MALANGTIMES - Kehadiran Guru Besar Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang Prof Mudjia Raharjo di acara ILC TVOne (19/3/2019) memang mengejutkan publik. Khususnya masyarakat Malang Raya.
Maklum, mantan Rektor UIN Maliki Malang tersebut merupakan sosok yang tidak asing lagi bagi masyarakat Kota Malang.
Baca Juga : Pasien Positif Covid-19 Meningkat, Polres Malang Ancam Warga yang Tolak Pemakamannya
Apalagi, sosok Mudjia Raharjo sempat menghiasi berbagai media saat ia bertarung merebut kursi orang nomor satu di UIN Maliki Malang beberapa waktu lalu.
Momen suksesi rektor UIN Maliki Malang memang sempat menjadi perhatian publik Malang Raya bahkan nasional.
Sebab, momentum itu dipenuhi polemik dan intrik politik yang melibatkan banyak pihak.
Termasuk kehadiran Mantan Ketum PPP Romahurmuziy pada momentum tersebut yang dicurigai banyak orang ikut terlibat pada aksi dukung mendukung dan membantu suksesi satu dari empat calon rektor yang saat itu bersaing.
Setelah hampir setahun polemik perebutan kursi rektor UIN Maliki berlalu, kini Prof Mudjia, begitu ia akrab disapa, kembali hadir di acara TV nasional dan diberi ruang untuk mengungkapkan kekecewaannya pada momen Pemilihan Rektor (Pilrek) yang membuatnya harus merelakan kursi empuknya di UIN Maliki ke Prof Abdul Haris yang notabene bukan orang internal kampus Islam negeri satu-satunya di Malang tersebut.
Tidak heran, jika banyak yang bertanya bagaimana ceritanya Prof Mudjia awalnya tiba-tiba bisa hadir di acara yang dipandu Karni Ilyas tersebut.
Ketika MalangTIMES mendatangi kediamannya, Rabu (20/3/2019) sore untuk mengulik seputar hadirnya Prof Mudjia pada acara tersebut, ia terlihat santai menanggapi setiap pertanyaan awak media. Termasuk MalangTIMES.
Sore itu, Prof Mudjia menemui wartawan dengan setelan baju rapi, berkemeja putih dan bercelana hitam.
Ia menyambut kehadiran wartawan dengan senyum khasnya.
Dengan senyum ramah, mantan orang nomor satu di UIN tersebut, kemudian duduk di ruang tamu rumahnya dan bersedia diwawancarai oleh awak media.
Dengan raut wajah penuh senyum, ia menceritakan awal mula ia datang ke acara ILC.
Ia mengatakan kedatangannya di ILC TVOne tersebut karena diajak Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD yang beberapa waktu sebelumnya membuat pernyataan di media sosial.
Pernyataan yang ditulis Mahfud di media sosial seperti ditirukan Prof Mudjia adalah "Menteri Agama tak berdaya menghadapi seseorang" serta beberapa penyataan lain yang berkaitan tentang kejanggalan-kejanggalan dalam pemilihan jabatan rektor.
Dari situ Mudjia pun merespons apa yang disampaikan Mahfud MD. Ia menyatakan ke Mahfud bahwa apa yang ditulis mantan Ketua MK tersebut ada relevansinya dengan apa yang dialaminya saat suksesi pemilihan rektor UIN Maliki Malang.
Karena tanggapan itu, lalu Mahfud MD menghubunginya langsung dan mengajaknya bertemu pada acara ILC.
Baca Juga : Di Jalanan, Senyum-senyum Merekah Menerima Sembako Bantuan UIN Malang
"Setelah saya cerita itu, saya dihubungi. Kalau begitu kita ketemu di ILC, biar Bang Karni Ilyas mengundang," jelasnya (20/3/2019).
Guru Besar Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang tersebut mengaku saat mendapat undangan ke Jakarta, sebenarnya ia sempat ragu.
Pasalnya, perisitiwa yang ia alami terkait pemilihan Rektor UIN sudah lama terjadi.
"Awalnya saya sempat ragu, antara berangkat apa tidak. Soalnya sudah lewat peristiwa ini (pilrek) untuk apa. Tapi karena saya ini seorang pendidik, salah satu tugas saya kan harus menyuarakan kebenaran. Kalau itu benar ya saya sampaikan," tegasnya.
Terkait pernyataan Mahfud MD mengenai ketidakberdayaan Menteri Agama terhadap seseorang tersebut, Mudjia meyakini kata itu tertuju pada Ketua Umum PPP Rohmahurmuziy.
"Semakin jelas dari perkataan Pak Jasin (Mantan Irjen Kemenag) yang menyebut Ketua Umum (Ketum) walaupun tanpa menyebut nama partai. Orang yang cacat diangkat, atas rekomendasi Ketum," pungkas Mudjia yang mengulang perkataan Jasin.
Di akhir wawancara, Mudjia cuma berharap agae ke depan ada perbaikan pada sistem pengangkatan maupun pemberhentian pejabat di Kementerian Agama.
Seperti diberitakan sebelumnya, Mudjia Rahardjo, menjadi salah satu narasumber dalam acara ILC (19/3/2019).
Dalam acara tersebut, ia membeberkan kecewaannya atas tidak transparannya proses pengangkatan jabatan di Kemenag.
Bahkan di situ, ia juga merasa dipermalukan saat tak jadi dilantik oleh Kemenag menaksir Rektor.
Padahal, kala itu, dirinya sudah mendapatkan rekomendasi dari Senat, dan dinilai oleh Panitia Seleksi (Pansel) Pusat menjadi yang terbaik untuk dilantik sebagai Rektor.
Namun kenyataannya justru terbalik yang dilantik adalah Prof Abdul Haris.
