MALANGTIMES - Tepat pada Minggu (30/6/2019) ratusan desa di Kabupaten Malang menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) periode 2019/2024. Total 857 calon dari 269 desa dari 33 kecamatan turut serta dalam pesta demokrasi tersebut.
Salah satu yang turut serta adalah Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Ada yang unik di sini. Sebab! calon kepala desa yang berebut kursi kali ini merupakan pasangan suami istri (pasutri).
Baca Juga : Balada Susilo: Hidup di Gigir Kemiskinan Tanpa Jaring Sosial Pemerintah
Mereka adalah Muhammad Edy Mansyur (36 tahun) dan istrinya, Masruroch (35 tahun). Keduanya pun duduk manis di pelaminan layaknya pengantin baru dalam helatan tersebut. Sementara para pemilih silih berganti berdatangan untuk menggunakan hak pilihnya sejak masih pukul 07.00 WIB.
Meski calon kepala desa kali ini adalah pasutri, antusiasme warga untuk memilih tampaknya masih sangat besar. Terlihat, hingga siang hari sekitar pukul 10.30 WIB, warga dari empat dusun yang berbeda tetap berdatangan untuk menyalurkan aspirasinya.
Ketua panitia pilkades Pandanajeng, Rachmad, menyampaikan, total ada 3.278 daftar pemilih tetap (DPT) di Pandanajeng. Jumlah pemilih laki-laki dan perempuan pun tak jauh berbeda dan tersebar di empat dusun. Yaitu Dusun Bangilan, Dusun Tamiajeng, Dusun Bletok, dan Dusun Pandaan (Sukorame).
"Alhamdulillah meskipun yang mencalonkan pasutri, antusiasmenya luar biasa," katanya kepada MalangTIMES di sela-sela aktivitas pemilihan, Minggu (30/6/2019).
Untuk memikat warga agar lebih antusias dalam memilih, panitia menyiapkan hadiah menarik untuk bisa diundi. Di antaranya perlengkapan rumah tangga seperti magic jar, sapu, panci, hingga kompor gas. Sementara hadiah utamanya berupa TV berwarna 27 inchi. Hadiah akan diundi saat pemilihan usai dilakukan.
"Nanti akan diundi setelah selesai pemilihan. Hadiah ini sumber dananya dari calon dan iuran swadaya dari panitia penyelenggara. Tujuannya untuk lebih meningkatkan partisipasi masyarakat," imbuhnya.
Sementara itu, kedua calon kepala desa, Muhammad Edy Mansyur (36 tahun) dan Masruroch (35 tahun), kompak menyampaikan bahwa pendaftaran keduanya dilakukan lantaran dorongan masyarakat. Selain itu, tidak ada warga yang berminat untuk menjadi kontestan dalam pesta demokrasi tingkat desa itu.
"Jadi, awalnya suami yang mau maju lantaran diminta masyarakat. Tapi karena tidak ada yang mau sampai masa pendaftaran akan ditutup, akhirnya saya mendaftar juga," kata Masruroch.
Sesuai aturan, pemilihan harus diikuti setidaknya dua calon. Ketika kurang dari itu, maka tidak bisa dilaksanakan. Sehingga, tepat di hari terkahir pendaftaran, perempuan berhijab itu memilih maju sebagai kontestan.
Baca Juga : Sudjiwo Tedjo Respon Surat Telegram Kapolri Mengenai Aturan Penghinaan Presiden dan Pejabat Terkait Covid-19
Muhammad Edy Mansyur menambahkan, ia pada awalnya juga tidak tertarik untuk mencalonkan diri. Namun tak sedikit masyarakat yang meminta agar Edy turut dalam pemilihan tersebut. Sehingga ia kemudian memutuskan untuk mengambil kesempatam tersebut.
"Dan saya pikir, ini saatnya saya juga melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan pendahulu saya, termasuk bapak saya sendiri," tambah Edy.
Dia pun bercerita, ayahnya pernah memimpin Desa Pandanajeng sejak tahun 1990 hingga 2007. Ketika terpilih, dia berharap dapat memajukan Desa Pandanajeng yang notabene merupakan desa pertanian. Berbagai infrastruktur seperti irigasi hingga jalananan menjadi prioritas pembangunan. Termasuk pula untuk penyediaan pupuk hingga obat-obatan bagi para petani.
"Nantinya, semua pembangunan harus berjalan selaras dengan keinginan masyarakat. Musyawarah dan berunding serta semuanya harus transparan dan menjunjung keterbukaan. Kami berharap menjadi pemimpin yang amanah," terang bapak dua anak ini.
Lebih jauh dia menyampaikan, meski saat ini bertarung dengan istri sendiri, ia berharap nantinya akan mendapatkan hasil yang terbaik. Dia juga menyampaikan jika tak merasa terbebani sama sekali sejak pertama memutuskan untuk mencalonkan diri bersama istri. "Semuanya berjalan mengalir saja, tidak ada beban sama sekali," tutupnya.
