MALANGTIMES - Pemerintah Kota Batu tak ingin setengah-setengah membangun Pasar Besar Kota Batu. Anggaran sebesar Rp 100 miliar disiapkan untuk revitalisasi pasar terbesar di Kota Dingin ini.
Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling
Saat ini desain pasar besar Kota Batu itu sudah didapatkan dari hasil perlombaan sayembara beberapa saat lalu. Tetapi hasil dari pemenang itu dikirim ke forum arsitek Singapura. “Dikirimkannya desain pemenang itu ke Singapura karena masih harus dikaji kembali,” kata Wali Kota Batu Dewanti.
Dewanti menjelaskan dana yang dialokasikan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batu.Karena itu dari segi perencanaan, desain, hingga pengerjaan harus digarap dengan maksimal. Diperkirakan revitalisasi itu paling lambat akan dibangun pada tahun 2020.
Menurutnya ke depan Pasar Besar Kota Batu tidak hanya sekadar pasar. Nantinya akan ada penambahan fasilitas penginapan."Yang jelas pembangunan ini tidak memberatkan pedagang. Anggaran yang kami siapkan sesuai kekuatan APBD. Kita membangun Balai Kota Among Tani saja bisa. Insya Allah membangun pasar bisa," imbuhnya.
Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin
Dewanti merencanakan pasar tradisional itu dengan konsep one way stop area. Selain pasar tradisional, juga dijual kebutuhan kehidupan sehari-hari, pakaian, tapi dilengkapi dengan wisata kuliner dan oleh-oleh. "Ada juga fasilitas umum ibadah, kamar mandi dan sebagainya. Lalu taman bermain kayak alun-alun seperti itu," tambah istri Eddy Rumpoko ini.
Dewanti pun ingin memanfaatkan lahan 4 hektare yang ada di Pasar Besar Kota Batu. Dengan memaksimalkan lahan yang sudah ada serta mengusung konsep seperti itu, Dewanti yakin banyak wisatawan datang ke Kota Batu dan Pasar Besar.
