Niah Selway asal Hastings, East Sussex, Inggris yang mengalami kondisi alergi air yang langka. (Foto: ladbible.com)

Niah Selway asal Hastings, East Sussex, Inggris yang mengalami kondisi alergi air yang langka. (Foto: ladbible.com)



MALANGTIMES - Apa jadinya jika seseorang mengalami alergi terhadap air. Otomatis akan kesulitan dengan aktivitas sehari-hari seperti mandi dan buang air. 

Nyatanya, kondisi langka itu dialami seorang perempuan bernama Niah Selway asal Hastings, East Sussex, Inggris. Saking nggak tahan air, Niah juga alergi pada keringat dan air matanya sendiri. 

Dikutip dari laman ladbible.com, Niah diindikasikan mengidap penyakit langka Aquagenic Pruritus. Reaksi yang parah seperti kulit gatal, memerah, berbintik dan panas muncul ketika kulit perempuan 21 tahun itu bersentuhan dengan air. 

Reaksinya cukup kuat, bahkan satu tetes air yang menyentuh kulitnya pun mampu membuatnya merasakan "sensasi terbakar yang dahsyat" yang bisa bertahan hingga berjam-jam.

Kondisi ini masih belum ditemukan penyebabnya. Selain itu, penyakit ini dinilai langka karena diyakini hanya segelintir orang di dunia yang mengalami kondisi tersebut. "Saya menderita sebuah kondisi yang sangat parah, hingga kini belum ada obat dan perawatan yang memberikan hasil yang nyata," ujar Niah.

Reaksi pertama yang dirasakan oleh Niah, ketika dia masih berumur 5 tahun. Sayangnya, alergi itu semakin parah seiring bertambahnya umur hingga beberapa tahun terakhir. "Awalnya, alergi ini terjadi setiap kali saya mandi. Lalu saat saya remaja, saat saya mandi, tubuh saya terasa seperti terbakar selama berjam-jam," sebutnya.

Rasa sakit akan menyebar ke seluruh tubuh Niah, tidak peduli di bagian tubuh mana pun air itu menyentuh. Misalnya, saat air menyentuh tangannya, rasa sakit yang dirasakan akan menyebar ke punggung.

 "Saat pagi, saya pergi ke kamar mandi dan merasakan alergi tersebut pada aktivitas pertama yang saya lakukan. Saya pun tidak bisa melakukan kegiatan berlebih seperti yoga dan berjalan, karena saya tidak bisa berkeringat," tuturnya. 

"Jika saat panas, saya bisa duduk seharian di depan kipas angin. Seluruh hari yang saya lalui hanya berurusan dengan rasa sakit," terangnya. Namun, Niah berusaha tetap melakukan kegiatan harian meski harus menahan sakit. Dia selalu mencari cara mengalihkan perhatian agar rasa sakit itu tidak terasa. Dia juga meminimalkan kontak dengan air, misalnya dengan keramas dan mandi dalam waktu yang berbeda.  

Beruntungnya, organ internal Niah tidak terpengaruh terhadap kondisi tersebut. Sehingga, dia masih tetap bisa meminum air putih. Support yang diberikan oleh pacar dan keluarganya juga menjadi hal yang sangat berarti untuk melewati masa-masa sulit. "Saat saya merasakan rasa sakit tersebut, saya terkadang langsung menangis, dan bertambah rasa sakit itu karena air mata di wajah saya," tuturnya.

"Saya mencoba untuk melupakan apa yang terjadi dan sebisa mungkin mencoba untuk berpikir positif. Keluarga saya sangat luar biasa, bahkan dalam hal kecil, seperti mencuci piring kotor makan saya," sebutnya. Saat ini, Niah membuat channel YouTube "where she's known as the girl  who is allergic to water" dan telah mendapat 10.000 subscriber lebih.

End of content

No more pages to load