Lagu Fajar Merah, Anak Wiji Thukul Menggema di Tengah Panasnya Pemilu 2019

Apr 04, 2019 17:39
Fajar Merah anak Wiji Thukul (Ist)
Fajar Merah anak Wiji Thukul (Ist)

MALANGTIMES - Penyair pelo dari Solo Wiji Thukul sampai saat ini belum ditemukan keberadaannya. Sejak hilang dalam pusaran ombak ganas perubahan sistem di era orde baru (orba), 1998. Bersama 13 orang lainnya yang dihilangkan gerak, suara dan perlawanannya di rezim Orba. 

Wiji Thukul yang terkenal garang dengan sajak kritiknya kepada penguasa, terakhir bertemu dengan keluarganya. Yakni, Diah Sukirah alias Sipon, sang istri dan kedua anaknya Fitri Nganthi Wani dan Fajar Merah, akhir Desember 1997.

Baca Juga : WORO & The Night Owls Gebrak Maret dengan Album Perdananya

Sampai saat ini, di tengah hiruk pikuk Pemilu 2019 dimana masyarakat akan kembali memilih para pemimpin bangsa dan negara Indonesia ini, Wiji Thukul tidak pernah diketahui keberadaannya.

;

Berbagai upaya Sipon serta elemen aktivis lainnya yang mempertanyakan dan mendesak pemerintah untuk mengungkap peristiwa penculikan pun tak kunjung ada ujungnya. Sampai akhirnya, sang Fajar Merah, di usia 19 tahun saat itu, menuliskan gugatan keras kepada presiden SBY di akun Twitternya MerahBercerita, tahun 2012.

"Saya Fajar Merah anak Wiji Thukul menegur Presiden SBY yang lamban menuntaskan kasus orang hilang," tulisnya.

Sampai kepemimpinan Presiden Joko Widodo sampai menuju puncak pemilihan presiden 2019, Wiji Thukul tetap menjadi misteri. Tak ada kabar, apakah telah tewas seperti aktivis lainnya yang hilang atau seperti apakah kondisinya saat ini. Seperti juga penuntasan pemerintah yang juga tetap berjalan seperti tahun-tahun lalu. Tidak ada kepastian.

Baca Juga : Baju Kedodoran Ala Billie Eilish: Tak Ada yang Intip Lekuk Tubuh Saya

Maka, sang Fajar Merah pun bersenandung. Menggemakan kerinduannya kepada sosok ayah yang banyak dikisahkan orang-orang kepadanya. Kebenaran Akan Terus Hidup. Begitulah judul lagu yang dibuat Fajar Merah untuk mengenang ayahnya sekaligus sedikit obat rindu atas kehilangannya selama ini. 
"Saya tidak memungkiri kerinduan atas sosoknya," kata Fajar yang memiliki paras mirip bapaknya ini.

Bukan hanya wajahnya saja yang mengingatkan banyak orang atas sosok Wiji Thukul, tapi juga nasibnya dalam menempuh pendidikan. Fajar drop out dari sekolah seperti sang bapak.

"Suaraku tak bisa berhenti bergema/ Di semesta raya suaraku membara/ Walau kau terus saja coba membungkamnya/ Namun suaraku tak akan bisa kau redam/ .../Karena Kebenaran akan terus hidup/ sekalipun kau lenyapkan/ kebenaran tidak akan mati/ Aku akan tetap ada dan berlipat ganda.../
Begitulah lirik-lirik Fajar Merah menggema di panasnya Pemilu 2019. Terus menyuarakan rasa rindunya, terus menyampaikan tentang suara kebenaran yang tidak akan pernah mati.

Topik
Berita MalangPenyair pelo dari SoloWiji Thukulera Orde BaruFajar MerahPemilu 2019

Berita Lainnya

Berita

Terbaru