Peta pendakian Jalur dari Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: istimewa)

Peta pendakian Jalur dari Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: istimewa)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Mau mendaki Gunung Arjuno? Tidak ada salahnya mencoba rute baru lewat Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji. Pada jalur ini, menawarkan 4 pos yang bisa  dilalui. Start point berada di lapangan sumbergondo dengan Ketinggian 1550 MDPL (meter diatas permukaan laut).

Kemudian pos pertama ada di hutan petung lanang. Di hutan ini keinggiannya mencapai 1800 MDPL, dengan titik koordinat lintang selatan 07'47.063 dan bujur 112'33.345. Lalu pos kedua ada di hutan dukutan - bimo. Hutan dukutan bimo ini sudah mencapai keinggian 2084 MDPL. Untuk titik koordinat lintang selatan 07'46.688, dan bujur 112'33.788. 

Setelah melewati itu melewati pos ketiga yakni elvara atau alas kobong. Dengan ketinggian 2566 MDPL, titik koordinat lintang selatan 07'46.367 dan bujur 112'34.436.

Lalu melewati pos empat berada di gebut atau batas vegetasi. Ketinggiannya mencapai 2966 MDPL, dengan titik koordinat lintang selatan 07'46.251 dan bujur 112'34.868. 

Kemudian menempuh jalur Taman Keputren yang ketinggiannya mencapai 3180 MDPL. Dengan titik koordinat lintang selatan 07'46.103 dan bujur 112'35.080. Lalu melewati jalur Gentong Growah yang Ketinggiannya mencapai 3298 MDPL. Titik koordinat lintang selatan 07'45.928 dan bujur 112'35.289.

Setelah perjalanan melewati Gentong Growah, selanjutnya melintasi Pasar Dieng di ketinggian 3324 MDPL. Dan yang terakhir sampai di Puncak Ogal-Agil dengan ketinggian 3339 MDPL.

Bajang salah satu warga Desa Sumbergondo mengatakan, dari start keberangkatan sampai pos 2 banyak menyuguhkan pemandangan pertanian warga sekitar. “Lalu saat melewati Pos 3 akan menemui hamparan bunga edelweis. Di pos tiga ini ada  tanaman endemik yang dijumpai pendaki dari jalur ini. Juga bisa melihat pemandangan lainnya," kata Bajang. 

Menurutnya adanya jalur baru ini merupakan upaya dari warga untuk mengembangkan potensi desa. Tentunya untuk menguatkan visi Kota Batu ‘Desa Berdaya Kota Berjaya’.

 

 

End of content

No more pages to load