Lima Helikopter dengan Harga Murah, Emang Ada?

MALANGTIMES - Kemacetan selalu menjadi fenomena lazim di kota besar Indonesia. Tak heran beberapa pejabat penting atau pebisnis tajir memilih menggunakan helikopter untuk bepergian ke suatu tempat agar lebih efektif.

Tapi tahu tidak jika harga satu unit helikopter itu berada di kisaran Rp 27-50 Miliar, sementara untuk sewanya bisa mencapai Rp 48 juta per jam.

Nah, oleh karena itu beberapa orang berinisiatif membuat helikopter sendiri yang harganya tidak mencapai puluhan miliar rupiah. Berikut daftar inovasi helikopter sederhana rakitan sendiri.

1. Helikopter Montir

Susi Pudjiastuti yang lulusan SMP saja bisa jadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Nasriadi yang juga lulusan SMP ini juga bercita-cita menjadi Menteri Perindustrian.

Pemuda asal Desa Daya Meunara, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara ini menunjukkan kemampuannya merakit helikopter.

Pria yang sehari-harinya bekerja di bengkel ini setidaknya telah menghabiskan Rp 30 juta dan waktu selama 8 bulan untuk menyelesaikan helikopter rakitannya.

Helikopter dengan panjang 2,2 meter ini dinamakan NSG-01.DY. Nasriadi merakitnya menggunakan bahan bekas dan dipasangkan mesin mobil Suzuki Carry.

Hebatnya lagi dia belajar merakit helikopter secara otodidak, hanya mengandalkan tayangan YouTube.

Selain itu rasa penasaran dan kemampuan mengelas dari bekerja di bengkel mampu membuatnya termotivasi untuk membuat helikopter. Dia pun telah melakukan uji coba untuk helikopternya pada tanggal 21 November 2017 silam.

Sayangnya helikopter tersebut belum bisa terbang sempurna karena masih ada beberapa kendala.

2. Helikopter Petani

Nah kalau di Aceh montir bengkel telah berhasil merakit helikopter, maka di Tionghoa ada petani yang mampu melakukan hal serupa.

Petani bernama Li Hou Sheng ini menyulap sebuah motor menjadi helikopter pribadi. Helikopter yang dibuatnya pun menggunakan bahan-bahan dari suku cadang motor bekas.

Tapi jangan salah, meskipun hanya memakai bahan sederhana helikopter buatan pria paruh baya ini berhasil terbang di ketinggian 40 m.

3. Helikopter Tukang Las

Orang Afrika juga tidak ketinggalan dalam berinovasi merakit helikopter. Pria berkebangsaan Malawi, Afrika Selatan ini berhasil menunjukkan kepada dunia terkait kemampuannya dalam bidang perakitan helikopter.

Selama 4 bulan pria yang sehari-harinya merupakan tukang las ini dibantu beberapa temannya merangkai besi bekas dan serat viber hingga menjadi sebuah helikopter.

Adapun jendelanya itu terbuat dari kaca plastik bekas, nah helikopter rakitannya ini dicat dengan warna putih dan berhiaskan ornamen garis biru.

Ia mengaku telah menghabiskan uang 350 Dollar atau setara dengan Rp 5 juta untuk membuat proyek impiannya tersebut.

4. Helikopter Made In Sukabumi

Kalau biasanya bahan bakar helikopter itu adalah aftur, pria asal Sukabumi yang bernama Jujun Junaedi merancang helikopternya berbahan bakar bensin.

Nah, helikopter rancangan warga Desa Darmaraja, Kecamatan Nagrak, Sukabumi, Jawa Barat itu berbobot 200 kg, dan mampu memuat 4 penumpang.

Pria yang melakoni profesi sebagai operator mesin bubut ini terinspirasi dari tayangan berita terkait inovasi helikopter rakitan.

Sebagai lulusan teknik ia pun termotivasi untuk ikut membuat alat transportasi udara tersebut dengan menggunakan prinsip kerja hidrolik. Dan berhasil, Jujun menciptakan helikopter dengan kode JN77 yang diambil dari nama dan tahun kelahirannya.

5. Helikopter Mekanik Mobil

Mungkin karena tidak bisa beli kendaraan udara seperti Shah Rukh Khan, membuat pria miskin asal India ini memilih merakit helikopter sendiri.

Pria bernama Chandra Siwakoti Sharma ini merakit helikopter yang menggunakan jok mobil dan dua mesin ATV.

Ia mengaku sudah menghabiskan 150 ribu Rupee atau setara dengan Rp 30 juta untuk membuat helikopter impiannya.

Saat dicoba, helikopter 2 tempat duduk buatannya ini dapat terbang 30 hingga 50 kaki di atas tanah dengan kecepatan 50 km/jam.

Sayangnya karena dia cuma mekanik mobil dan tidak punya ijazah dalam bidang penerbangan, maka direktorat jendral penerbangan sipil melarangnya untuk menerbangkan lagi helikopter tersebut dengan alasan keamanan.

Top