasi dengan banyak jenis platform tersebut. 

Salah satunya aplikasi video confrence bernama Zoom.

Baca Juga : Hati-Hati, Pengguna Windows 10 Diintai Patch “KB4535996“

Aplikasi tersebut kini seakan menjadi sebuah penolong bagi masyarakat untuk tetap terhubung dalam melakukan rapat, komunikasi tatap muka dan real time lebih dari dua orang atau lebih.

Zoom dianggap menjadi penolong lantaran mendukung kerja maupun komunikasi di wilayah yang saat ini memberlakukan kebijakan kerja di rumah akibat wabah Covid 19. 

Berbagai negara, salah satunya Indonesia melarang warganya untuk berkegiatan melibatkan massa maupun kerumunan lebih dari satu orang, hingga melarang untuk keluar rumah.

Akibatnya, masyarakat yang ingin bekerja ataupun melakukan kegiatan bersosialisasi dengan orang lainnya kini terhenti untuk sementara waktu dan menjadi Work From Home (WFH). 

Dan bukan hanya itu, para siswa diberbagai penjuru dunia, juga terkena dampaknya dalam pola belajar mereka. 

Untuk belajar berkelompok secara langsung kini mereka tak bisa, terlebih lagi untuk berkomunikasi tatap muka dengan sang guru, kini mereka juga tak bisa melakukan hal itu.

Karenanya, saat pandemi Covid 19 merebak bersama aturan pelarangan masyarakat untuk beraktivitas di luar rumah, aplikasi Zoom mulai meningkat traffic penggunaannya. 

Pada bulan Maret lalu, penggunanya mencapai 200 juta pengguna perhari dibandingkan sebelum pandemi Covid 19 merebak, penggunanya hanya sekitar 10 juta.

Namun di balik kesuksesan dengan ratusan juta pengguna tersebut, justru dirusak oleh kekhawatiran seputar keamanan dan privasi layanan dari Zoom.

Hal ini setelah sebuah investigasi oleh Motherboard menunjukkan jika aplikasi Zoom untuk iPhone dan iPad mengirim data pribadi tentang perangkat pengguna ke Facebook termasuk orang-orang yang tidak memiliki akun Facebook.

Dengan bocornya data pribadi ini, rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak untuk menjual data pribadi kepada pihak lain guna memperoleh keuntungan ataupun bisa memanfaatkan data tersebut untuk berbuat kejahatan. 

Rendahnya keamanan Zoom semakin parah karena panggilan Zoom tidak dienkripsi oleh pihak aplikasi hingga terjadi pengalihan server yang sempat dialami oleh beberapa pengguna.

Bukan hanya itu saja, masalah keamanan lainnya, pada aplikasi Zoom, yakni webcam maupun mikrofon dari perangkat dimungkinkan bisa dikontrol oleh aktor ataupun orang-orang yang tak bertanggung jawab hingga bisa mendapatkan kendali atas Apple iMacs. 

Baca Juga : Jual Beli hingga Investasi Ternak Milenial Pakai Aplikasi FarmDev.Co

Hal ini terungkap setelah mantan kertas NSA menemukan celah keamanan tersebut.

Rendahnya keamanan tersebut, membuat pihak Google melarang penggunaan aplikasi Zoom.

Pihak Google bahkan mengirim email kepada seluruh karyawannya untuk menghentikan penggunaan aplikasi Zoom pada perangkat kerja yang mereka gunakan.

"Kami telah lama memiliki kebijakan untuk tidak mengizinkan karyawan menggunakan aplikasi yang tidak disetujui untuk pekerjaan yang berada di luar jaringan perusahaan kami. Baru-baru ini, tim keamanan kami memberi tahu karyawan yang menggunakan Zoom Desktop Client, bahwa itu (aplikasi) tidak akan lagi berjalan di komputer perusahaan karena tidak memenuhi standar keamanan kami. Karyawan yang telah menggunakan Zoom untuk tetap berhubungan dengan keluarga dan teman dapat terus melakukannya melalui browser web atau melalui ponsel," terang Jose Castaneda, juru bicara Google dilansir dari BuzzFeednewsdotcom

Bukan hanya Google, beberapa perusahaan pun turut melarang penggunaan Zoom. 

Perusahaan Musik SpaceX juga melarang penggunaan Zoom karena tingkat keamanan yang rendah. 

Bahkan karena rendahnya keamanan Zoom, di negara Jerman sudah tegas melarang penggunaan Zoom.

Di New York, Departemen Pendidikan setempat juga telah mengimbau agar pihak sekolah beralih dari aplikasi Zoom ke layanan yang disediakan Microsoft. 

Hal ini kembali lagi karena melihat rendahnya tingkat keamanan Zoom.

CEO Zoom, Eric Yuan mengutarakan penyesalannya atas lemahnya sistem keamanan dan privasi data Zoom lewat blog pribadinya.

"Kami menyadari bahwa kami telah gagal dalam harapan privasi, privasi komunitas dan kami sendiri. Untuk itu, aku sangat menyesal," tulis Yuan pada posting blog awal bulan ini.