Ilustrasi pocong (Ist)
Ilustrasi pocong (Ist)

MALANGTIMES - Hantu pocong tentunya sangat familiar bagi kita yang ada di Jawa atau Indonesia. Selain termasuk hantu yang terbilang favorit dengan banyaknya kisah sampai film terkait sang pocong, juga merupakan hantu yang memang dalam urban legend sangat mengerikan bagi manusia.

Gaya pocong juga kerap dipakai dalam sebuah permainan di negara-negara Barat. Sebut saja 'Prank', sebuah tayangan bersifat hiburan karena seseorang menyaru menjadi sesuatu untuk menakuti orang-orang. Pocong kerap juga dipakai sebagai aktor utama dalam Prank.

Di Indonesia pun tak ketinggalan. Pocong-pocong tidak hanya berkeliaran di televisi dan layar lebar. Tapi juga di dunia nyata dan membuat warga sekitar mengalami ketakutan dan teror atas kemunculan para pocong. Misalnya yang terjadi di Pemalang, Jawa Tengah (Jateng). Warga kerap ketakutan kalau malam tiba terutama saat akan melintasi jalan tentara pelajar.

Sosok pocong kerap menampakkan dirinya di wilayah tersebut. Tidak hanya terhadap satu dua warga dan pengendara, tapi kepada siapa pun yang melintasi jalan tersebut. Resah dan takut, warga pun melaporkan penampakan pocong ke Polsek Pemalang.

Polisi bertindak. Sang pocong yang hanya bisanya menakut-nakuti orang yang takut tidak bisa mendeteksi orang bahwa yang ditakut-takutinya adalah seorang aparat. Si Pocong Pemalang ini pun tidak terlalu canggih di hadapan sang aparat yang bisa melihat kaki atau bagian bawah hantu pembuat obat warga itu masih menyentuh tanah.

Tanpa ampun, polisi membekuk sang pocong jadi-jadian yang usianya baru 15 tahun berinisial AM itu. Pocong takluk di hadapan aparat polisi. "Saya hanya iseng, saya menyesal melakukannya. Saya berjanji tidak akan mengulanginya kembali," ujarnya lirih kepada petugas. 

Satu pocong tumbang, pocong lainnya bergerilya di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel). Jumlahnya pun terbilang banyak, yaitu 11 pocong yang beramai ramai menakuti masyarakat. 

Saking takut dan kesalnya warga yang diteror gerombolan pocong, maka mereka pun berembuk serta akhirnya melaporkan kepada pihak kepolisian. Tidak perlu menunggu lama, kepolisian bertindak untuk menangkap gerombolan pocong.

Seperti di wilayah lainnya, kepolisian tidak perlu lama membekuk gerombolan pocong. Sebelas pocong yang ternyata rata-rata berusia ABG ini digiring dan diamankan  kepolisian.

"Mereka semua kami amankan karena menyamar jadi pocong dan menakuti pengendara yang lewat," kata Kapolsek Bungoro Kompol Asfa.

Kelakuan para pocong gadungan itu ternyata tidak hanya di Indonesia. Di Provinsi Fujian, China, juga pernah terjadi sosok pocong beraksi disebuah apartemen. Cerita berawal ketika seorang pria tertangkap kamera CCTC sedang menaiki tangga apartemen. Begitu berbelok di tangga apartemen di lantai berikutnya, ia melihat ada kamera CCTV di dinding.

Tidak ingin wajahnya tertangkap CCTV, maka wujud pocong yang dipilih oleh lelaki bernama Yang itu menggunting gorden berwarna putih dari sebuah gudang di lantai pertama. Lantas menjadi pocong pencuri yang akhirnya tetap bisa dibekuk oleh kepolisian.