Ilustrasi (Tribunnews)

Ilustrasi (Tribunnews)



MALANGTIMES - Kalian tentunya pernah kan dituduh dengan kesalahan yang tidak pernah kalian lakukan? Pasti nyesel. Apalagi dituduh berbuat kesalahan yang tak pernah diakukan, bahkan sampai harus menerima hukuman penjara. Seperti orang-orang yang bakal MalangTIMES sajikan berikut ini.

Dari pada penasaran dan menebak-nebak siapa mereka, mending langsung kita lihat beberapa kisah orang tidak bersalah yang mendapatkan hukuman parah.

1. Kwame Ajamu

Pada tahun 1975 tentunya banyak dari kalian yang belum lahir bukan. Pada saat itu, seorang salesman bernama Haro Frank dibunuh dengan kejam oleh orang-orang jahat.

Setelah kejadian tersebut, seorang anak berusia 12 tahun bernama Fernord mengaku jika dirinya berada di tempat tersebut saat kejadian dan melihat bagaimana pembunuhan terjadi.

Ia mengatakan jika pelaku pembunuhan adalah Kwane. Sehingga meskipun tanpa bukti fisik, Kwane pun akhirnya ditahan dan divonis hukuman mati. Namun beruntungnya hukumannya tersebut kemudian dihapus dan diganti dengan hukuman penjara seumur hidup.

Dan setelah 27 tahun kemudian, ada suatu proyek yang memang khusus untuk membela orang-orang yang tak bersalah yakni Ohio Innocence Projects yang mau memperjuangkan hak-hak Kwane.

Dan tak lama kemudian saksi kecil yang dulu sempat berkata berada di lokasi kejadian dan melihat kejadian pembunuhan, kini beranjak dewasa dan mulai membuka suara. Ia akhirnya mengaku jika saat itu memang tidak pernah melihat kejadian tersebut.

Ia mengaku melakukan kesaksian bohong untuk memudahkan kerja polisi. Dan setelah itu Kwame akhirnya dibebaskan dari penjara dan diberi kompensasi sebesar Rp 15 miliar.

2. Huugjilt

Nasib sial kali ini dialami oleh pria berusia 18 tahun bernama Huugjilt. Waktu ia selesai melakukan makan malam bersama kekasihnya di perjalanan pulang dirinya mendengar teriakan dari dalam kamar mandi umum yang ia lewati bersama kekasihnya.

Awalnya ia berniat untuk mengecek apa yang sebenarnya terjadi di kamar mandi. Namun niat baik itu justru berbuah buruk bagi dirinya. Di situ ternyata telah terjadi kejadian pembunuhan kejam serta pemerkosaan. Dan di saat Polisi datang ia merupakan satu-satunya orang yang berada di lokasi kejadian.


Dari situ ia pun akhirnya di tetapkan pengadilan sebagai pelaku pembunuhan. Pengadilan kemudian memberikan hukuman vonis mati kepada Huugjilt. dan setelah 6 tahun berlalu tiba-tiba seorang pria bernama Cochoulong ditangkap polisi karena kasus pemerkosaan yang ia lakukan.

dan pada saat persidangan, ia kemudian mengakui bahwa dia telah melakukan pemerkosaan terhadap 10 wanita di mana salah satunya sempat ia bunuh di kamar mandi. Dari situ, kemudian pengadilan membebaskan Huugjilt.

3. Carlos Deluna


Pada tahun 1983 seorang wanita bernama Wanda Lopez menjadi korban pembunuhan yang sangat keji di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum. Dari kejadian tersebut, kemudian polisi menetapkan Carlos Deluna sebagai tersangka pembunuhan.

Sebenarnya memang tidak ada bukti fisik atau rekaman CCTV yang membuktikan jika Carlos Deluna bersalah. Akan tetapi yang membuat polisi menangkap Carlos adalah, para saksi yang mendeskripsikan bahwa ciri-ciri pelaku sangat mirip sekali dengan Carlos Deluna.

Setelah ditangkap Carlos sempat yakinkan polisi bahwa ia bukanlah sebagai pelakunya. Ya justru menyebut bahwa pelakunya adalah Carlos Hernandez. Sebab wajah mereka memang mirip. Namun sayangnya para polisi tersebut tidak ada yang peduli terhadap keterangan Carlos Deluna dan tetap menghukumnya dengan hukuman suntik mati.

