Siswa saat sedang membilas dengan air kembang di di grojogan Sendang Santren Kawasan Pesantren Rakyat, jalan Lahor, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Sabtu (27/4/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Siswa saat sedang membilas dengan air kembang di di grojogan Sendang Santren Kawasan Pesantren Rakyat, jalan Lahor, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Sabtu (27/4/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Puluhan siswa MI Darul Ulum sedang asyik mandi lumpur lalu dibilas air kembang di Grojogan Sendang Santren Kawasan Pesantren Rakyat, jalan Lahor, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Sabtu (27/4/2019).

Kegiatan itu bukan untuk bermain-main, melainkan prosesi wisuda Kelas Anti Korupsi. 

Kelas Anti Korupsi sudah menjadi ekstra kulikuler di MI Darul Ulum Batu.

Ritual itu dimulai dengan siswa menceburkam diri di area di Grojogan Sendang Santren. 

Di sana mereka membasuh badan mereka dengan lumpur-lumpur.

Setelah seluruh badan dikotori lumpur, mereka langsung membilas badan mereka di area air yang bersih yang telah dicampuri dengan bunga mawar. 

Aksi yang dilakukan itu bertujuan menggambarkan lahirnya generasi bersih Kader Anti Korupsi. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi.

“Lumpur digambarkan dengan korupsi-korupsi yang melekat dari belajar hal buruk nampak kotor. Kenapa kita lakukan wisudanya seperti ini, ya supaya mereka benar-benar jadi kader anti korupsi,” kata Leady Kholifatur Rohmah, Ketua PC IPP NU Kota Batu.

Kelas anti korupsi ini merupakan kegiatan kalaborasi antarq MCW, IPNU, dan IPP NU Kota Batu.  

MI ini bisa dikatakan menjadi sekolah pertama yang memiliki kelas anti korupsi. 

“Mereka diwisuda setelah menjalani kelas anti korupsi selama 3 bulan,” imbuhnya.

Sebelumnya Untuk mempersiapkan kelas itu, pelajar kelas IV dan V sebanyak 89 pelajar diseleksi agar bisa masuk di kelas itu. 

Adanya kelas khusus ini merupakan langkah preventif dengan menciptakan calon generasi yang bersih dari korupsi. 

Dengan adanya kelas ini juga akan membentuk Kader anti korupsi. 

Salah satu tugasnya adalah mengawasi kantin kejujuran yang selama ini belum berjalan dengan maksimal.

“Kalau selama ini  Komisi Pemberantas Korupsi (KPK)  lebih melakukan tindakan apapun. Kalau di sini kita lakukan awal seperti mengawasi kantin kejujuran, menjaga keberlangsungan kantin kejujuran,” tambah Leady.

Ia pun berharap dengan adanya kelas khusus dan lulusnya ada wisuda ini bisa muncul generasi anti korupsi. 

Sehingga agar tidak terjadi adanya korupsi-korupsi yang saat ini kerap terjadi dimulai sejak dini.

Sementara itu, Natasya Putri Ariandini, MI Darul Ulum kelas menambahkan senang bisa diwisuda dalam kelas anti korupsi. 

Saat mandi lumpur mengaku tidak takut dan jijik dengan hal tersebut.

“Karena saya ingin membuktikan bahwa di kelas ini kita didik untuk menjadi kader anti korupsi. Yang harus kita terapkan,” ungkap Natasya.