Virtual Hotel Operator Jadi "Tulang Punggung" Pemasaran Kamar di Malang

MALANGTIMES - Persaingan bisnis penginapan, baik itu hotel, guest house, hingga bed and breakfast makin ketat. Untuk menyiasatinya, banyak penginapan yang bergabung dalam virtual hotel operator (VHO). Kini, VHO bahkan menjadi "tulang punggung" pemasaran kamar bagi hotel-hotel di Malang. 

VHO adalah model bisnis baru yang dijalankan oleh perusahaan rintisan bidang digital atau startup. Saat ini, di Indonesia sudah ada beberapa VHO seperti RedDoorz, OYO, Airy, Nida Rooms, dan ZEN Room. Untuk wilayah Kota Malang, banyak hotelier yang terdongkrak okupansinya setelah bergabung dengan VHO. 

Misalnya Splendid Inn Hotel di Jalan Majapahit Kota Malang. Setelah bergabung dengan RedDoorz sejak November 2018 lalu, angka okupansi atau keterisian kamarnya naik signifikan hingga dua kali lipat. "Total ada 27 kamar yang semuanya kami ikutkan RedDoorz. Ketika bekerja sama, syarat yang diajukan juga simple. Setiap kamar harus memiliki kabel dan tersambung wifi," terang Owner Splendid Inn Hotel, Herman Soemarjono.

Menurut Herman, kerja sama VHO dipilih untuk mengikuti perkembangan zaman yang kini semuanya sudah serba online. Dari seluruh okupansi, lanjutnya, share dari VHO mencapai 60 persen. "Efek yang paling terasa, yaa saat ini kami lebih mudah untuk menjual kamar. Sistem yang ditawarkan juga membuat naik turunnya harga kamar bisa lebih mudah terpantau," tuturnya. 

Kerja sama itu juga memberikan pengaruh signifikan terhadap okupansi kamar. "Kalau dulu okupansi sekitar 40 persen. Saat ini, bisa dua kali lipat. Tergantung, musim liburan atau tidak," sebutnya. 

Meskipun, saat ini pihaknya masih memberikan kesempatan pada tamu Free Independent Travellers (FIT) untuk check-in secara langsung. "Namun, harga yang kami tentukan tergantung dari harga yang ada di Reddoorz juga," kata dia.

Terlebih, Herman melihat adanya perubahan tren wisata di masyarakat. Sebagian masyarakat menganggap berwisata merupakan suatu kebutuhan. Ketika hendak pergi ke suatu tempat, masyarakat cenderung melakukan pemesanan kamar hotel melalui online. Kamar hotel yang sudah dipesan tersebut hanya digunakan untuk tempat beristirahat. "Booking kamar, hanya istirahat sebentar dan explore daerah itu. Sementara, untuk kuliner, sudah tidak perlu repot, ada ojek online. Kebanyakan, tamu disini seperti itu," lanjut dia.

Hal senada juga terjadi di guest house Augustina Home yang bekerja sama dengan OYO Rooms sejak April 2019. Manager Augustina Home, Elleny Yuriangga mengaku sebelum bergabung dengan VHO, kamar yang laku sekitar hanya di kisaran tiga kamar per hari dari total 11 kamar yang tersedia. "Sejak gabung, okupansi langsung naik, menjadi 40-50 persen dari keseluruhan ketika weekdays. Kalau weekend, kamar kami selalu penuh," sebutnya.

Seperti RedDoorz, OYO Room juga tidak memberikan syarat yang sulit. "Persyaratannya, setiap kamar harus memiliki LED TV, AC, air hangat, air dingin, wifi dan kelayakan tempat tidur dan kamar mandi," urainya. 

Dia mengaku memilih untuk bekerja sama dengan OYO Rooms untuk mempermudah penjualan kamar hotel. Apalagi, ketika sudah bekerja sama dengan OYO Rooms, secara otomatis juga terkoneksi dengan salah satu online travel agent (OTA), yakni booking.com. "Ini juga mempermudah kami untuk melihat range harga yang ada," pungkasnya. 

Top