Ilustrasi ganti oli (otodriver)
Ilustrasi ganti oli (otodriver)

MALANGTIMES - Masyarakat yang hidup di kota besar, tentunya seringkali beraktivitas dengan menggunakan kendaraan. Ketika menggunakan kendaraan di kota besar, tentunya sudah tak asing lagi dengan namanya kemacetan.  Konsekuensinya bagi pemilik kendaraan baik itu mobil maupun sepeda motor, harus lebih memperhatikan mekanisme pergantian oli.

Hal tersebut sebagaimana diutarakan oleh Setiap Purnama, Trainer dari Sentul Driving Course, sebuah jasa konsultan yang memberikan pendidikan untuk keselamatan berkendara roda empat dan dua serta kendaraan berat. "Jadi kalau anda hidup di kota besar, seperti Jakarta, Surabaya maupun Malang yang potensi kemacetannya tinggi, maka harus lebih diperhatikan lagi mekanisme kapan pergantian olinya, " kata dia dalam sebuah kesempatan di Lapangan Rampal beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Suzuki SBT Andalkan Alat Cegah Virus Corona di Mobil

Lebih lanjut dijelaskan, jika ketika berada di daerah yang pontensi macet sangat tinggi, maka dalam hal pergantian oli tak bisa lagi mengandalkan kilometer. Sebab kilometer tersebut bekerja saat mobil dalam kondisi berjalan. Sedangkan ketika berada pada kemacetan, kilometer berhenti, namun oli mesin tetap bekerja mensirkulasikan ke part-part yang bergesekan.

"Kalau pakai kilometer bisa-bisa kondisi oli dari kendaraan anda justru melampaui waktu pergantian olinya yang seharusnya sudah dilakukan pergantian seperti waktu rekomendasi pabrikan. Misalnya dua kendaraan yang saling melaju bersamaan, kemudian misalnya melaju satu kilometer, satu mobil mengalami kemacetan, satunya lancar jalan terus, maka yang mobil tidak mengalami kemacetan ini memang masih bisa bergantung pada kilometer. Namun yang mobil yang mengalami kemacetan, tentu tidak bisa," bebernya.

Sementara itu, untuk pergantian oli, selain berpatokan pada kilometer, para pemilik kendaraan juga bisa langsung melakukan cek fisik pada oli kendaraan. Caranya, dengan mengambil setetes oli dari mesin kemudian teteskan pada ujung jari tulunjuk dan jempol, lalu dekatkan keduanya dan lihat kekentalannya. Jika  dua jari direnggangkan, maka oli masih terlihat menyatu, maka kekentalannya masih bagus.

Baca Juga : 5 Super Car Unik Berbahan Bakar Aneh, Mau Coba?

"Nah ketika direnggangkan ternyata putus nggak nempel sama sekali, maka sudah pasti oli tersebut waktunya untuk diganti agar kondisi mesin kendaraan tetap terjaga sehingga bisa awet," pungkasnya.