Bupati Pasuruan terima penghargaan.

Bupati Pasuruan terima penghargaan.



MALANGTIMES - Komplek Pasar Gempol Kabupaten Pasuruan ibarat bumi dan langit. Pasar rakyat semakin menggeliat hingga meraih penghargaan dari Presiden Jokowi, sementara Plaza Gempol dibiarkan mangkrak menuju gulung tikar.

Pasar Gempol yang digagas sebagai pusat grosir dan konveksi bordir, kian hari semakin suram. Pasar yang dibangun layaknya sebuah pertokoan modern, pada mulanya diproyeksikan untuk menyuplai kebutuhan perajin bordir yang menjadi produk unggulan Kabupaten Pasuruan.

Sejak direhab total dan membagi pasar basah dan kering, bangunan megah Plaza Gempol tak menampakkan gelagat dan riuh rendah pedagang dan pembeli. Kios-kios yang sebagian diantaranya dibagikan ke oknum anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, saben hari masih tertutup rapat.

Para pedagang yang rajin menggelar dasaran dagangannya, kian kembang kempis nafasnya karena sepinya calon pembeli yang datang. Alih-alih membawa pulang untung berdagang, kiosnya disambangi calon pembeli saja sudah menjadi peristiwa langka.

“Setiap pagi jam 07.00 buka toko, bersih-bersih dagangan. Sampai siang tidak ada pembeli yang datang, terpaksa tutup kios. Satu minggu, kadang hanya melayani tiga-lima orang pembeli,” kata Tajab, seorang pedagang konveksi di Plaza Gempol.

Setali tiga uang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan, sejauh ini masih mengevaluasi dan merancang formula untuk memeriahkan Pasar Gempol. Surat edaran juga telah dilayangkan agar para pedagang segera membuka toko dan berjualan di Plaza Gempol yang telah dibangun sejak 2017 lalu. Jika mangkir, bisa jadi kepemilikan kiosnya ditarik kembali sesuai aturan yang berlaku.

“Kami sedang melakukan penataan Plaza Gempol dan menyiapkan langkah lain untuk mempercantik dan meramaikannya. Diantaranya bekerja sama dengan pengusaha permainan anak. Pasar akan ramai, anak-anak bermain, sementara orangtuanya berbelanja,” kata Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan, Edi Suwanto.

Disisi lain, keberadaan pasar basah yang berada dibalik Plaza Gempol terus bergeliat. Penataannya yang rapi, seolah menjadi oase di padang tandus. Bahkan Pasar Gempol ini meraih predikat Pasar Terbaik kategori Pasar Ramah Lingkungan dari Kementerian Perdagangan RI.

Prosesi penganugerahan penghargaan yang diterima Bupati Pasuruan menjadi spesial karena diberikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo, Selasa, 12 Maret 2019. Selain Pasar Gempol, ada lima pasar rakyat lain yang juga ditetapkan sebagai Pasar Ramah Lingkungan. Diantaranya Pasar Rakyat Bintaro Sektor 2 Kota Tangerang Selatan, Pasar Rakyat Serikat C Batu Sangkar Kabupaten Tanah Datar, Pasar Tanggul Kota Surakarta, Pasar Rejowinangun Kota Magelang dan Pasar Kliwon Kabupaten Kudus.

“Alhamdulillah, terima kasih atas doa restu dan dukungannya, hari ini saya menerima penghargaan dr Presiden RI Bapak Ir. H. Joko Widodo, yang diberikan kepada UPT Pasar untuk Pasar Gempol mendapatkan Award Terbaik kategori Pasar Ramah Lingkungan. Penghargaan Pasar Gempol ini, satu-satunya dari Provinsi Jawa Timur,” kata Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf dalam laman media sosialnya.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Rohani Siswanto, menyatakan, tujuan dibangunnya sebuah pasar kumuh menjadi pasar yang bersih sejatinya untuk memberikan rasa nyaman dan menghidupkan perekonomian rakyat. Keberadaan pasar tradisional dan modern bisa menjadi jalur distribusi perdagangan yang terus tumbuh berkembang.

“Jika tujuan ini belum tercapai, raihan penghargaan Pasar Terbaik bukanlah sebagai kebangaaan. Masyarakat bisa melihat dan merasakan bagaimana kondisi Pasar Gempol saat ini yang justru mengalami kemunduran,” kata Rohani Siswanto.

 

End of content

No more pages to load