Dan setelah 2 tahun pasca eksekusi dari Carlos Deluna, pelaku asli dari pembunuhan tersebut, yakni Carlos Hernadez akhirnya menyerahkan diri. Wah tragis banget, sudah dihukum mati, pelaku yang sebenarnya baru menyerahkan diri.

4. James Richardson

Siapa si orang tua yang tidak meracuni anaknya sendiri jika bukan orang gila hanya untuk mendapatkan duit. Nasib miris kali ini dialami oleh seorang ayah bernama James Richardson. Ia dituduh telah meracuni 7 anaknya dengan pestisida untuk mendapatkan uang asuransi yang jumlahnya sangat besar.

Namun karena tuduhan tersebut kemudian harus mendekam di penjara seumur hidupnya. Dan setelah 21 tahun mendekam di penjara, James akhirnya bisa dibebaskan oleh petugas. Sebab mantan babysitter James mengakui dirinyalah yang telah meluangkan racun pestisida pada makanan anak-anak James.

dari pengakuan babysitter tersebut perbuatannya dilakukan atas kekesalannya terhadap James yang seringkali memarahi dirinya.


5. Lawrence McKinney


Lawrence McKinney pernah menjadi korban ketidakadilan yang begitu parah. Bermula pada tahun 1978, iya dituduh menjadi pencuri TV milik salah seorang wanita dan melakukan hal-hal lainnya yang menyakitkan.

Akibatnya ia pun dihukum penjara dalam jangka waktu yang panjang. Dan hukumannya pun bukan hanya belasan tahun, namun sampai 115 tahun. 15 tahunnya karena pencurian sudahkan 100 tahunnya karena perlakuan yang tidak menyenangkan dan perlakuan kasar.


Dan baru 31 kemudian sebuah tes DNA telah membuktikan bahwa penjahatnya bukanlah Lawrence. Bahkan dia pun tidak berada di tempat tersebut waktu kejadian itu berlangsung. Saya itu dia dibebaskan dari hukuman dan diberikan kompensasi sebesar 75 USD.

6. Timoty Evans


Pada tahun 1950, seorang wanita bernama Verrel Evans bersama bayinya ditemukan tewas mengenaskan di halaman belakang rumahnya. Lalu karena kurangnya bukti-bukti dan pada saat itu hanya Timothy yang berada di sana, polisi akhirnya berasumsi bahwa Timothy adalah yang membunuh istri dan anaknya.

Tanpa dilakukan investigasi lebih lanjut, tiga hari setelah proses pengadilan, Timoty dinyatakan bersalah dan langsung dihukum gantung oleh Polisi.

Namun setelah tiga tahun berlalu, dan kasus ini sudah ditutup, tetangga dari keluarga Timothy bernama John Chris ditangkap oleh polisi karena ditemukan bukti-bukti bahwa dia adalah pembunuh berantai.

Setelah ditangkap dan diproses ke pengadilan John, akhirnya mengakui bahwa jika ia yang telah membunuh istri dan anak dari Timoty.

7. Louis Taylor.

Untuk kasus yang menimpa Louis Taylor ini cukup parah. Sebuah kasus kebakaran pada tahun 1970 di Hotel Pioneer Arizona, Amerika Serikat membuat hotel hangus terbakar. Dari kejadian tersebut, menyebabkan 29 korban tewas.

Lalu seorang remaja berusia 16 tahun yakni Louis Taylor dituduh sebagai dalang kasus pembakaran ini. Padahal Taylor selalu mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui apapun tentang kejadian tersebut. ia berada di tempat tersebut, karena saat itu ia berniat ingin menolong korban yang berada di dalam hotel

Ia mengatakan Jika ia adalah korban salah tuduhan yang membuktikan bahwa polisi telah gagal dalam menyelidiki sebuah kasus. Akhirnya setelah 42 tahun mendekam di penjara bukti baru pun muncul dan membuktikan bahwa Taylor sama sekali tidak bersalah.

Wajah kasihan banget ya Sahabat MalangTIMES, setelah menjalani hukuman  puluhan tahun bahkan mereka sudah dihukum mati, pelaku asli justru baru ditemukan. Itulah tadi orang-orang yang menjadi korban dari kesalahan yang tidak mereka perbuat serta ketidakjelian hukum dalam melakukan penyelidikan, dirangkum dari channel YouTube Calon Sarjana. Simak terus infromasi menarik lainnya hanya di MalangTIMES.com 
 

 

End of content

No more pages to load