Ahmad Wahyu Dian Permadani alias Bocil (baju orange) tersangka kasus asusila terhadap anak di bawah umur, saat digelandang menuju ruang penyidikan UPPA Polres Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Ahmad Wahyu Dian Permadani alias Bocil (baju orange) tersangka kasus asusila terhadap anak di bawah umur, saat digelandang menuju ruang penyidikan UPPA Polres Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Rayuan gombal kerap dilontarkan sejumlah lelaki kepada teman dekat perempuannya untuk memuaskan nafsu birahinya. Bahkan, terkadang juga mengobral janji bakal bertanggungjawab dengan bersedia menikahi jika terjadi hal yang tidak diinginkan setelah melakukan berhubungan badan. 

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, Mulai Besok Bupati Malang Minta Warga Tidak Keluar Rumah

Hal itu pula yang dilakukan tersangka Ahmad Wahyu Dian Permadani alias Bocil. Warga Dusun Baran, Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis ini, kini harus berhadapan dengan aparat penegak hukum lantaran kasus dugaan asusila terhadap anak di bawah umur yang baru-baru ini diungkap oleh jajaran kepolisian UPPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Malang, Rabu (3/4/2019) ini. 

Bocil ditangkap polisi saat berada di rumahnya. “Berdasarkan proses penyidikan sementara ini, tersangka kedapatan menyetubuhi korban sebanyak lima kali. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 81 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Ancamannya 15 tahun kurungan penjara,” kata Kanit UPPA Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana.

Parahnya, akibat perbuatan asusila yang dilakukan tersangka, korban yang bernama Jelita (samaran) 17 tahun, warga Desa Sumberkradenan, Kecamatan Pakis ini, sampai hamil dan melahirkan seorang bayi. “Kasus ini terungkap setelah korban beserta orang tuanya membuat laporan ke Polres Malan, setelah tersangka tidak berkenan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” sambung Yulistiana kepada awak media, Kamis (4/4/2019).

Berdasarkan pendalaman MalangTIMES.com, antara korban dan pelaku selama ini diketahui memiliki status pacaran. Lantaran merasa saling jatuh cinta, keduanya akhirnya memutuskan untuk menjalin asmara sejak pertengahan bulan Juli 2018 silam.

“Saya mengenal dia (korban) setelah dikenalkan oleh seorang teman. Setelah itu kami semakin akrab dan memutuskan untuk berpacaran,” terang Bocil saat dimintai keterangan oleh penyidik UPPA Polres Malang.

Dalam keterangannya, Bocil tidak membantah jika dirinya memang menyetubuhi korban sebanyak lima kali. Pria yang kini berusia 20 tahun itu, mengaku jika hubungan intim yang dilakukan bersama Jelita tidak hanya dilakukan di rumahnya saat kondisi sepi. Namun keduanya juga pernah melakukan hubungan badan di salah satu penginapan yang berlokasi di kawasan Kota Malang.

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

Dari hubungan selayaknya suami istri itu, akhirnya membuat Jelita berbadan dua. Ketika mengetahui kekasihnya sedang hamil, tersangka memilih untuk menghindar dan tidak mau mengakui perbuatannya. Bahkan setelah dimintai pertanggungjawabannya, akan janji manis yang diucapkan saat mengajak berhubungan badan. Ternyata tidak ditepati oleh tersangka.

Hingga akhirnya, seiring berjalannya waktu. Perut Jelita semakin membuncit. Orang tua korban yang merasa curiga, akhirnya mendesak putrinya agar menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

Lantaran terus dicecar pertanyaan, remaja belasan tahun itu akhirnya mengaku jika dirinya tengah hamil delapan bulan. Sedangkan bayi yang dikandungnya, merupakan hasil dari perbuatan Bocil.

Mendengar kesaksian putrinya, pihak keluarga yang merasa tidak terima akhirnya memilih untuk melaporkan pelaku ke Mapolres Malang, beberapa waktu lalu. Mendapat laporan, beberapa personel kepolisian dikerahkan kelapangan guna melakukan penyelidikan, dan berhasil mengamankan yang bersangkutan saat berada di rumahnya. “Sebenarnya saya sudah minta maaf dan bersedia menikahi dia (korban). Namun hanya saya sampaikan melalui WA (WhatsApp), karena saya takut dan tidak berani datang ke rumahnya,” ujar Bocil sambil tertunduk saat dimintai keterangan polisi.