Masjid Brent di Inggris (istimewa)
Masjid Brent di Inggris (istimewa)

MALANGTIMES - Banyak bangunan bersejarah di dunia ini yang kini berubah fungsinya. Ada yang dulunya masjid, kini berubah menjadi gereja. Demikian juga sebaliknya, banyak gereja yang berubah menjadi masjid.

Namun di jaman sekarang alih fungsi bangunan gereja bukan karena peperangan, tetapi karena gereja yang sepi akhirnya bangunan gereja ini dijual kepada kaum muslimin dan dialihfungsikan menjadi bangunan masjid.

Berikut ini beberapa contoh masjid yang ternyata dulunya adalah gereja.

1. Masjid Brent

Masjid ini terletak di Inggris tepatnya di Chichele Road London. Masjid yang bisa menampung jamaah sebanyak 450 jamaah ini kini dipimpin oleh Syeikh Muhammad Sadeez.

Bangunan ini dulunya adalah sebuah Gereja, hal itu bisa dilihat dari bagian luar bangunan, bentuknya tak banyak berubah, hanya ditambah kubah kecil berwarna hijau di beberapa bagian dan menara.

Walaupun ukurannya kecil, hal itu membuktikan bahwa Inggris merupakan negara dengan pertumbuhan muslimnya yang cepat.

2. Masjid Jamme Brick Lane

Di London terdapat Masjid Jamme Brick Lane yang berdiri pada tahun 1743, namun baru difungsikan sebagai masjid pada tahun 1976.

Masjid ini merupakan kombinasi teknologi modern abad 21, bangunan masjid yang sebelumnya merupakan sebuah gereja protestan yang kemudian berubah menjadi masjid.

Masjid ini sangat terkenal di sepanjang daratan Eropa dan merupakan pusat kegiatan umat muslim di London. Selain itu di masjid ini ternyata juga menyediakan berbagai kegiatan, baik bagi muslim maupun non muslim. Seperti menggelar Madrasah, diskusi dan konferensi.

Tak hanya itu masjid ini juga menjadi penyokong pendidikan anak muslim di London, dan dilengkapi 4 kelas belajar yang digunakan oleh para guru untuk mengajar bacaan Al Qur'an dan juga kajian Islam.

3. Masjid Isa Ibnu Maryam

Bangunan yang sebelumnya adalah gereja Katolik Holy Trinity di Syracuse, New York ini dibeli dan diubah menjadi masjid oleh komunitas muslim New York yang bergabung dalam The Northside Learning Center pada akhir 2013.

Di dalam gedung itu sendiri terdapat tulisan "Allah mengampuni semua orang apapun dosa mereka", tulisan ini menyapa para pengunjung ketika memasuki masjid tersebut.

Bangunan yang didirikan awal abad ke 20 ini pada awalnya untuk melayani jemaat katolik Roma imigran Jerman dan Italia, namun para jemaat itupun akhirnya pindah ke pinggiran kota.

Tahun 2010 menjadi tahun ditutupnya dan dijual. Ternyata selain Komunitas Muslim New York, ada orang yang bersedia membayar 3 kali lipat untuk gedung ini, namun gedung tersebut akan dijadikan bar.

Oleh karena itu lebih dipilih untuk menjualnya ke komunitas muslim, pengurus masjid pun memberi nama yang akrab dengan kalangan Nasrani. Untuk menjadi simbol persatuan dan toleransi.

4. Masjid New Peckham

Masjid ini dulu adalah bekas Gereja Santo Markus, di dalamnya ada satu ruang yang terdapat lukisan kaca Yesus yang masih dipertahankan, yaitu tepatnya terletak di ruangan lantai dua yang digunakan untuk pertemuan.

Lokasi ini dulunya adalah gereja yang berusia ratusan tahun, bangunan ini dibeli oleh salah satu komunitas Turkey yang ada di London kemudian diubah menjadi masjid.

Beberapa tahun lalu masjid ini sudah dibuka untuk umum, tapi belum banyak aktivitas di masjid ini selain beribadah.

Saat dibuka untuk umum pengurus masjid itu menjelaskan kepada pengunjung yang hadir, bahwa gambar Yesus masih dipertahankan karena Islam juga mengakui Nabi Isa.