Diprediksi Berusia 14 Abad, Sahabat Nabi Saw Ini Masih Hidup Sampai Saat Ini

May 24, 2019 13:15
Pohon Nabi yang ada di Yordania (Ist)
Pohon Nabi yang ada di Yordania (Ist)

MALANGTIMES - Usianya diperkirakan telah menginjak 14 Abad atau 1400 tahun. Masih berdiri kokoh dan memberikan keteduhan bagi siapapun. 'Dia' disebut sebagai sahabat nabi karena sempat memberikan rasa teduh melalui jemarinya saat terik matahari di padang pasir Yordania membakar Muhammad kecil. 

Saat dirinya bersama pamanya Abu Thalib dalam perjalanan berdagang ke negeri Syam, Suriah saat ini.
Bukan hanya menaungi Nabi Saw yang saat itu berusia sekitar 12 tahun saja, tapi diyakini 'dialah' saksi dari peristiwa pertemuan biarawan Kristen bernama Buhaira dengan Nabi Muhammad.

Baca Juga : Kisah Lucu Umar bin Khattab Protes Kebijakan Mualaf yang Pimpin Peperangan

Seperti yang dicatat oleh ahli sejarah Islam, Ibnu Hisyam dalam kitabnya berjudul Al-Sirah al-Nabawiyah. 
Diceritakan, pada suatu hari seorang Pendeta bernama Buhaira mendapat firasat, kalau ia akan bertemu dengan sang nabi akhir zaman. Tiba-tiba ia melihat kafilah (rombongan) pedagang arab, dan beliau melihat pemuda kecil yang memiliki ciri-ciri sesuai yang digambarkan dalam kitabnya al-Injil.

Kemudian pendeta tersebut mengundang rombongan Arab dalam sebuah perjamuan, dan semua anggota rombongan ikut hadir kecuali anak yang ia tunggu-tunggu. Ternyata anak itu sedang menunggu di bawah pohon untuk menjaga unta-unta. Kemudian Buhaira keluar mencarinya dan ia sangat takjub ketika menyaksikan cabang-cabang pohon merunduk dan melindungi sang anak dari panasnya terik matahari. Buhaira pun meminta agar anak kecil tersebut dia ajak menikmati jamuan makan bersama.

Pada saat itu juga Buhaira langsung meneliti sang anak dan menyimpulkan bahwa anak tersebut adalah Rasul terakhir yang dijelaskan sesuai dalam Al-kitab. Kemudian Buhaira langsung memberi tahu kepada Abu Thalib bahwa anak kecil yang turut serta pada rombongannya kelak akan menjadi Nabi. Buhaira juga berpesan kepada Abu Thalib agar menjaga anak kecil itu.

Peristiwa itu semua tidak lepas dari saksi hidup yang sampai saat ini pun berdiri kokoh dan membuat masyarakat dunia takjub. 'Dia'lah yang disebut pohon nabi atau Syajaratunnabin. Atau juga dijuluki sebagai “The Only Living Sahabi” sahabat nabi yang masih hidup hingga saat ini.

Pohon Nabi yang berjenis Pistachio (Pistacia Vera) dengan tinggi 11 meter dan luas rimbun 12×20 meter ini keberadaannya lumayan unik dan sulit dipercaya. Tumbuh sendirian sehingga juga dijuluki pohon kesepian di kawasan yang tandus, gersang, tanah kering dan bebatuan.

Secara geografis, ia dekat dengan Kota Bosra di Syiria, letaknya di daerah al-Baqiawiyah Provinsi Zarqa, dan usianya diperkirakan 1400 tahun (14 abad). Walaupun belum ada kejelasan apakah ada penelitian secara ilmiah yang menunjukkan berapa usia pohon tersebut. 

Baca Juga : Kisah Nabi Musa Melabrak Nabi Adam, Begini Akhir Ceritanya Versi Gus Baha

Penemuan kembali pohon itu terjadi secara tak disengaja setelah Pangeran Ghazi bin Muhammad yang baru kembali belajar di Universitas Cambridge setelah ditugaskan oleh sang paman, Raja Hussein pada waktu itu, untuk bekerja di perpustakaan Kerajaan. Menurut situs Last Prophet, Pengeran Ghazi menemukan manuskrip tentang pohon tersebut ketika memeriksa arsip negara, dan jika di runtut dari naskah-naskah tua tersebut kemungkinan besar tempat terjadinya pertemuan Buhaira dan Muhammad adalah di gurun Yordania.

Tiga manuskrip kuno yang ditulis oleh Ibn Hisham, Ibn Sa'd al-Baghdadi, dan Muhammad Ibn Jarir al-Tabari yang membuat Ghazi memerintahkan sejumlah ilmuwan dan cendekia  untuk memeriksa area tersebut. 

Berdasarkan pengamatan mereka, memang benar pohon tua tersebut yang disebutkan dalam catatan Buhaira. 
Dilansir dari Green Prophet, Pangeran Ghazi pun menyebutkan,"Rasulullah duduk di bawah pohon ini." Dan kenyataan bahwa pohon itu bersedia merundukkan cabang-cabangnya demi Muhammad merupakan bukti mengenai kesaksiannya terhadap kerasulan Muhammad. "Karena itulah kami menyebutnya sahabi atau pohon yang diberkati,".

Sahabat Nabi Saw yang masih berdiri kokoh dan memberikan keteduhan bagi siapa saja yang berkunjung itu kini dirawat dan dipelihara oleh pemerintah Yordania. Sama dengan berbagai situs sejarah para nabi lainnya yang ada di Yordania. Seperti situs Nabi Musa, Nabi Syu’aib, Nabi Isa, Nabi Yussa’ bin Nun, Nabi Soleh hingga Nabi Muhammad SAW.

Atau objek lain yang memiliki sejarah panjang Islam, seperti Laut Mati, Gua Ashabul Kahfi,  Petra, Mount Nebo, Wadi Rum, Wadi Musa, dan Jerash, Ajloun.

Topik
MalangBerita MalangPohon Nabipadang pasir YordaniaSahabat Nabi Muhammad sawAl Sirah al NabawiyahUniversitas CambridgePohon berjenis PistachioPistacia Vera

Berita Lainnya

Berita

Terbaru