Bingung Makna Marka Kuning Bergerigi di Ruas-ruas Jalan Kota Malang? Ini Dia Penjelasan Dishub Kota Malang

May 06, 2019 13:40
Rambu marka kuning bergerigi di kawasan Jalan Aries Munandar (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Rambu marka kuning bergerigi di kawasan Jalan Aries Munandar (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Beberapa ruas jalan di Kota Malang nampak pada sisi jalan terdapat rambu atau marka berwarna kuning dan dengan pola bergerigi atau zig-zag. Namun adanya marka tersebut, nampaknya belum banyak masyarakat yang mengetahui makna dari marka tersebut.

Seperti misalnya salah satu pengendara yang berhenti di kawasan Jalan Aris Munandar, bernama Husni Ali (44). Ia mengaku memang tidak mengetahui makna dari marka warna kuning berbentuk zig-zag tersebut.

Baca Juga : Tanggapan Resmi Gojek dan Grab soal Fitur Ojek Online yang Hilang dari Aplikasi

"Saya nggak paham mas. Mungkin buat parkir atau buat lajur sepeda pikir saja. Tapi kalau buat lajur sepeda, biasanya kayak ada gambar sepeda di jalannya, tapi ini nggak ada," paparnya saat ditemui di jalan. 

Selain di Jalan Aris Munandar masih banyak lagi ruas jalan dengan Marka tersebut. Seperti di kawasan Jalan Tumenggung Suryo, Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Jalan Kolonel Sugiono, kawasan Jalan Pasar Besar serta beberapa jalan lain.
 


Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Penertiban (Daltib) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Raymond G Matondang menjelaskan, jika  
makna atau arti dari marka warna kuning zig-zag tersebut, merupakan rambu yang dimaksudkan sebagai tanda larangan parkir di area jalan karena bisa menimbulkan kemacetan.

"Jadi daerah yang ada marka itu, kendaraan-kendaraan dilarang parkir. Ini memang nampaknya tergolong baru bagi masyarakat Kota Malang. Makanya kami upayakan untuk sosialisasi terus kepada masyarakat, agar mereka tau jika daerah yang terdapat marka tersebut merupakan daerah yang dilarang parkir," bebernya (6/5/2019).

Beberapa ruas jalan sendiri juga telah diberi garis marka zig-zag ini. Harapannya, masyarakat tidak memarkirkan kendaraannya di area jalan, sehingga arus lalu lintas bisa lancar dan tidak terganggu.

Baca Juga : PSBB Jakarta, 5 Perjalanan KA Jarak Jauh Daop 8 Surabaya Dibatalkan

Adanya garis marka tersebut, juga telah diatur dalam pasal 43 ayat (1) Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No. 34 Tahun 2014 Tentang Marka Jalan. Disebutkan bahwa larangan parkir atau berhenti di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 huruf b, dinyatakan dengan garis berbiku-biku (bergerigi) berwarna kuning. Pengendara dilarang parkir maupun berhenti di atas garis marka berbiku-biku ini.

Topik
MalangBerita MalangJalan Aries MunandarRambu marka kuning bergerigiDinas Perhubungan Kota MalangPengendalian dan Penertiban

Berita Lainnya

Berita

Terbaru